Anda Pengunjung Ke :

Minggu, 22 November 2015

Kucing GKU Barat

Kucing makhluk Tuhan juga, bukan?

Kamu bisa menemukan banyak kucing di ITB. Tidak hanya di kantin, kucing-kucing di ITB pun sering berkeliaran ke ruang kelas. Beberapa teman yang takut kucing sangat merasa tertanggu dengan hal tersebut dan beberapa lainnya yang menyukai kucing bisa dengan mudahnya terdistraksi di tengah pelajaran. Rasanya kucing sudah menjadi bagian hari-hari di kampus Ganeca.

Masih sering kutemui mahasiswa-mahasiswi yang berlaku kasar pada kucing-kucing di kampus. Ada yang menendangnya, mengusirnya, menyiramnya, mempermainkannya, dan hal-hal tidak menyenangkan lainnya. Memang terkadang keberadaan kucing-kucing tadi sangat mengganggu, terutama di kantin. Gak jarang kantin jadi heboh gara-gara kucing yng mengganggu pengunjung kantin.

Pagi itu aku kuliah pagi di Gedung Kuliah Umum Barat. Aku datang terlalu pagi dan memutuskan untuk membeli beberapa gorengan di sekitar GKUB. Dari balik pintu tempat aku membeli gorengan, aku melihat seorang bapak petugas kebersihan GKUB berjalan pelan menuju salah satu sudut GKUB sambil membawa sepiring penuh berisi makanan. "Mungkin bapak itu belum sarapan", pikirku saat itu.

Begitu sampai di salah satu sudut tersebut, bapak itu mengeluarkan suara "ckckckckckckckckckckc" dan aku melihat kucing-kucing berlarian ke arahnya. Bapak itu meletakkan piring penuh itu ke lantai dan kucing-kucing semakin banyak yang datang kearahnya. Kucing-kucing itu makan dengan lahapnya dan kulihat sesekali bapak itu mengelus kucing-kucing yang kelaparan itu. Setalah memastikan kucing-kucing penghuni GKUB makan, bapak itu kembali ke ruangannya.

Aku melihat sebuah contoh dari menyayangi semua makhluk Tuhan. Rasanya kita sering melupakan hal yang satu ini, bahwa tumbuhan dan hewan pun sebenarnya juga makhluk Tuhan  yang harus kita perhatikan. Yang menarik perhatianku saat itu adalah, disaat orang-orang lain sibuk mengeluhkan kucing-kucing kelaparan yang mengganggu makan mereka, bapak itu memastikan kucing-kucing kelaparan tadi makan dengan lahap.

Selasa, 17 November 2015

They Have Power

"Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around" -Leo Buscaglia
Bermuka masam, sarkas, menghina, mengejek, menyela....
Sadarkah kadang kita begitu jahat pada orang-orang terdekat kita, pada orang-orang di sekitar kita?
Walaupun niatnya hanya bercanda, tahukah kita kadang kita menyakiti mereka?

Disenyumin, dipuji, didengarkan, diperhatikan...
Betapa sederhananya kebahagiaan seseorang. Betapa mudahnya kita berbuat kebaikan.
Tapi, kenapa kita sering melupakan hal-hal kecil seperti itu?

Sadarkah kita, hal-hal kecil yang kita lakukan bisa mengubah hidup mereka?

Hidupku adalah contohnya.

Jumat, 13 November 2015

09

Terimakasih pada dirinya yang sudah memberikan warna di kehidupan banyak orang. Entah warna apa yang ia bawa, tapi ia telah meninggalkan warna berbeda di kehidupan seseorang.
Terimakasih padanya sudah terlahir di dunia. Terimakasih padanya yang sudah menjadi bagian dari dunia seseorang.
Terimakasih padanya yang sudah ...........

sudah menjadi dirinya sendiri.

Seseorang menyukainya apa adanya.
Mungkin... seseorang itu aku.