Anda Pengunjung Ke :

Senin, 23 Desember 2013

Tidur Sehari Penuh pun Takkan Cukup

.
"Kalau ia hanya bisa kutemui di mimpi, aku rela tidur sepanjang hari selama liburan, walaupun aku tau tidur seharian pun tak membuatku berjumpa dengannya."

Rabu, 18 Desember 2013

Uang Parkir

Entah dari kapan, uang parkir di mall-mall naik semua. Cuman nonton di XXI kurang lebih 2,5 jam, uang parkir mobil udah kena 6000  aja. Gara-gara itu, sekarang uang parkir termasuk pengeluaran yang besar dalam sebulan.

-----

Hari ini aku dan 4 lainnya nonton 99 Cahaya di Langit Eropa jam 14.55 di Cinema XXI salah satu mall di Balikpapan. Aku tiba di mall sekitar jam 2, karena pada awalnya kita memang mau nonton jam 2, tapi berhubung pada telat, akhirnya kami nonton jam berikutnya. Habis nonton kita sholat Ashar lanjut makan di KFC yang lagi diskon 50%. Jadilah aku baru keluar dari mall jam 6 kurang yang artinya kena uang parkir untuk 4 jam.

Aku sudah nyiapin 3000 rupiah untuk uang parkir motor hari ini. Uang itu dan karcisnya saya pegang di tangan kiri dan saya menuju palang keluar tempat bayar parkir. Sendiri. 2 temanku yang lain, yag juga memakai motor tadi, lebih memilih parkir gratis di depan mall, sedangkan aku parkir di parkiran dalam yang berbayar.

Begitu aku menyerahkan karcis dan bersiap menyerahkan uang 3000 rupiah tadi, mba nya bilang “4000 rupiah de”. Mati. Aku hanya menyiapkan 3000 untuk parkir. Jadilah aku mengais-ngais tas kali ada uang seribu dan hasilnya ......nihil. Dalam hati mikir ini uang parkir gabisa ditawar kah ya cuman kurang 1000 aja. Lalu aku iseng ngeraba kantong celana eh ada uang!!!!! Aku berharap itu uang 1000 atau 5000 an. Ternyata uang dikantongku 1 lembar uang 100.000-________-

Sempet mikir ini enaknya nawar uang parkir atau bayar parkir pake 100ribuan ya. Akhirnya kupuskan membayar parkir sebesar 4000 rupiah dengan uang selembar uang 100ribu. Aku paling gasuka mecah uang 100ribu, soalnya jadi cepet habisnya. Tapi mecah uang lebih baik daripada ngutang parkir. Lumayan lama aku nunggu mba nya nyiapin kembalian dan dibelakang sudah lumayan banyak motor yang nunggu. Kembalianku semuanya uang 10.000an atau 5000an dan 1 koin 1000 yang ditotal sampai 96.000. Agak malu juga kalo diliat aku kayak tukang palak dikasih uang sebanyak itu-_-

Yah intinya bijak-bijaklah dalam berlama-lama di mall dan jangan lupa sisihkan uang jajan untuk parkir....

Ungu


Pas SMP, lagi jaman-jamannya ngefans dengan band Indonesia. Aku pas itu, mungkin sampai sekarang, lagi gila banget sama band Ungu, terutama Pasha dan Oncy. Mulai dari alamat email sampai alamat blog ada kata “oncy”-nya. Sebelumnya url blog ini pebioncy.blogspot.com haha-_-

Dulu kalo Ungu lagi ada di tv, temen-temen pada sms “Peb, ada ungu di channel anu”  terus aku lari lari keluar kamar langsung nyalain tv. Yang seru kalau udah ada Ungu di tv, hapeku langsung rame gitu banyak yang sms. Dulu juga salah satu temen aku ada yang ngefans sama D’masiv, tiap ada D’masiv aku langsung sms-nelpon-mention dia.

Penting abisssss....

Senin, 16 Desember 2013

Two Voices One Song


It's so rare to find a friend like you
Somehow when you're around the sky is always blue
The way we talk
The things you say
The way you make it all ok
And how you know
All of my jokes
But you laugh anyway... 
If I could wish for one thing
I take the smile that you bring
Wherever you go in this world I'll come along
Together we dream the same dream
Forever I'm here for you, you're here for me
Oh ooh oh
Two voices, one song
And anywhere you are you know I'll be around
And when you call my name I'll listen for the sound
If I could wish for one thing
I take the smile that you bring
Wherever you go in this world I'll come along
Together we dream the same dream
Forever I'm here for you, you're here for me
Oh ooh oh two voices one song
If I could wish for one thing
I take the smile that you bring
With you by my side I can go on
Now I have all that I need
And the sweetest sound will always be
Oh ooh oh two voices one song
 
^^

Faces of Everyday Corruption in Indonesia

Isi postingan ini saya kutip dari film dokumenter pemenang Anti Corruption Film Festival 2013
------
“Misi mba, menurut mba korupsi itu apa?”

“Korupsi ituuu... mengambil hak orang lain kali ya.”

“Itu bukannya mencuri? Berarti korupsi itu sama saja dengan mencuri?”

“Bisa dibilang gitu , cuman mencuri itu biasanya orang orang kalangan bawah dan tidak berpendidikan, sedangkan korupsi pelakunya orang-orang pintar kalangan atas. Kurupsi bahasa kerennya mencuri gitu kali ya”
-------
“Kenapa korupsi itu bisa ada?”

“Korupsi bisa terjadi karena tidak ada pengawasan, juga karena tidak adanya harga diri
-------
“Apa anda pernah melakukan korupsi?”

“Pernah. Tentu saja pernah. Semua orang pasti pernah korupsi. Seperti waktu sekolah dulu, minta duit ke mama 50ribu buat beli buku, padahal harga bukunya cuman 40ribu. Atau mencontek saat ulangan, atau sering datang terlambat. Ya semua orang pernah melakukan korupsi.”
-----
“Apa korupsi di Indonesia bisa diberantas?”

“Kalau di Indonesia gabisa mas. Susah. Korupsi sudah menjadi budaya dan kebiasaan orang Indonesia. Terlambat dan mencontek di kalangan pelajar sudah menjadi hal yang lumrah dikalangan mereka.”
-----
Luar biasa film dokumenter bertemakan korupsi yang berjudul “Faces of Everyday Corruption in Indonesia” membuat saya –mungkin tidak hanya saya- merinding menyaksikan bangsa ini mempunyai sebuah budaya yang bernama korupsi. Film ini berkisah mengenai makna korupsi dalam keseharian Indonesia. Korupsi yang sejatinya adalah kejahatan para pejabat publik, juga menyebar pada masyarakat kebanyakan. Film ini mencoba menghadirkan pemahaman sekaligus ketidakpahaman mengenai korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Semua kalangan mempunyai pemahamannya sendiri-sendiri.

Disaat memasuki abad ke-20, nagara-negara dibagian barat sedang menikmati kemajuan negeri mereka diberbagai sektor. Sedangkan bangsa ini tetap tepuruk dengan tingkat kemiskinan yang terus meningkat. Mengapa? Semua berakar dari maraknya praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dilakukan oleh oknum-oknum rezim orde baru. Dimana para pejabat semakin kaya dan rakyat semakin miskin. Negeri ini pun dirasuki oleh sebuah budaya perusak bernama korupsi.

Terlambat, ngaret, dan semacamnya juga salah satu praktek korupsi disemua kalangan. Korupsi waktu. Masyarakat kita terbiasa dengan ini dan menerimanya sebagai budaya. Sebagai contoh, seorang pejabat negara memberikan sambutan berupa pidato panjang lebar mengenai korupsi yang harus diberantas. Mari mundur ke 3 jam sebelumnya. Pria ini berjanji untuk memberikan pidato pada pukul 9, tetapi ia baru tiba pukul 10.45. Anehnya orang-orang disana tetap menyimak dengan seksama dan pria ini menyampaikan pidatonya dengan penuh percaya diri tanpa merasa ada yang salah. Menyedihkan, korupsi tanpa sadar sudah diterima oleh masyarakat.

Memang benar rasanya korupsi di Indonesia tidak bisa diberantas, kalu dari masyarakat sendiri sudah menjadikan korupsi sebagai bagian dari hidup mereka, sebagai cara praktis untuk mencapai kemakmuran, dan cara praktis untuk mendapatkan yang mereka inginkan. Jangan biasakan korupsi dalam bentuk apapun dan sekecil apapun sejak kecil. Kalau dari kecil sudah terbiasa melawan korupsi, maka Indonesia akan mempunyai generasi penerus yang lebih baik.

Saya menulis ini bukan karena saya tidak pernah melakukan korupsi. Tetapi jujur saya sedih melihat budaya korupsi di Indonesia yang sudah dianggap wajar. Saya masih sering datang terlambat, saya juga pernah berbuat curang ketika tes, tetapi saya tidak mau ketika besar nanti menjadi seorang  koruptor dan merugikan banyak orang.


:)

Undangan Nikah :'

Ini nih tugas paling gregetnya anak kelas 3 SMA Negeri 1 Balikpapan; bikin undangan nikah. Tugas ini memang sesuai banget dengan materi TIK tentang photoshop dan corelDRAW. Syarat undangannya itu harus dibikin di corelDRAW, harus ada denah, dan fotonya harus editan pake photoshop. Excited banget pas dikasih tugas tapi yang jadi masalah kita cuman dikasih waktu TIGA MINGGU untuk bikin semuanya mulai dari desain sampai nyetak-____-

1 minggu berlalu dan aku sama sekali gada gambaran mau bikin undangan kayak apa. Masuk minggu kedua dapat ide dan langsung kukerjain desainnya selama 2 hari 1 malam nonstop. Stelah desain jadi selang beberapa hari aku ke percetakan. Percetakan adalah tahap terakhir dalam pembuatan undangan nikah. Kukira.

Aku nyetak undanganku di percetakan M (nama dirahasiakan), salah satu dan waktu itu hanya satu-satunya percetakan yang mau terima nyetak 1 undangan. Jadilah anak-anak smansa pada kesana. Hari aku ke percetakan M luamayan rame dan aku harus ngantri lamaaaaa bangeeeeeet. Aku dateng kesana jam 5 sore, baru keluar jam 8 malem. Pertamanya desain yang susah payah kubuat sepenuh hati itu ditolak gara-gara terlalu ribet katanya-____- Tapi alhamdulillah mba-mba desain disana ngerti maksudku kayak apa dan desainku diterima.

2 hari kemudian, aku dateng lagi ke percetakan M buat ngambil undanganku yang katanya sudah jadi. Alhamdulillah lumayan puas sama hasilnya walaupun kesannya polos banget.


Karena terlalu polos aku mutusin buat ngehias undanganku sendiri pake bahan-bahan yang ada di rumah. Taraaaaaa, jadilah undangan handmade. 50% percetakan, 50% nya lagi aku ngerjain sendiri :’]











Pokoknya habis-habisan bangetlah ngerjain tugas ini sampai rela nongkrong 2 hari di percetakan M sampai malem, ngorbanin hari Minggu yang singkat buat ngehias undangan. Tapi Alhamdulillah hasilnya nggak jelek^^


Minggu, 17 November 2013

Lokasi Kelas

Sejak naik kelas 3, atribut seragam sekolah ditambah lagi yaitu lokasi kelas dibawah lokasi sekolah. Kalo diliat jadi kayak alay gitu nah ada lokasi kelasnya. Atribut sebelumnya aja aku belum lengkap udah disuruh nambah atribut baru. Tapi sisi positifnya ya kelas 3 nya makin berasa (?) Aku dari dulu paling malas pasang atribut seragam lengkap, sampai kelas 3 ini, semua seragamku ga ada namanya, dan ada 1 seragam putih yang polos sama sekali.____.v

Agak gak guna gitu pasang atribut kebanyakan, soalnya aku sekolah pakai kerudung jadi semua atribut2 wajib tadi ketutupan. Sampai sekarang Alhamdulillah belum pernah kepergok guru pake baju polos sama sekali atau yang gak ada namanya wkwk.

Tapi semenjak awal kelas 3 peraturan diperketat dan sialnya wali kelas perhatian banget sama atribut seragam. Hampir tiap upacara seragam diperiksa dan yang galengkap dapet hukuman. Udah 2 kali dapet teguran, aku belum juga mau pasang lokasi kelas di seragam putih. Sampai wali kelas kasih peringatan terakhir baru akhirnya aku pasang lokasi kelas, tapi cuman di satu baju..... haha. Berharapnya pas ada rajia seragam aku lagi pake yang ada lokasi kelasnya. Sayangnya aku sial-___- 2 kali rajia pas aku lagi gak pake seragam yang ada lokasi kelasnya. Sekali sempet lolos itu pas UTS, wakepsek dateng ke kelas-kelas ngecek murid-murid yang seragamnya gak lengkap. Untung bajuku ketutup kerudung jadi bapaknya gak bisa liat atributku lengkap atau gak waha.

Ternyata gak cuman aku sendiri yang malas pake lokasi kelas. Anak-anak yang lain juga banyak yang lokasi kelasnya cuman tempelan.....

Kamis, 31 Oktober 2013

Pffttt

(re-post from my Tumblr)

That feeling when.....

When you try your best but you don’t succeed
When you get what you want, but not what you need
When you feel so tired but you can’t sleep
Stuck in reverse.....


Hhh, sometimes life isn’t fair, right?
Let me being fixed.

Ilmu Harus Dicari


“Tuhan akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu diantara kamu”

Jangan mau jadi orang bodoh. Jangan mau jadi orang tertinggal. Jangan mau jadi orang malas. Saat orang lain berlomba mencari ilmu, jangan diam dan berharap ilmu itu akan datang padamu. Apa yang bisa dikerjakan oleh seorang manusia tak berilmu?


Ingat, ilmu itu luas. Ilmu tak hanya pelajaran membosankan di kelas. Cari dan gali ilmu sedalam-dalamnya agar kamu kaya. Terus memperkaya ilmu itu dengan membagikannya kepada orang lain yang belum tahu, agar ilmu tersebut tak pernah putus J

Selasa, 29 Oktober 2013

Menulis

“Kenapa kamu terus menulis jika kamu merasa tulisanmu tidak menarik?”
“Karena aku menyukainya...........”

Itu adalah renungan kecil beberapa hari yang lalu sebelum tidur. Seperti biasa, malam itu insomnia menyerang. Sambil berusaha biar ngantuk, aku iseng buka blog ku sendiri dan membaca postingan 2 tahun lalu. Iuh jibang gak banget. Itu kesan pertamaku saat membacanya. Bagaimana bisa saat itu aku mempublikasikan tulisan seperti itu dan meminta orang lain untuk membacanya. Tulisan itu sangat sederhana, banyak terdapat kesalahan pengetikan, dan banyak kalimat sumbang tiap paragrafnya.

Aku mulai menulis blog pada Januari 2009, saat itu aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas 1. Setiap hari yang kukerjakan hanya bermain dengan blogku. Dalam sebulan bisa sampai 10 postingan yang hampir semuanya tidak penting. Tapi biarpun begitu, aku terus menulis sampai sekarang. Tanpa tahu untuk apa dan apa manfaatnya untukku.

Oktober 2013 ini adalah tahun kelima-ku menulis di blog ini. Sampai sekarang aku merasa tulisanku masih tidak enak dibaca. Tapi sampai sekarang pula tidak ada niat untuk berhenti menulis di blog ini. Malam itu aku sedikit memikirkan alasannya. Ternyata begitu sederhana, aku terus menulis karena aku menyukainya, karena aku suka bercerita, dan karena aku baru sadar kalau merangkai kata dan kalimat adalah kelemahanku.

Lalu aku bertanya pada diriku sendiri. “Bagaimana bisa kamu mengatakan kamu suka menulis tapi kamu terbatas dalam merangkai kalimat?”
Ternyata aku menjawab, “Aku harus mengatasi keterbatasan itu.”

Dulu (mungkin sampai sekarang) aku adalah seorang pemalu yang susah menempatkan diri pada tempatnya, yang mudah kehabisan kata-kata, serta tidak cakap dalam menulis dan berbahasa. Semua itu karena keterbatasanku dalam merangkai kalimat demi kalimat yang harus kuucapkan. Rasanya perlu persiapan khusus setiap aku harus tampil di depan umum. Untuk maju kedepan kelas setiap tugas bahasa Indonesia pun rasanya beraaaaaat, ketakutan tak bisa berbicara. Keterbatasan ini sangat tidak nyaman untukku.

Aku terus menulis tanpa tau apa tujuannya. Aku bersyukur aku tidak berhenti menulis saat SMP.  Tidak pernah terpikir olehku sebelumnya, sampai beberapa hari yang lalu aku membaca sebuah artikel yang intinya mengatakan bahwa menulis artikel dan bercerita dapat melatih otakmu untuk berpikir. Dengan menulis rutin, tanpa kamu sadari, otakmu akan terbiasa dalam merangkai kalimat menjadi suatu bacaan yang baik.

Prinspiku adalah 1 postingan setiap bulan, boleh lebih tidak boleh kurang dan prinsip itu kupegang sampai sekarang, kurang lebih sudah 4 tahun. Selama 4 tahun tanpa sadar aku terus berlatih dan bermain dengan kalimat, aku berlatih untuk menciptakan sebuah bacaan dan cerita yang layak untuk dipublikasikan, dan aku berlatih menempatkan diriku dalam setiap artikel yang kutulis. Alhamdulillah, aku merasa keterbatasan itu mulai menghilang. Walaupun tulisanku belum bisa dikatakan bagus, setidaknya kurasa ia menjadi lebih baik tiap bulannya.

Aku pun mencoba menghilangkan sifat pemaluku. Aku ikut organisasi, tampil didepan umum setiap ada kesempatan dan bersosialisasi dengan orang-orang dengan berbagai tipe kepribadian. Tidak sepenuhnya berhasil tetapi tidak sepenuhnya gagal juga. Tetapi, keterbatasan bahasaku mulai hilang. Kurasa hal itu ada hubungannya dengan rutinitas menulis setiap bulannya.

Aku akan terus menulis, insya Allah. Aku semakin menyukainya ketika tahu menfaatnya begitu besar. Aku punya cita-cita menjadi seorang yang cakap berbahasa. Susah dan memakan waktu yang sangat lama pastinya karena kenyataannya aku terbatas dalam hal itu. Tapi bukan berarti tidak mungkin, kan?
.Aku membiasakan diri untuk hal yang menurutku baik untukku. Keterampilan berbahasa (berbicara dan menulis) sangat penting untuk kedepannya. Karena aku sadar pentingnya 2 hal itu, aku tidak bisa pasrah dengan keterbatasanku. Bukan berarti aku tidak menerima kekuranganku, aku hanya mencoba mengatasinya.

Terakhir, terus lakukan hal yang kamu suka, jika kamu merasa hal itu baik dan bermanfaat untukmu nantinya.

“Jika kau terus melakukan hal yang kau sukai, setidaknya ada satu orang yang menyukainya”


Bukan Plin-Plan

“People are people that sometimes we change our mind”

Heran juga kenapa anak muda sekarang (mungkin aku salah satunya) gengsi banget ngubah pendapat atau mengakui pendapat orang lain lebih baik. Untuk mengubah pendapatnya misalnya, mereka takut banget dibilang plin-plan atau labil. Padahal dalam berpendapat kita harus menyampaikan apa yang terbaik menurut kita.

Plin-plan itu manusiawi kok. Itu tandanya kita berpikir lagi untuk sesuatu yang lebih baik. Kalau memang gak kuat dikatain labil, atau super gengsi untuk mengubah pendapat, lebih baik dipikir matang-matang dulu deh. Hehehe

Selasa, 15 Oktober 2013

Idul Adha


Selamat Hari Raya Idul Adha sahabat-sahabat muslim diseluruh dunia dan selamat ulang tahun raja assist, Mesut Oezil^^

Siapapun setujua kalau suasana hari raya adalah yang paling ngangenin. Suasana yang cuman bisa dirasain 2 kali dalam setahun. “Alunan takbir bergema disetiap sudut kota, bersatu bersama kicauan burung dan ayam yang saling bersahutan... Harmoni alam.” -@akbarrisme

Selain takbir, hari raya juga selalu dikaitkan dengan berkumpul bersama keluarga. Bersyukur sejuta kali dihari ini masih memiliki keluarga lengkap yang masih bisa saling bermaafan, saling berbagi senyum, dan merasakan bahagianya makan masakan buatan mama di rumah. Idul Adha tahun ini kakakku sempetin pulang ke Balikpapan, jadi keluargaku lengkap ber-enam^^

Pagi-pagi buka twitter banyak kakak kelas yang ngetweet tentang Idul Adha pertama mereka tanpa bersama keluarga. Pasti beda banget suasananya, yang biasa pergi sholat Ied bareng-bareng, harus pergi sendiri, yang biasa dibikinin masakan enak, cuman makan seadanya di kosan. Ngebayanginnya aja udah gaenak. Alhamdulillah aku belum pernah ber-hari raya tanpa keluarga. Belum sanggup bayangin kalau harus pisah dari abah-mama.....

Cerita asal mula Qurban juga salah satu kesukaanku. Cerita nabi yang paling kuhafal mati dari SD. Sampai sekarang masih merinding tiap ingat betapa taatnya Nabi Ismail kepada Allah dan orang tuanya sampai ia rela disembelih saat tau Allah memerintahkan hal itu pada ayahnya. Luar biasa pula ketaatan Nabi Ibrahim pada Allah ketika ia diperintahkan untuk menyembelih putranya. Tapi Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba. Maha Suci Allah SWT.

Gak kebayang kalau Nabi Ibrahim jadi menyembelih putranya, maka sampai sekarang berapa banyak ayah yang tega menyembelih anaknya sendiri dan berapa banyak ayah yang melanggar perintah Allah untuk menyembelih anaknya.

Jadi berqurbanlah dengan ikhlas, qurbankan hewan terbaikmu. Mereka akan mendoakan kebaikan untukmu di surga. Aku pengen juga ikut berqurban, tapi belum punya penghasilan sendiri haa-___-

Selamat Idul Adha sekali lagi, teman-teman. Maaf ya kalo postingan ini jadi nyambung kemana-mana, lagi gak konsen gara-gara kepikiran makanan di luar.
.....
"Lebaran... Bukan berarti lebarin badan"

Eh tertohok-___-

Senin, 14 Oktober 2013

Mini Galeri



Ini dinding kamarku yang cukup sukses kucoret-coret belakangan ini. Entah konsepnya dapet atau gak, ceritanya dinding kamarku adalah Mini Gallery lukisanku dengan nama Gallery Pebiart. Ini semacam obsesi yang belum kesampaian. Sekarang baru bisa bikin galeri-galeri-an aja di kamar. Nanti kalau sudah pro dan ada rejeki, InsyaAllah bakal punya galeri yang beneran. Aamiin.

Aku seneng banget pas dibolehin nyoret-nyoret dinding sama mamah, tapi syaratnya coretannya harus bagus. Agak takut gitu pas liatin ke mama dan alhamdulillah mama suka. Untuk “nyoret” 1 sisi dinding kamar aku perlu waktu seharian dan itupun belum selesai gara-gara tinta hitamnya habis-____- Kalau disuruh gambar aja tahan ngerjain seharian, tapi kalau disuruh baca biologi, aku perlu paksaan + motivasi berlapis-lapis. Sempet kepikir buat jadi pelukis aja nantinya, tapi orang tua pasti gak setuju dan prospek kerjanya kurang....

Tapi.... siapa sih yang gak senang kalau digaji untuk hal yang disukai? Haha


Koyo


Kemaren super super banget capeknya. Hari Jum’at-Sabtu ada acara training di SMA 6, Minggunya lanjut acara Anti Corruption Film Festival di STIE Madani. Hari Minggu disuruh dateng jam 7 dan aku baru bangun jam 6-_____- akhirnya cuman mandi dan gasempet sarapan. Di STIE Madani ternyata gerah banget, mungkin gara-gara kebanyakan orang ditambah lagi acaranya sampe sore dan disana jadi MC dadakan. Capek badai tapi as usual, tetap seru :D

Aku pulang ke rumah sekitar jam 5 dengan badan sudah pretelan dan langsung diajakin makan malem sama mamah gara-gara di rumah gada lauk. Pulang makan pegel semua mulai kepala sampai kaki-_____-

Tiba-tiba aku inget pas acara AIIG bulan Juli kemaren, itu lebih-lebih lagi pegelnya. Bayangin aja lagi puasa, seharian keliling-keliling GBK dan hampir gada duduk sama sekal, kaki udah gada rasanya lagi saking pegelnya. Pas itu Hani ngasih aku koyo Salonpas dan itu adalah pertama kalinya aku nyobain pakai koyo. Rasanya agak panas dan menggigit(?) Besoknya kakiku gak pegel lagi. Asli kagum banget sama koyo.....

Sejak AIIG itu aku jadi suka pake koyo. Haha-____-v

Sabtu, 12 Oktober 2013

Cari Duit

Tadi siang adlah hari terakhir acara Training Kader Bangsa oleh Tim Starnas Universitas Gadjah Mada di SMAN 6 Balikpapan. Kegiatan hari ini full outdoor dan super banget capeknya. Kegiatan terakhir hari ini adalah yang paling menarik menurutku. Nama kegiatannya adalah “Cari Duit Untuk Makan”. Untuk bisa makan siang, tiap peserta harus cari duit minimal 50.000 untuk membeli makan. Untuk memperoleh uang segitu yaaaaaa kita harus bekerja.

Kita udah ngebayangin bakal disuruh jualan atau tambal ban atau jadi pemulung gitu soalnya kegiatan sebelumnya kita kunjungan ke pabrik tahu, bengkel tambal ban, dan pemulung. Disitu kita harus bantu-bantu kegiatan yang disana.

Ternyata bukan disuruh jualan atau tambal ban. “Uang 50.000 maksudnya dalah kupon yang kalau ditotal mencapai 50.000, sedangkan “bekerja” itu maksudnya kita diberi banyak tantangan dengan 3 aspek berbeda, tiap berheasil melewati tantangan, kita kan diberi kupon  yang berbeda-beda nominalnya.

Aku memilih 3 dari 4 aspek yang ada; ibadah fisik dan seni. Untuk fisik aku memilih tantangan untuk berlalri mengelilingi lapangan sebanyak 4 putaran dimana tiap putaran diberi kupon 5000. Jadi dari tantangan keliling lapangan aku udah dapet 20.000. Untuk aspek ibadah aku pilih sholat dhuna, Alhamdulillah aku udah sholat Dhuha pas istirahat pagi, jadi langsung dapet kupon 10.000 hehe. Untuk aspek seni, aku milih melukis 2 gambar yang tiap gambarnya bernilai 5.000, jadi dari menggambar aku dapet 10.000. Alhamdulillah aku udah dapet 50.000 sebelum batas waktu penukaran kupon habis.

Ternyata gak semuanya bisa dapet 50.000. Kupon sudah habis sebelum batas penukaran ditutup. Jadi ada yang dapet duit sampai 90.000 dan ada juga yang gak dapet duit sama sekali. Ternyata gak main-main, yang gak bisa dapet sampai 50.000 gak dapet makan siang.

Permainan ini berkesan banget. Kita jadi tau cari uang memang gak gampang dan hidup kadang tidak mengenal toleransi. Dari permainan ini aku belajar untuk bertahan hidup, kita harus kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Jangan suka menyia-nyiakan waktu, karena Tuhan saja bersumpah demi waktu, sombong sekali kalau kita menyiakan waktu.


Terimakasih juga kepada penyelenggara Training Kader Bangsa 2 hari ini. Training yang mengasah dan meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Acaranya luar biasa^^

Teman Hidup


“Didekatnya aku lebih tenang
Bersamanya jalan lebih terang
Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
....
Bersama arungi derasnya waktu”

Pernah gak sih kebayang punya sahabat yang selalu bareng-bareng hampir 6 tahun dan gak pernah kehabisan bahan untuk dicurhatin tiap hari?
Gak. Aku juga gak pernah kebayang sebelumnya. Punya teman aja udah Alhamdulillah, tapi ternyata Allah memberi lebih dari teman.

Tangan-Tangan Tuhan
Alhamdulillah 10000000000000000000000000000000000x aku dititipi sahabat-sahabat yang bukan sahabat-sahabatan. Kalau sekarang bisa dibilang sahabat adalah nikmat dalam hidup, partner untuk menikmati hidup.

Mereka adalah tangan-tangan Tuhan. Merangkul ketika masalahku terasa berat, menunggu dengan sabar jika aku tertinggal di belakang, menegurku jika aku mulai keluar dari jalaNnya, menampung keluhanku yang tak ada habisnya, membelaku ketika aku benar, dan pemberi semangat ditengah keputus asaan.
Entah sampai tangan-tangan itu akan bersamaku. Kalaupun nantinya jauh, aku harap tangan tangan itu tak pernah lepas, karena jarak bukanlah penghalang.

Partner Mimpi
Katanya, mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia. Benar. Tapi kita gak mungkin menaklukkan dunia sendirian. Kita perlu partner!

Kita semuanya yakin tak mungkin ada seorangpun yang menjalani hidup tanpa impian.  Aku dan sahabat-sahabatku adalah partner mimpi. Kami saling bercerita harapan, cita-cita dan harapan nantinya di masa depan dan kamilah calon pemimpin-pemimpin di dunia.

Kami bermimpi untuk memiliki keluarga yang bahagia nantinya, kami bermimpi untuk menjadi profesi yang kami inginkan, dan bahkan kami berharap untuk saling berjodoh nantinya. Yang menarik disini, kami selalu berharap akan dipertemukan kembali dimasa mendatang jika kami memang harus berpisah. Kami berjanji untuk menjadi orang yang manfaat dan saat waktunya bertemu lagi, kami sudah meraih cita-cita masing-masing dan sudah berkeluarga insya Allah.

Bermimpi bersama-sama itu ternyata menyenangkan, saling melengkapi mimpi masing-masing dan aku selalu berharap semoga kami tak hanya menjadi Partner Mimpi, tapi kami juga harus menjadi Partner Masa Depan^^

Tempat Sampah
Tidak semua orang menceritakan masalhnya untuk mendapatkan solusi. Banyak juga diantara kita yang hanya ingin bercerita dan hanya ingin didengarkan. Beban berlebihan di hati memang perlu dikeluarkan. Mereka dengan senang hati menyisakan ruang untuk menampung bebanku. Semua yang membuatku bersedih akan membuat mereka marah dan semua yang membuatku bahagia, juga bahagia untuk mereka.
Mereka bisa saja muak dengan keluhanku yang tidak penting dan kekanak-kanankkan. Tapi mereka dengan sabar mendengarkan karena mereka tau aku hanya ingin bercerita. Rasanya lega sudah mengeluarkan beban-beban dihati. Tidak semua orang mau menyisakan tempat untuk menampung beban orang lain. Tapi mereka berbeda. Maaf kalau “sampah”ku terlalu banyak

Keluarga
Orang-orang itu adalah teman? Lebih dari itu.
Orang-orang itu adalah sahabat? Ya. Lebih dari itu.

Sering aku merasa mereka yang penuh dengan kasih sayang dan ketulusan itu lebih dari sahabat-sahabatku. Mereka adalah saudara untukku. Kakak dan adik dari orang tua yang berbeda, dipersatukan oleh Tuhan di tempat dan waktu yang tepat.

Do’a
Mereka adalah bagian dari do’aku. Kebahagiaan, kesehatan, dan kesuksesan mereka adalah bagian dari harapanku. Terimakasih sudah membuat hari-hari lebih cerah dan bermakna^^


Salam Cinta, 
Pebriani Artha

Kamis, 10 Oktober 2013

Shine Like Pretty Light

“I was 16 and suddenly I wasn’t that little girl you used to see,
                But your eyes still shine, like pretty light”

Mereka bilang aku yang dulu jorok, gatau malu, kudet, dan gaptek. Entah dia sependapat dengan mereka atau tidak. Dia yang dulu nakal, usil, gendut, dan berantakan. Entah mereka sependapat denganku atau tidak. Masuk SMA, kata mereka dia berubah dan aku juga berubah. Semuanya berubah.


Tapi ada 1 yang tetap sama. His eyes still shine like pretty light.

Di Sekolah

“I used to hide and watch you from a distance, and I knew you realize...
                I was looking for a time to get closer, at least to say Hello...”

Kangen. Kangen ngeliatin kelasnya diujung lorong tiap ada kesempatan. Kangen buru-buru keluar kelas pas istirahat cuman buat liat dia jalan ke musholla. Kangen ngintip-ngintip dari celah pintu kelasnya yang hampir selalu tertutup rapat. Kangen diem-diem ngeliatin ternyata ketahuan. Kangen senyum-senyum sendiri tiap diolokin teman-temannya. Kangen. Iya. Kangen.


“Aku kangen kamu. Tapi.... kamu pasti gak baca ini.” -@landakgaul

Tantangan Menulis Setiap Hari

Kali ini mencoba tantangan blog yang lebih ekstrim lagi, yaitu Tantangan Menulis Setiap Hari. Namanya aja udah berat kayaknya. Aku dan Mayasti, mungkin nanti ditambah beberapa orang lagi, ikut, lebih tepatnya bikin tantangan ini. Jadi kita harus memposting minimal 1 postingan di blog masing-masing dan tiap postingan minimal 1 paragraf atau 5 kalimat. Kalau ada yang gak ngeposting, siap-siap kena sanksi. Entah sanksi nya apa....

Kalau dipikir kayaknya gamungkin ya bisa jalanin tantangan yang ini, tapi dicoba aja dulu, diliat dapetnya semana. Yang jadi tantangan sebenarnya itu bukan “setiap hari” nya, tapi topik apa yang harus kita tulis, karena biasanya  orang lebih suka menulis dengan tema yang sudah ditentukan dibandingkan dengan tema bebas

Berhubung tantangan ini gak pakai topik khusus, jadi mohon maaf mungkin postingan-postingan setelah ini agak random dan singkat. Insya Allah, kalo sanggup di Tantangan Menulis Setiap Hari ini, otak jadi terlatih untuk berpikir, imajinasi jalan, dan bisa curhat random tiap hari.
Motto untuk tantangan ini adalah.....

“Sampaikanlah walau hanya 1 paragraf”

Fighting!!! Semoga ‘Tantangan Menulis Setiap Hari”  ini bisa berubah menjadi “Gerakan Menulis Setiap Hari” ^^


Kamis, 12 September 2013

Pekerjaan Pekerja yang Bekerja Keras

Beberapa minggu lalu hari Senin pagi, masih awal masuk semester lima, masih dengan adaptasi pulang jam 4 sore, tanpa semangat aku berangkat ke sekolah diantar abah. Pagi itu masih belum bisa menerima kenyataan kalau ternyata sudah Senin lagi dan seperti biasa, di mobil kami mendengarkan siaran radio. Tidak ada yang khusus dari siaran radio pagi itu sampai aku mendengarkan sebuah iklan  atau semacamnya.

“Saya Rini. Kemarin saya bertemu dan berbincang dengan atasan atasannya atasan atasan atasan atasan atasan atasan ... atasannya saya. Dia adalah bos besar perusahaan berbasis internasional tempat saya bekerja. Saking jauhnya jabatan antara kami, mungkin dia tidak tau ada orang seperti saya bekerja di salah satu cabang perusahaannya di Indonesia. Adalah suatu kehormatan besar untuk saya bisa berbincang dengannya.

Dia bercerita kalau di Eropa, tidak dibenarkan untuk datang bekerja terlalu pagi dan pulang terlalu larut. Waktu bekerja disana rata-rata dimulai pukul 8 pagi dan selesai pukul 17 sore. Begitu pukul 17 sore, semua pegawai harus menghentikan pekerjaannya dan pulang ke rumah. Hari bekerja hanya sampai hari Jum’at, pegawai memiliki waktu libur selama 2 hari.

Bagaimana dengan Indonesia? Bos saya bertanya kepada saya.

Disini (Indonesia) rasanya tidak mungkin bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum jam 5 sore, hal itu menyebabkan kami (pekerja di Indonesia) memerlukan tambahan waktu atau lembur untuk menyelesaikannya. Tak jarang kami pulang larut malam dan datang pagi buta untuk bekerja. Apalagi kalau ingin mendapatkan promosi, kami bekerja habis-habisan menghabiskan waktu di kantor, bahkan kami rela mengorbankan hari libur kami untuk bekerja.”

Bisa dilihat bedanya? Pekerja di Indonesia adalah “pekerja keras”

Lalu ada pertanyaan,
Kenapa Indonesia tidak lebih maju dari negara-negara di Eropa padahal SDM nya mampu bekerja begitu kerasnya?

Di Indonesia kita dididik dengan ungkapan Siapa yang Bekerja Lebih Keras, maka akan Sukses. Anggapan ini gak sepenuhnya salah, hanya saja perwujudan kata “bekerja lebih keras” ini dilakukan dengan bekerja lebih lama. Semakin lama waktu yang digunaka untuk bekerja, semakin keras pula usahanya. Tidak tanggung-tanggung, pekerja di Indonesia rela menghabiskan 7 hari dalam seminggu dan 24 jam dalam sehari yang mereka miliki untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Tidak ada kegiatan lain selain bekerja.

Bekerja terus-terusan membuat mereka cepat jenuh dan menyebabkan tingkat produktifitas menurun, parahnya lagi mereka bahkan bisa membenci apa yang mereka lakukan. Pekerja yang tidak produktif tidak akan menciptakan inovasi dan kemajuan di tempatnya bekerja.

Pekerja-pekerja di Eropa tidak mau mengorbankan seluruh waktunya untuk bekerja. Setelah jam kerja selesai, mereka kembali ke rumah, bertemu keluarga, dan menggunakan hari libur mereka dengan baik, melupakan sejenak pekerjan di kantor.

Pekerja Indonesia memiliki jam kerja lebih banyak dibandingkan Eropa. Tetapi itu bukan jaminan kalau Indonesia akan menjadi lebih maju. Biarpun jam kerjanya lebih sedikit, tetapi pekerja di Eropa mampu menggunakannya seproduktif mungkin. Waktu bekerja yang sedikit tersebut benar-benar digunakan untuk bekerja sebaik mungkin. Pekerja-pekerja itu mampu melakukan suatu hal pada tempat dan waktunya masing-masing. Jam bekerja untuk bekerja, selesai jam kerja mereka melakukan hal-hal lain untuk melepas penat dari pekerjaannya. Hal itu membuat mereka memiliki tingkat kejenuhan lebih kecil dibandingkan pekerja Indonesia yang bekerja sangat keras.

Rasanya aku belum pantas memberikan komentar tentang para pekerja tersebut, karena aku sendiri masih berstatus sebagai pelajar. Tapi semua orang setuju pelajar dan pekerja di Indonesia tentu tak jauh beda.

“Kerja keras itu tak selalu berarti bekerja lebih lama, tetapi bekerja dengan cerdas, dan cerdas tidaklah dengan curang


Bersenang-senanglah dengan waktu, jangan salahkan kodratnya. Ada saatnya bekerja, bermain, dan istirahat.

Make your work as a PART of your life, but not your WHOLE life :)

Sabtu, 24 Agustus 2013

Kamis, 01 Agustus 2013

AIIG 2013: Lautan Gooners


Sesuai kesepakatan, rombongan AIS BPN gak balik ke bus dan kita buka puasa sendiri. Bener aja baru jam 6 halaman GBK udah penuh dengan orang-orang berbaju Arsenal home. Merah. Mungkin pas itu peserta AIIG 2013 yang lain lagidi bus nungguin buka puasa, kita malah di bunderan GBK dengan gada malunya duduk lesehan ditengah-tengah ngebentuk lingkaran buat makan. Habis kita duduk lesehan ternyata banyak yang ikut-ikutan lesehan haha-_-

GBK is red

Suasana GBK pas itu bener-bener Arsenal banget. Semua berkat supporter yang dateng + para penjual pernak-pernik arsenal dari gerbang masuk sampe masuk masuknya. Ada bule yang  jualan syall Arsenal biar kesannya ori dari Inggris kali ya. Ada yang jual stiker, jasa tato wajah, dan yang paling menarik perhatian adalah penjual topi yang bentuknya asli kreatif banget. Mulai dari topi tabung, topi bentuk bola, topi landak, ada juga topi yang ada meriamnya bisa diputer-puter.


Sambil nunggu buka puasa

Ternyata kak .... ngambilin kotakan dari bus, kali aja ada yang belum beli makan. Tapi bisa ditebak semuanya pada gamau makan makanan dari panitia, alhasil lebihan banyak banget kotakannya. Berhubung masih sisa banyak, kotakan tadi akhirnya dibagiin ke penjual-penjual yang ada disitu. Selain buat amal, juga buat dokumentasi kegiatan AIS BPN, aku sama Hani yang jadi modelnya.

Selesai makan dan brak bruk brak bruk nya, ketua rombongan langsung nyuruh ngantri ke gate 8 SUGBK. Entah karena terlalu semangat atau gimana, semuanya cepet-cepet kesana dan jadinya mencar. Aku, Hani, sama Ka Indri tetap bareng ngikutin salah satu dari rombongan. Supaya bisa ke gate –gate SUGBK, kita harus ngelewatin 1 gerbang dulu dan parah banget gerbangnya cuman bisa kebuka kecil, jadilah desak-desakan. Banyak yang milih manjat pagar, tapi kakak-kakak AIS BPN tetap antri. Mungkin mereka pengen manjat pagar juga, tapi berhubung ada 3 cewek yang ngekor jadinya gajadi kali ya.

Aku sama Hani takut kejepit pas itu, badan kita kecil, semuanya rebutan ngelewatin gerbang yang cuman muat dilewatin 2 orang. Tapi kakak-kakak kece tadi berdiri di ujung pagar yang kebuka sambil nyuruh yang cewek masuk duluan utata. Setelah ngelewatin gerbang-gede-tapi-kecil-kebukanya, kita masih harus ngantri di gate 8. Tapi kita gabisa langsung antri. Ka Nico nyuruh tungguin yang lain dulu, prinsipnya mending telambat daripada mencar. Kita di cek satu-satu sama Ka Nico masih ada yang kurang atau gak. Koordinator kita memang paling keren.

Ignore my face. Yang paling kiri alumni smala nih #teruskenapa

Habis semuanya lengkap kita mulai ngantri. Belum jam 7 antrian udah mulai nguler. Kita gak terlalu jauh antrinya, tapi padat banget, takut kegencet. Aku Hani sama Ka Indri sengaja di taruh di tengah-tengah, jadi depan belakang kanan kiri kakak-kakak kece semua hohoho. Biar gabosen ngantri, semuanya nge-chants “Arsenal FC” sama “We Love You Arsenal We Do” . Kayaknya pas itu didalem SUGBK juga udah rame, chants nya kedengaran sampe luar. Gileee. Antrian makin deket, orang-orang dibelakang makin gasabaran, makin desak-desakan. Ada juga yang yang coba-coba nyerobot tapi Ka Nico jagain diluar barisan, marahin yang mau nyerobot. Makin kedepan makin ngerasa kejencet, akhirnya Ka Nico bediri di samping pagar teriak “Buka jalan, cewek masuk duluan.” Beneran dibukain jalan wah wah.

Akhirnya semua rombongan udah lewat antrian gate 8 SUGBK. Kasian peserta AIIG yang dari bus pada baru dateng dan kali ini antrian beneran udah nguler. Ada untungnya juga gak ngikutin panitia, yang penting ngikutin Ka Nico. Gak pake buang buang waktu, kita langsung masuk ke SUGBK. Ternyata beneran udah mulai rame di bagian tribun sama kategori 2. Belum saatnya takjub, di belakang masih ribuan orang berbaju merah yang antri. Ka Nico langsung nyariin tempat duduk yang pewe dan rombongan gaboleh misah. 

Gak dibolehin misah sama Ka Nico waha

Alhamdulillah kita dapet kursi disebelah pagar VIP, dan lapangan keliatan jelas banget dari situ.
Match masih 45 menit lagi dan SUGBK perlahan berubah menjadi lautan merah. Lautan Gooners. Sumpah itu kereeeeeeeeeen bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet. Sambil nunggu match chants gak berhenti-berhenti dinyanyiin.

Begitu pemain masuk ke lapangan, chants “ArsenalFC” makin menjadi jadi dan gak kerasa aku juga kuikut teriak nge-chants Arsenal FC. Parah. Keren banget. Yang gak kalah bikin merinding adalah pas menyanyikan lagu Indonesia Raya. Secinta apapun orang-orang disitu dengan Arsenal, mereka tetap lebih cinta dengan bangsanya.

Lautan Gooners!!

Jadi aku baru tau rasanya sensasi nonton bola di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Biarpun muka para pemainnya gak keliatan jelas sejelas nonton di tv, tapi kamu bisa ngerasain suasananya.  Supporter kompak berdiri setiap bola berada depan gawang, meneriakkan dan menyanyikan chants untuk para pencetak gol, meneriakkan Arsenal dan Indonesia dengan bergantian sampai tenggorokan kering. Tapi kakak-kakak kece selalu siap siaga biar kita gak kehausan. Tas ransel Ka Edoz isinya air putih semua buat dibagi-bagi haha-_-

Kami semua bermuka dua malam itu. Mengenakan baju berbelang merah putih, tapi mencium lambang Arsenal di dada. Bersorak mendukung Arsenal, tapi meneriakkan Indonesia disela-selanya. Semuanya serba amazing dan bikin merinding. Sayang ada yang merusak suasana; asap rokok. Bzzz.

Beberapa menit sebelum match berakhir, sampai pemain Arsenal membawakan tulisan “Terima Kasih Atas Dukungan Anda”, gooners menyanyikan Everlasting Chant..

We love you Arsenal, WE DO!
We love you Arsenal, WE DO!

We love you Arsenal, WE DO!
Ooh ARSENAL WE LOVE YOU! 
Lebih dari 30 kali dengan kompaknya. Keren. Gooners keren.

Habis itu langsung lanjut chants “Arsenal Till I Die”. Chant ini harus dimulai dengan 1 orang yang teriak..

ARSENAL TILL I DIE!!!!!!
I’m Arsenal Till I Die
I know I am and I’m sure i am
I’m Arsenal till I die

Itu chants yang paling keren. Menurutku. Merinding untuk yang kesekian kalinya. Gooners bener-bener luar biasa.

Gooners Balikpapan mana suaranya??

Lapangan SUGBK udah kosong, chants sudah gak kedengaran lagi. Tiba-tiba Ka Nico teriak “Balikpapaan!” Akhirnya yang lain jadi ngikutin “Ba-lik-pa-pan!!! Ba-lik-pa-pan!!! Ba-lik-pa-pan!!” Supporter lain langsung ngelirik semua tapi gada yang peduli tetap nyanyi mumpung masih di GBK. Kelakuan =))

Keluar dari GBK harga pernak-pernik Arsenal turun drastis. Kakak-kakak langsung pada borong. Aku juga akhirnya kesampean beli topi yang lucu-lucu. Habis itu semua pesera AIIG 2013 tekapar capek tapi dengan wajah-wajah puas. Aku kenalan dengan beberapa orang dari regional lain. Ternyata fans Arsenal juga macem-macem karakternya. AIIG 2013 juga meresmikan beberapa regional Arsenal Indonesia Supporter baru, salah satunya Ternate, si regional baru yang punya banner paling gede. Dengan selesainya match 14 Juli malam itu, AIIG 2013 resmi berakhir. Terimakasih Arsenal dan AIIG 2013 sudah menjadikan 14 Juli 2013 sebagai salah 1 hari paling mengesankan, terimakasih juga sudah memperkenalkan keluarga besar Arsenal Indonesia.

Numpang ngeksis di akun @kotabalikpapan :p

Terimakasih yang paling gede untuk kakak-kakak cowok AIS Balikpapan udah take care selama disana padahal kita kenalnya baru-baru aja, Ka Heru yang udah bantuin ngurus macem-macem, Ka Ipit  yang paling perhatian, dan Ka Indri yang selalu nemenin jadi ceweknya gak cuman Hani sama aku. Maaf kalau udah banyak ngerepotin kakak-kakak semua.

Oh iya terimakasih lagi udah dibilangin “pemanis” hehe :p