Anda Pengunjung Ke :

Senin, 23 Desember 2013

Tidur Sehari Penuh pun Takkan Cukup

.
"Kalau ia hanya bisa kutemui di mimpi, aku rela tidur sepanjang hari selama liburan, walaupun aku tau tidur seharian pun tak membuatku berjumpa dengannya."

Rabu, 18 Desember 2013

Uang Parkir

Entah dari kapan, uang parkir di mall-mall naik semua. Cuman nonton di XXI kurang lebih 2,5 jam, uang parkir mobil udah kena 6000  aja. Gara-gara itu, sekarang uang parkir termasuk pengeluaran yang besar dalam sebulan.

-----

Hari ini aku dan 4 lainnya nonton 99 Cahaya di Langit Eropa jam 14.55 di Cinema XXI salah satu mall di Balikpapan. Aku tiba di mall sekitar jam 2, karena pada awalnya kita memang mau nonton jam 2, tapi berhubung pada telat, akhirnya kami nonton jam berikutnya. Habis nonton kita sholat Ashar lanjut makan di KFC yang lagi diskon 50%. Jadilah aku baru keluar dari mall jam 6 kurang yang artinya kena uang parkir untuk 4 jam.

Aku sudah nyiapin 3000 rupiah untuk uang parkir motor hari ini. Uang itu dan karcisnya saya pegang di tangan kiri dan saya menuju palang keluar tempat bayar parkir. Sendiri. 2 temanku yang lain, yag juga memakai motor tadi, lebih memilih parkir gratis di depan mall, sedangkan aku parkir di parkiran dalam yang berbayar.

Begitu aku menyerahkan karcis dan bersiap menyerahkan uang 3000 rupiah tadi, mba nya bilang “4000 rupiah de”. Mati. Aku hanya menyiapkan 3000 untuk parkir. Jadilah aku mengais-ngais tas kali ada uang seribu dan hasilnya ......nihil. Dalam hati mikir ini uang parkir gabisa ditawar kah ya cuman kurang 1000 aja. Lalu aku iseng ngeraba kantong celana eh ada uang!!!!! Aku berharap itu uang 1000 atau 5000 an. Ternyata uang dikantongku 1 lembar uang 100.000-________-

Sempet mikir ini enaknya nawar uang parkir atau bayar parkir pake 100ribuan ya. Akhirnya kupuskan membayar parkir sebesar 4000 rupiah dengan uang selembar uang 100ribu. Aku paling gasuka mecah uang 100ribu, soalnya jadi cepet habisnya. Tapi mecah uang lebih baik daripada ngutang parkir. Lumayan lama aku nunggu mba nya nyiapin kembalian dan dibelakang sudah lumayan banyak motor yang nunggu. Kembalianku semuanya uang 10.000an atau 5000an dan 1 koin 1000 yang ditotal sampai 96.000. Agak malu juga kalo diliat aku kayak tukang palak dikasih uang sebanyak itu-_-

Yah intinya bijak-bijaklah dalam berlama-lama di mall dan jangan lupa sisihkan uang jajan untuk parkir....

Ungu


Pas SMP, lagi jaman-jamannya ngefans dengan band Indonesia. Aku pas itu, mungkin sampai sekarang, lagi gila banget sama band Ungu, terutama Pasha dan Oncy. Mulai dari alamat email sampai alamat blog ada kata “oncy”-nya. Sebelumnya url blog ini pebioncy.blogspot.com haha-_-

Dulu kalo Ungu lagi ada di tv, temen-temen pada sms “Peb, ada ungu di channel anu”  terus aku lari lari keluar kamar langsung nyalain tv. Yang seru kalau udah ada Ungu di tv, hapeku langsung rame gitu banyak yang sms. Dulu juga salah satu temen aku ada yang ngefans sama D’masiv, tiap ada D’masiv aku langsung sms-nelpon-mention dia.

Penting abisssss....

Senin, 16 Desember 2013

Two Voices One Song


It's so rare to find a friend like you
Somehow when you're around the sky is always blue
The way we talk
The things you say
The way you make it all ok
And how you know
All of my jokes
But you laugh anyway... 
If I could wish for one thing
I take the smile that you bring
Wherever you go in this world I'll come along
Together we dream the same dream
Forever I'm here for you, you're here for me
Oh ooh oh
Two voices, one song
And anywhere you are you know I'll be around
And when you call my name I'll listen for the sound
If I could wish for one thing
I take the smile that you bring
Wherever you go in this world I'll come along
Together we dream the same dream
Forever I'm here for you, you're here for me
Oh ooh oh two voices one song
If I could wish for one thing
I take the smile that you bring
With you by my side I can go on
Now I have all that I need
And the sweetest sound will always be
Oh ooh oh two voices one song
 
^^

Faces of Everyday Corruption in Indonesia

Isi postingan ini saya kutip dari film dokumenter pemenang Anti Corruption Film Festival 2013
------
“Misi mba, menurut mba korupsi itu apa?”

“Korupsi ituuu... mengambil hak orang lain kali ya.”

“Itu bukannya mencuri? Berarti korupsi itu sama saja dengan mencuri?”

“Bisa dibilang gitu , cuman mencuri itu biasanya orang orang kalangan bawah dan tidak berpendidikan, sedangkan korupsi pelakunya orang-orang pintar kalangan atas. Kurupsi bahasa kerennya mencuri gitu kali ya”
-------
“Kenapa korupsi itu bisa ada?”

“Korupsi bisa terjadi karena tidak ada pengawasan, juga karena tidak adanya harga diri
-------
“Apa anda pernah melakukan korupsi?”

“Pernah. Tentu saja pernah. Semua orang pasti pernah korupsi. Seperti waktu sekolah dulu, minta duit ke mama 50ribu buat beli buku, padahal harga bukunya cuman 40ribu. Atau mencontek saat ulangan, atau sering datang terlambat. Ya semua orang pernah melakukan korupsi.”
-----
“Apa korupsi di Indonesia bisa diberantas?”

“Kalau di Indonesia gabisa mas. Susah. Korupsi sudah menjadi budaya dan kebiasaan orang Indonesia. Terlambat dan mencontek di kalangan pelajar sudah menjadi hal yang lumrah dikalangan mereka.”
-----
Luar biasa film dokumenter bertemakan korupsi yang berjudul “Faces of Everyday Corruption in Indonesia” membuat saya –mungkin tidak hanya saya- merinding menyaksikan bangsa ini mempunyai sebuah budaya yang bernama korupsi. Film ini berkisah mengenai makna korupsi dalam keseharian Indonesia. Korupsi yang sejatinya adalah kejahatan para pejabat publik, juga menyebar pada masyarakat kebanyakan. Film ini mencoba menghadirkan pemahaman sekaligus ketidakpahaman mengenai korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Semua kalangan mempunyai pemahamannya sendiri-sendiri.

Disaat memasuki abad ke-20, nagara-negara dibagian barat sedang menikmati kemajuan negeri mereka diberbagai sektor. Sedangkan bangsa ini tetap tepuruk dengan tingkat kemiskinan yang terus meningkat. Mengapa? Semua berakar dari maraknya praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dilakukan oleh oknum-oknum rezim orde baru. Dimana para pejabat semakin kaya dan rakyat semakin miskin. Negeri ini pun dirasuki oleh sebuah budaya perusak bernama korupsi.

Terlambat, ngaret, dan semacamnya juga salah satu praktek korupsi disemua kalangan. Korupsi waktu. Masyarakat kita terbiasa dengan ini dan menerimanya sebagai budaya. Sebagai contoh, seorang pejabat negara memberikan sambutan berupa pidato panjang lebar mengenai korupsi yang harus diberantas. Mari mundur ke 3 jam sebelumnya. Pria ini berjanji untuk memberikan pidato pada pukul 9, tetapi ia baru tiba pukul 10.45. Anehnya orang-orang disana tetap menyimak dengan seksama dan pria ini menyampaikan pidatonya dengan penuh percaya diri tanpa merasa ada yang salah. Menyedihkan, korupsi tanpa sadar sudah diterima oleh masyarakat.

Memang benar rasanya korupsi di Indonesia tidak bisa diberantas, kalu dari masyarakat sendiri sudah menjadikan korupsi sebagai bagian dari hidup mereka, sebagai cara praktis untuk mencapai kemakmuran, dan cara praktis untuk mendapatkan yang mereka inginkan. Jangan biasakan korupsi dalam bentuk apapun dan sekecil apapun sejak kecil. Kalau dari kecil sudah terbiasa melawan korupsi, maka Indonesia akan mempunyai generasi penerus yang lebih baik.

Saya menulis ini bukan karena saya tidak pernah melakukan korupsi. Tetapi jujur saya sedih melihat budaya korupsi di Indonesia yang sudah dianggap wajar. Saya masih sering datang terlambat, saya juga pernah berbuat curang ketika tes, tetapi saya tidak mau ketika besar nanti menjadi seorang  koruptor dan merugikan banyak orang.


:)

Undangan Nikah :'

Ini nih tugas paling gregetnya anak kelas 3 SMA Negeri 1 Balikpapan; bikin undangan nikah. Tugas ini memang sesuai banget dengan materi TIK tentang photoshop dan corelDRAW. Syarat undangannya itu harus dibikin di corelDRAW, harus ada denah, dan fotonya harus editan pake photoshop. Excited banget pas dikasih tugas tapi yang jadi masalah kita cuman dikasih waktu TIGA MINGGU untuk bikin semuanya mulai dari desain sampai nyetak-____-

1 minggu berlalu dan aku sama sekali gada gambaran mau bikin undangan kayak apa. Masuk minggu kedua dapat ide dan langsung kukerjain desainnya selama 2 hari 1 malam nonstop. Stelah desain jadi selang beberapa hari aku ke percetakan. Percetakan adalah tahap terakhir dalam pembuatan undangan nikah. Kukira.

Aku nyetak undanganku di percetakan M (nama dirahasiakan), salah satu dan waktu itu hanya satu-satunya percetakan yang mau terima nyetak 1 undangan. Jadilah anak-anak smansa pada kesana. Hari aku ke percetakan M luamayan rame dan aku harus ngantri lamaaaaa bangeeeeeet. Aku dateng kesana jam 5 sore, baru keluar jam 8 malem. Pertamanya desain yang susah payah kubuat sepenuh hati itu ditolak gara-gara terlalu ribet katanya-____- Tapi alhamdulillah mba-mba desain disana ngerti maksudku kayak apa dan desainku diterima.

2 hari kemudian, aku dateng lagi ke percetakan M buat ngambil undanganku yang katanya sudah jadi. Alhamdulillah lumayan puas sama hasilnya walaupun kesannya polos banget.


Karena terlalu polos aku mutusin buat ngehias undanganku sendiri pake bahan-bahan yang ada di rumah. Taraaaaaa, jadilah undangan handmade. 50% percetakan, 50% nya lagi aku ngerjain sendiri :’]











Pokoknya habis-habisan bangetlah ngerjain tugas ini sampai rela nongkrong 2 hari di percetakan M sampai malem, ngorbanin hari Minggu yang singkat buat ngehias undangan. Tapi Alhamdulillah hasilnya nggak jelek^^