Anda Pengunjung Ke :

Kamis, 18 April 2013

Halo, Dokter Ayu

Genre postingan kali ini adalaaaaaaaaaaaaah: Pamer.

Akhirnya setelah sekian lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, aku memberanikan diri ke Dokter Gigi untuk kontrol behel. Dokter gigiku namanya Dokter Ayu, suaminya juga dokter gigi loh. Unyu ya. Dokter Ayu ini gak cuman cantik tapi juga pengertian, tiap ketemu mamah pasti nanyain "Pebi nya mana bu? Itu gimana behelnya udah lama gak kontrol?". Aku ngerasa bersalah banget udah setahun lebih gak kontrol behel-__-

Minggu lalu dengan tekad yang bulat, aku dateng ke tempat prakter Dokter Ayu tanpa janjian dulu. Pas giliranku masuk, dokternya masih ngerapiin meja, lalu noleh ke aku dengan ekspresi yang kaget atau senang atau marah atau apa gatau, agak takut juga aku ngeliat ekspresinya. Hening sedikit dan Dokter Ayu membuka percakapan

"Waaaaaaah Pebi akhirnya dateng jugaaaaaaa :D Bentuk gigimu sudah kayak apa, Peb? Kamu terakhir dateng kesini awal 2012 loh, berarti selama tahun 2012 kamu cuman kontrol sekali"

"............................................................."

Saking lamanya gak kontrol, bebrapa breket diganti baru, kawatnya diganti baru, karetnya juga hihi. Untung gak karatan kemaren itu-_- Pokoknya mulai sekarang janji deh, sebulan sekali harus kontrol behel, biar cepet lepas.

----------------------------------------------------------------------------

Ceritanya Belajar Biologi

Tadi pagi seharusnya dilaksanakan UN-yang-tertunda di Smansa. Tapi ternyata UN-yang-tertunda tadi ditunda lagi jadi besok. Kasian anak kelas 3 nya-_- Berhubung UN ditunda, jadi hari ini aku dan beberapa yang yang lain bisa ke sekolah buat persiapan lomba Biologi nanti Sabtu. FYI ini pertama kali loh aku ikut lomba Biologi hoho, semoga hasilnya tidak terlalu buruk. Aamiin.

Janjian ke sekolah jam 9, tapi aku telat. Selalu telat. Aku dateng jam 10 lebih. Anak-anak yang lain udah ngelingkerin meja aja siap untuk belajar. Tapi pas aku dateng yang dibahas masih tentang masalah hotel dan transport. Seenggaknya aku gak telat pembinaan.

Sekitar jam setengah 11 kali ya, kita baru bener-bener belajar. Belajar materi kelas 3 bersama Bu Tutut. Mulai dari respirasi sel, fotosintesis, sampai ke materi kesukannya Titus Dan Devi, si dewa-dewi biologi; Hereditas.

Sumpah memang asik Hereditas ini ada hubungannya sama anu sih(?) Mana Bu Tutut ngejelasinnya pake analogi yang gampang ditangkep. Masih belejar tentang Hereditas, kita sampai pada materi tentang kromosom pria dan wanita. Kromosom pria normal kan 44A + XY dan kromosom perempuan normal 44A + XX. Kalau misalnya -1 seks kromosom wanita akan menjadi 44A + X dan menyebabkan syndrom Turner pada wanita tsb. Sedangkan pada laki-laki, kalau -1 seks kromosomnya akan menjadi 44A + Y dan menyebabkan letal atau mati sebelum lahir.

Jadi teori diatas bisa dianalogikan seperti ini:

Tidak mungkin ada laki-laki yang hidup dengan bentuk kromosom 44A + Y, laki-laki hanya bisa hidup apabila ada bagian kromosom X dari perempuan. Ini bisa diibaratkan seperti kebanyakan laki-laki yang ditinggal mati istrinya / bercerai dalam waktu yang tidak lama mereka akan mencari istri lagi. Beda dengan perempuan, kalau ia ditinggal mati / cerai dengan suaminya, kebanyakan betah jadi janda seumur hidup dibandingkan dengan menikah lagi......

Kesimpulan kasarnya: Perempuan lebih setia dari laki-laki.

Krik.

---------------------------------------------------------------------

Unyu



“Right now, someone you haven’t met is wondering what it would be like to meet someone like you.”
Jangan bersedih, temaaaan :D

------------------------------------------------------------

SELAMAT MENEMPUH UN 2013 YAAA .........

Gak kerasa lusa anak kelas 3 udah mau UN aja. Seharusnya sih 2 hari lalu, tapi ditunda UN-nya-_- Baru denger nih UN ditunda. Kasian anak kelas 3 dapet kabar simpang siur gitu, di tv juga lagi heboh masalah UN, katanya sih UN 2013 jadi UN yang paling buruk. Oke kita gak akan ngebahas masalah UN disini-_-
Sebenernya aku gak pengen anak kelas 3 nya UN, berarti bentar lagi lulus... lalu pergi.... lalu aku ngeliatin siapa(?) krik. Biarpun anak kelas 3 yang UN, aku ikutan ngitung mundur juga lewat pm orang-orang di bbm. Perasaan kemaren masih H min 100 (untuk UN yang seharusnya hari senin), sekarang udah H+2 atau H-2.
Kalo ngeliat anak kelas 3 sekarang kok kayaknya berat banget ya. Mulai dari serentetan ujian, try out, masalah UN, dll... Semoga diberi ketabahan. Aamiin.

Eh baru inget si X sama XX udah kelas 3. Bohong banget sih sebenernya kalo bilang baru inget padahal tiap hari ngitung mundur kelulusannya-___-
Berhubung dua2nya ada di satu lantai yang sama dengan kelasku, jadi 1 semester belakangan ini bener-bener dimanfaatkan untuk menghabiskan waktu bersama(?) menghabiskan waktu bersama maksudnya yaaaaa sama sama. Kita sama-sama belajar di lantai yang sama, masukan-istirahat-pulang di jam yang sama, melewati tangga yang sama, dan kita menghirup udara yang berdekatan. Karena banyak hal yang “sama-sama”, hmm kita mungkin jodoh.

Kelakuan juga suka dadah-dadahin kelasnya tiap lewat sambil bilang “Goodluck UN-nya” dengan sepenuh hati. Padahal dalem hati sempet kepikiran buat doa’in biar mereka gak lul*s, jadi lulusnya bareng aku aja. Astaghfirullah-____-

Sebenernya sedih nginget gak ada lagi yang bikin semangat ke kelas di-lantai-2-yang-paling-ujung (Re: 11 IPA 1), yang bikin senyum senyum sambil ngelirik ke lorong, yang bikin rela bolak balik ke kelas + muter tangga yang jauh cuman buat ngelewatin kelasnya, yang diteriakin pas lagi diparkiran, dan yang fotonya selalu diliatin tiap lewat daftar peserta ujian. Pfffft. Dalam waktu kurang lebih seminggu semua itu akan berakhir(?)
Ini kenapa jadi postingan galau gini-_____-

Btw selamat menempuh UN 2013 kakak-kakak kelas 3 SMANSA! 
Sukses SNMPTN-nya.

Semoga si X dan XX lulus dengan nilai baik, diterima di PTN pilihan masing-masing, lalu jadi orang sukses \m/ Setelah itu..... kita akan bertemu lagi. Haha.

-----------------------------------------------------------------------

Kamis, 11 April 2013

#random

Pidato Kelulusan ar SMA yang menggetarkan dan menggugat kesadaran kita atas makna sistem pendidikan, pidato ini diucapkan oleh Erica Goldson, pelajar di Coxsackie-Athens High School, New York, tahun 2010.

“Saya lulus. Seharusnya saya menganggapnya sebagai sebuah pengalaman yang menyenangkan, terutama karena saya adalah lulusan terbaik di kelas saya. Namun, setelah direnungkan, saya tidak bisa mengatakan kalau saya memang lebih pintar dibandingkan dengan teman-teman saya. Yang bisa saya katakan adalah kalau saya memang adalah yang terbaik dalam melakukan apa yang diperintahkan kepada saya dan juga dalam hal mengikuti sistem yang ada.

Di sini saya berdiri, dan seharusnya bangga bahwa saya telah selesai mengikuti periode indoktrinasi ini. Saya akan pergi musim dingin ini dan menuju tahap berikut yang akan datang kepada saya, setelah mendapatkan sebuah dokumen kertas yang mensertifikasikan bahwa saya telah sanggup bekerja.

Tetapi saya adalah seorang manusia, seorang pemikir, pencari pengalaman hidup – bukan pekerja. Pekerja adalah orang yang terjebak dalam pengulangan, seorang budak di dalam sistem yang mengurung dirinya. Sekarang, saya telah berhasil menunjukkan kalau saya adalah budak terpintar. Saya melakukan apa yang disuruh kepadaku secara ekstrim baik. Di saat orang lain duduk melamun di kelas dan kemudian menjadi seniman yang hebat, saya duduk di dalam kelas rajin membuat catatan dan menjadi pengikut ujian yang terhebat.

Saat anak-anak lain masuk ke kelas lupa mengerjakan PR mereka karena asyik membaca hobi-hobi mereka, saya sendiri tidak pernah lalai mengerjakan PR saya. Saat yang lain menciptakan musik dan lirik, saya justru mengambil ekstra SKS, walaupun saya tidak membutuhkan itu. Jadi, saya penasaran, apakah benar saya ingin menjadi lulusan terbaik? Tentu, saya pantas menerimanya, saya telah bekerja keras untuk mendapatkannya, tetapi apa yang akan saya terima nantinya? Saat saya meninggalkan institusi pendidikan, akankah saya menjadi sukses atau saya akan tersesat dalam kehidupan saya?

Saya tidak tahu apa yang saya inginkan dalam hidup ini. Saya tidak memiliki hobi, karena semua mata pelajaran hanyalah sebuah pekerjaan untuk belajar, dan saya lulus dengan nilai terbaik di setiap subjek hanya demi untuk lulus, bukan untuk belajar. Dan jujur saja, sekarang saya mulai ketakutan...."

Thanks buat Kak ami yang udah ngasih link tentang pidato ini :D

Yap kalo menurut aku memang bener sekarang pelajar berlomba-lomba untuk mendapat nilai tinggi dan menjadi lulusan terbaik, dan kebanyakan memang menganggap nilai adalah segala-galanya, dan tanpa nilai yang baik tidak bisa sukses. Padahal sukses gak tergantung nilai juga kok. Kalau kamu punya bakat dan keahlian, kamu bisa kembangkan dan fokus pada bakatmu itu.
Tapi sistem pendidikan sepertinya kurang mendukung hal tersebut. Untuk dapat memasuki tahap pendidikan selanjutnya, kamu harus memiliki angka baik di akademismu. Sedangkan untuk mengambil kuliah dan jurusan sesuai minat dan bakat, kita juga harus lulus SMA dengan nilai baik. Hmmm.
Pernah pas pelajaran Bahasa Inggris, guruku nanya "Apa yang sudah kamu persiapkan dari sekarang untuk meraih cita-citamu?"
Kebanyakan dari kita menjawab "Belajar yang bener bu, biar dapet nilai bagus, biar bisa ngelanjutin kuliah ke jurusan yang kita mau."
Jadi kesimpulannya kita benar-benar mulai "belajar" setelah lulus SMA. iya kalo kuliah di jurusan yang diinginkan-_- Berarti selama 18 tahun sebelumnya yang kita lakukan hanya berlomba-lomba mencari nilai tinggi......
Gak sedikit juga yang menganggap tujuan sekolah untuk cari nilai. Dan anak-anak bernilai baik itu tidak sedikit juga yang nggak tau apa minat bakat mereka, mau jadi apa mereka, dan kemana akan melanjutkan sekolah. Seperti tidak ada tujuan. Karena dari kecil yang mereka tau, mereka hanya harus mendapatkan nilai yang bagus.
Aku gatau nih aku termasuk yang pro atau yang kontra dengan sistem pendidikan sekarang. Tapi sekedar saran aja, bisa dimulai dari meluruskan niat "Kita belajar bukan untuk mencari nilai, tapi mencari ilmu sebanyak-sebanyaknya". Setelah niat lurus, jangan lupa bikin planning dan tujuan hidup kita. Karena kita gak mungkin hidup tanpa tujuan. Setalah tujuan udah ada, make it happeeeeeeeeeen!!!!!!!

Ini random banget.

-----------------------------------------------------------