Anda Pengunjung Ke :

Rabu, 31 Desember 2014

intermezzo

Sekedar sapaan diujung tangga lantai 4, dan sedikit semangat saat olahraga darinya. Benar benar menjadi pemanis tahun 2014

Selasa, 16 Desember 2014

Alhamdulillah

Pagi hari, kaget dibangunkan oleh alarm, berarti kamu masih hidup.
Bergegas keluar dari kehangatan selimut untuk bekerja atau menuntut ilmu, berarti kamu bukan orang gagal.
Mendengar hinaan orang lain tentang dirimu, berarti kamu masih diperhatikan orang lain.
Pakaian semakin ketat atau kecil, berarti kamu tidak kekurangan makanan.
Ingin istirahat tetapi tak bisa melepaskan pekerjaan di tangan, berarti kamu memiliki kedudukan penting didalam pekerjaanmu.


Kamu yang membaca tulisan ini sambil tersenyum, boleh jadi kamu adalah orang yang berbahagia dalam hidup :)

Jumat, 12 Desember 2014

Dia Sedang Mencoba

Tentang dia yang tak baik sikapnya
Tentang dia yang selalu meletakkan amarah di segala perbuatannya
Tentang dia yang selalu terlihat menakutkan
Begitulah kesan pertamaku ketika melihatnya. Tak ada niat ingin berteman sedikit pun dengannya. Wajah yang tak menyenangkan dan kata-kata yang sama sekali tak ramah.

Karena lelucon bodoh teman-temanku, aku tak sengaja memperhatikannya. Aku melihat ia berusaha melawan dirinya yang pemalu. Dia menutupi kelembutan hatinya karena tak ingin terlihat lemah. Dia kelelahan menghadapi masalahnya dan tanpa sadar emosi dan caci maki keluar dari mulutnya. Dia mengemban amanah besar dan hampir kewalahan menjaganya.

Dia berusaha mengenal dirinya. Dia mengakui semua kekurangannya, bersedia menerima saran masukan, dan bertekad memperbaiki dirinya. Dia tak mau menyerah. Keadaan mulai merubahnya menjadi sesorang yang pantas menjadi panutan.

Aku tak kenal siapa dia dan dia juga tak mengenalku. Aku hanya tak sengaja memperhatikannya...

Senin, 03 November 2014

#Q

"Saling mendoakan lebih penting daripada berjumpa, dan bertemu sesekali lebih menguatkan cinta daripada selalu bersama."
-Salim A. Fillah 

Sabtu, 01 November 2014

Mager

Mager alias malas gerak adalah suatu keadaan dimana kamu harus melakukan sesuatu tapi badan susah banget buat bangun...

Ini nih penyakit lama yang baru muncul lagi pas kuliah.
Kalau udah duduk apalagi tiduran, susaaaaah bangeeeet buat bangkit. Jadi sebisa mungkin pantat gak boleh nempel mana-mana.

Penyakit mager ini diperparah dengan temen-temen deket aku yang kurang lebih sama magernya.
Misalnya aku sama temen-temen aku lagi duduk, trs aku bilang "Ayo ke kampus" tapi tetap aja kita masih duduk. Gatau itu kursi ada lemnya atau gimana, kita paling gak perlu setengah jam buat bangkit dari duduk. Gara-gara ini penyakit, aku jadi sering telat sama mepet gitu kalau janjian. Padahal siap-siapnya bisa dari 1 jam sebelumnya.

Bisa jadi sebenernya mager ini setan yang ada di badan. Menghalangi setiap aktivitas dan niat yang baik untuk ngerjain tugas. Atau bisa juga mager ini adalah penyakit kelelahan dari penatnya kuliah dan kurangnya istirahat.

Entah.

Btw ada yang punya obat buat ngilangin atau paling gak ngurangin efek penyakit mager gak?

Minggu, 12 Oktober 2014

KB

Baru kerasa bener makna quote "Jangan pernah sendirian di ITB"..
Yaa intinya jangan pernah melakukan apapun sendirian dan jangan pernah merasa sendiri.
Amat terangat sangat penting punya teman-teman baik yang selalu ada disaat stres, sedih, dan seneng.
Aku yang masih belum biasa sama kerasnya kehidupan kampus ngerasa beruntung banget punya temen-temen dekat buat berbagi senang dan susah.

Kami dipertemukan dengan tidak sengaja di sudut kampus pas ngerjain kitab suci kalkulus, gatau gimana caranya jadi deket dan ngerasa cocok haha.

Baru berapa bulan kuliah udah berasa dekeeeeeet bangeeeeet sama makhluk makhluk bernama Kiki, Pravita, Devita, dan Alivan. Saking seringnya bareng, kami punya sebutan buat kami berlima haha.



Sebut saja KB..
Kependekan dari Kelompok Belajar, Kelompok Bermain, Kelompok Bercanda, Kelompok Bersedih, dan Keluarga Bahagia. Kepanjangan dari KB disesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Alhamdulillah.
:)

Sabtu, 20 September 2014

#Q

“Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.

(Anak Semua Bangsa, h. 199)” 

 Pramoedya Ananta Toer

WINDOWS

Asalamua'alaikum wr. wb.
Mau pamer undangan Windows dari Muslim STEI nih haha



Alesan dateng gara-gara kepo liat teaser nya di youtube. Tapi gak nyesel sama sekali udah ikutan windows perdana minggu lalu. Asik.

Jumat, 15 Agustus 2014

Dari Mana, Neng?

Ini kejadian pas pertama kali naik angkot di Bandung.

Hari itu aku janjian sama Lilis mau jalan ke mall, sekalian ngafalin rute angkot. Kita janjian ketemuan habis dzuhur di ITB. Lilis nunjukin angkot apa aja yang harus aku naikin. Pertama harus naik Kalapa Dago sampai Pasar Simpang Dago, terus cari angkot Caringin. Sebenernya gampang aja, tapi itu pertama kali aku naik angkot sendirian dan sama sekali gak tau jalan jadi agak takut gitu kalau kesasar-__-

Masih gak biasa gitu kalau mau berhenti harus bilang "Kiri 'aa", soalnya kalau di Balikpapan bilangnya "Stop, bang!!". Alhamdulillah hari itu sukses besar naik angkot sampai tujuan. Udah berasa kayak perantau sukses hahaha-__-

Orang-orang bilangnya kalau merantau jangan keliatan kayak orang bingung, bisa-bisa jadi sasaran kejahatan. Okesip, aku ngerasa sukses gak keliatan bingung. Begitu turun dari angkot kedua, supir angkotnya nanya "Dari mana, neng?" Dalam hati mikir ini supir hebat banget bisa tau kalau aku bukan orang Bandung, berarti keliatan banget ya kalau aku kayak orang bingung. Aku bengong sebentar terus supirnya nanya lagi "Dari mana, neng?" "Oh, saya dari Balikpapan..." "Haaaah? Bukan, maksudnya tadi eneng naik angkotnya dari mana?"

ASTAGAAAA parah malu bangeeeeet. Ternyata maksud supirnya nanyain tadi aku naiknya darimana, bukan nanya aku dari daerah mana. Sama sekali gak kepikiran hahaha-__- Langsung aja aku jawab "Dari simpang", terus kasih uang 5 ribu ke supirnya, terus cepet-cepet pergi dan ternyata aku lupa ambil kembalian. Sudah malu, 3 ribu pun melayang.

Kacau euy.

Senin, 30 Juni 2014

Sahur Pertama

Marhaban Ya Ramadhan...
Alhamdulillah masih diizinkan bertemu bulan yang indah ini :)

Ramadhan kali ini agak beda dari tahun-tahun lalu, beda banget malah. Tahun ini pertama kalinya dengan sangat terpaksa menyambut ramadhan gak bareng abah-mama. Tahun ini aku mengawali bulan ramadhan bareng kakakku di kosannya di Bandung (yang sebentar lagi jadi kosanku. Haha). Padahal urusan daftar ulang ITB udah kelar tanggal 17 Juni, tapi kakakku wisuda S1 pertengahan Juli, kalau pulang ke Balikpapan kayak nanggung gitu.

Aku sama kakakku (namanya Lilis) punya masalah dalam masak-memasak. Aku gabisa masak dan Lilis malas masak. Jadilah kami berdua memustuskan katering untuk sahur. Kami milih katering yang dianterin sampai depan pintu kosan biar gak repot keluar kamar lagi (saking malasnya).

Biasanya kalau bareng abah-mama, tiap sahur dibangunin. Buat bangun sahur itu susaaaaah banget. Biasanya pertama abah yang bangunin nyalain lampu kamar sambil narik-narik kaki, tapi masih kebal tetap nempel di kasur, sekitar 5-10 menit mama yang masuk kamar ngebangunin sambil ceramah, kalau udah mama yang bangunin harus bangun sebelum ceramahnyanya jadi marah-marah. Bangun-bangun biasanya mukanya bete dan kusut. Biasanya mukanya Lilis lebih kusut dari mukaku, soalnya dia lebih susah dibangunin haha.

Tapi kemaren, hari pertama puasa, kan gak bareng abah-mama tuh, jadi cari cara lain buat bangun sahur. Aku sama Lilis bikin perjanjian aku bangunin dia cuman sekali, soalnya aku pasti bagun duluan haha. Kata Lilis dia pasti bangun kok kalo sahur. Agak meragukan tapi yaa liat aja.

Subuh jam 3, alarmku bahkan belum bunyi, kaget banget ada yang ngetok pintu. Lilis langsung loncat bangun. Dahsyaaaaaaaat. Ibu-ibu katering sahur ternyata. Pantes kata Lilis gak perlu alarm dan dia pasti bangun. Soalnya kalau gak bangun ya gak sahur.

Duuuh, baru hari pertama puasa ramadhan sudah kangen abah-mama...

Oh iya, selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan 1435 H, teman :)
Berbahagialah kamu yang pada bulan ini masih diberi kesempatan untuk mendekatkan diri padaNya, masih bisa berkumpul dengan keluarga, masih punya rezeki untuk bersedekah, dan masih diberi nikmat waktu dan kesehatan untuk terus beribadah.

Alhamdulillah...
 

Sabtu, 28 Juni 2014

8 Keys To Life

8 KEYS TO LIFE:
  1. GOD first
  2. Love one another
  3. Never hate
  4. Give generously
  5. Live simply
  6. Forgive quickly
  7. Be kind always
  8. Do your best
 #TGIF

Selasa, 10 Juni 2014

Puasa 30 Hari

Alhamdulillah, aku lolos SNMPTN undangan, sekarang saatnya melunasi nazar dan janji-janji yang lumayan banyak. Salah satu nazarku kalau keterima SNMPTN adalah puasa 30 hari. 30 hari itu gak sebentar dan karena akhir bulan sudah ramadhan, aku mungkin akan puasa 2 bulan berturut-turut. Tapi nazarku gak seberapa disbandingkan dengan hasil yang kudapat.

Dihari pertama puasa nazarku, aku bangun pagi-pagi banget dan ternyata abah sudah bangun duluan, mungkin habis dari toilet. Aku manasin lauk sisa makan malam untuk sahurku. Ternyata abah juga mau sahur, kebetulan itu hari kamis mungkin abah mau puasa sunnah senin-kamis. Aku pun sahur bareng abah. Alhamdulillah gak puasa sendirian. Tapi di hari-hari selain senin dan kamis aku bakal puasa sendirian….

Besoknya pas lagi ngobrol-ngobrol sama mama, mama bilang “Peb, nanti kamu gak puasa sendiri kok. Pas mama bilang ke abah kamu nazar puasa sebulan, abah mau nemenin kamu puasa sebulanan…”

Terharu…
Abah gak tega anaknya puasa sendirian, akhirnya ikutan puasa juga…



Ini bener-bener unyu

Sabtu, 31 Mei 2014

27 Mei 2014

27 Mei 2014...
Hari yamg paling bikin dag dig dug hampir semua anak kelas 3 SMA…
Hari pengumuman SNMPTN undangan…

Beberapa hari sebelum pengumuman, aku udah nyusun timeline rencana kalau gak keterima SNMPTN.. Mulai dari masuk perguruan tinggi swasta sampai ikut jalur mandiri perguruan tinggi negeri.
Perlu berhari-hari buat nyiapin mental kalau-kalau gagal di SNMPTN..

Makin dekat pengumuman aku malah makin gak berharap banyak dan agak pesimis. Nilai UN gak bagus-bagus banget, nilai rapot pasti kalah sama anak-anak Jawa, dan yang paling bikin pesimis itu gara-gara aku ambil prodi dan fakultas yang passing grade nya tinggi banget.

Sampai 1 hari sebelum pengumuman, plan B sudah beres semua. Berkas-berkas untuk PTS dan jalur mandiri tinggal dikirim. Semuanya tergantung pengumuman tanggal 27 besoknya. Seharian berdo’a dan ngomong dalam hati “apapun hasilnya itu yang terbaik dari Allah….”

Akhirnya tanggal 27 Mei datang juga. Pengumuman resminya jam 1 siang di web SNMPTN dan beberapa web mirror nya. Tapi hari itu 1 jam aja berasa lamaaaaaaaaaaa banget. Aku bangun super subuh dan gabisa tidur lagi saking deg-deg-kan-nya. Mata gak lepas dari twitter dan mulut berdzikir terus-terusan.

Belum jam 1 siang, ada yang ng-tweet katanya sudah bisa cek hasil kelulusan SNMPTN di salah 1 web mirror nya. Dag dig dug parah banget pas baca itu. Aku sholat dzuhur dulu dan mempersiapkan diri buat liat hasilnya. Masih belum jam 1, aku nyalain laptop dan membuka salah satu web mirror SNMPTN. Dengan tangan dingin gemetar aku masukkan nomor pendaftaran dan tanggal lahir…
Bismillahirrohmanirrahiim aku menekan tombol enter. Loading page nya lama ternyata, aku buka tab baru lagi ngebuka snmptn.ac.id, tapi karena belum jam 1 jadi belum bisa lihat hasil cek kelulusan. Aku pun kembali ke web mirror sebelumnya yang ternyata sudah terbuka. Di layarku laptopku tertulis:

Nomor peserta : 00000000000
Tanggal lahir       : 00-00-0000
“Anda tidak lulus SNMPTN 2014”

Sempat syok sebentar lalu langsung aku tutup laptopku. “Ini belum jam 1, tunggu info resminya aja, sabar sebentar lagi Peb” kataku dalam hati. 15 menit kemudian, yang berasa kayak setahun, jam pun menunjukkan jam 1 lewat beberapa menit. Aku nyalain laptopku lagi dan membuka snmptn.ac.id. Sambil membaca basmallah, aku ketikkan nomor peserta dan tanggal lahir, lalu enter.
Bener-bener deh rasanya, tangan kaki dingin, badan gemetar-__-
Setelah enter, hasilnya langsung keluar. Muncullah tulisan seperti ini:


Refleks aku langsung lari ke kamar abah-mama, aku meluk mama sambil nangis-nangis. Nangisnya banget-banget an saking senangnya. Mama juga ikutan nangis dan baca hamdallah berkali-kali. Aku gak berhenti nangis sampai 1 jam kemudian. Gak nyangka bakal lulus di pilihan pertama.

Hari itu termasuk salah satu hari yang gak bakal kulupa, rasa senang dan syukur yang begitu besar karena Allah memberiku kesempatan untuk menuntut ilmu di univertas dan jurusan yang jadi cita-citaku dari kelas 1 SMA, dan juga melihat abah-mama menangis bangga atas pencapaianku. Mereka tak menuntut apa pun, mereka hanya mau aku menjadi apa yang aku mau. Itulah yang membuatku menangis gak berhenti-berhenti hari itu karena tujuan terbesar hidupku adalah membahagiakan kedua orang tuaku. Sampai kapanpun dua buah senyum itu adalah yang selalu kuinginkan. Kedua senyum itu juga yang tanpa aku sadari menjadi motivasiku untuk selelu memberikan yang terbaik.

Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah…


Setelah hari itu aku akan melanjutkan profesiku sebagai ‘pelukis senyum’. Melukis senyuman kedua orangtuaku, diriku sendiri, dan orang-orang di sekitarku. Bismillah, semoga kuliah ku nanti diberkati Allah dan menjadi pintu gerbang ke masa depan yang cerah.
Aamiiin J

Minggu, 04 Mei 2014

Minggu, 4 Mei 2014

Hari Minggu selalu menjadi hari penutup dan pengawal yang baik. Tak terkecuali hari ini.
Hari Minggu, satu-satunya hari dimana kamarku terlihat lebih bersih, buku-buku berjajar rapi ditempatnya, boneka-boneka babi tersusun rapi diatas kasur dan timeline twitter penuh dengan highlight liga-liga sepakbola. Tak jarang di hari Minggu berkumpul dan saling berbagi cerita, ilmu, serta semangat  dengan beberapa teman yang tak pernah kehabisan bahan pembicaraan.

Tapi ada yang tak biasa hari ini…
Ada sesuatu yang biasanya ada, tapi tak ada. Ya, seperti ada yang hilang hari ini. 
Mungkin lebih tepatnya mulai hari ini. Sesuatu yang bisa membuatku berusaha menjadi lebih baik setiap harinya, sesuatu dengan tampilan luar yang tidak terlalu mengesankan tetapi berisi pengetahuan, kebaikan, dan hal-hal tidak terduga yang tak jarang membuatku kagum. Sesuatu yang entah sejak kapan kuanggap penting, bukan hanya sebagai pelengkap hari Minggu atau hari-hari tertentu, tapi sebagai...... entahlah.




Btw besok tryout SBMPTN pertama nih haha. Bye.

HAPPY BIRTHDAY SHINICHI KUDO

4 Mei. Hari ini tanggal 4 Mei!!!!!!
Happy birthday Conan Edogawa,
Happy birthday my perfect guy, Shinichi Kudo
*Emot sejuta cinta*

Tahun ini Shinichi lagi-lagi ulang tahun ke 18. Sudah 18 tahun Shinichi umurnya 18 terus haha-___- Btw tahun ini adalah tahun ke 10 aku baca/nonton/ngumpulin/fangirling Detektif Conan. Sudah 10 tahun juga aku jatuh cinta dengan tokoh Shinichi Kudo ini. Siapa yang tak jatuh hati dengan sosok pria tampan, cerdas, dan setia.... haha

Shinichi paling ganteng di buku 42 saat menjadi invisible man, tepatnya waktu dia membuka perban diwajahnya dan memulai hipotesis diatas kapal, walaupun sebenarnya itu Heiji yang menyamar jadi Shinichi tapi tetap itu yang paling ganteng. This is that part:


Saking fanatiknya, aku sampai hafal chapter-chapter yang ada Shinichi nya. Gak jarang aku hafal dialog nya saking seringnya dibaca. Ini beberapa quotes Shinichi yang paling aku suka..

(1)

(2)


Aku tau hatimu dari dulu hanya untuk Ran...
Tapi aku sadar cinta tak harus memiliki
HAHAHAHAHAHA

Selasa, 29 April 2014

See You on Top, Pasukan Lamin

Foto-foto ini diambil dihari terakhir Pasukan Lamin belajar bareng sebelum UN..
Sedih juga harus terima kenyataan kalau kita sudah berada di penghujung SMA.
Artinya bakal pisah dengan grup belajar seadanya ini...






Kalau memang itu hari terakhir,
See you on top, Pasukan Lamin :)

#random

At this age, everything is changing. Day by day we don’t notice, but just look back over the past year and you will realize everything has.
People you thought were going to be there forever aren’t, and people you never imagined you’d be speaking to are now some of your closest friends.

Life makes little sense, and the more we grow the less sense it will make.
So make the most of now, before it all changes once again, because in the near future, all of this is only going to be memories...

Minggu, 20 April 2014

Rencana dalam Rencana (part 2)

Lagi asik belajar, tukang kunci mesjid dateng, aku diusir deh. Bingung banget mau kemana lagi habis dari situ. Kalau pulang sayang banget, kasian Defri sama Mayasti. Padahal pas itu moodku jelek sejelek-jeleknya, bête banget sama Mayasti sama Defri. Tapi yasudahlah. Akhirnya aku mampir depot dekat situ, mungkin habis makan betenya hilang. Lagi nunggu pesenan, tiba-tiba Mayasti nelpon? “Peb, kamu diamanaa? Aku udah nunggu di depan rumah Nisa nih aku gaberani jauh jauh.. Terus ketahuan mamanya Nisa aku disuruh masuk kedalam…” “Astaga Maaaaaay, kok bisa ketahuan sih, terus kamu masuk?” “Yam au gimana lagi, kamu kesini ya Peb, bilang aja Defri yang bilang hari ini ada belajar bareng..” “Kamu kok gak ngasih tau aku kalo udah disanaa…” Lalu langsung kututup telponnya. Asli kesel bangeeeeeeeeeet aku pas itu. Gak lama setelah aku batalin pesenan, Defri nelpon. “Peb, kamu dimana? Kukira kamu sudah didalam rumah Nisa, jadi aku masuk…” “Terus kuenya?” “Ya akhirnya aku sama Mayasti sudah kasih ke Nisa…” “Jadi ngasih kejutannya udah selesai?” “Iya… maaf ya Peb.. Kamu kesini kan?”

Sumpaaaaaaaaaaaaah beteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee.
Kalau bisa aku nangis disitu. Dalam hati ngomel-ngomel…. Akuloh bela-belain banget dateng malam-malam jauh-jauh cuman buat ngasih kejutan ke Nisa, akuloh yang dateng tepat waktu nungguin mereka berjam-jam sampai ketakutan, aku loh nungguin mereka sampai bela-belain belajar di mesjid…. Tau tau kejutannya udah dikasih aja dan aku gaikutan…

 Gapernah aku sekesal itu sama mereka. Tarik napas panjang, aku pun ke rumah Nisa. Baca istighfar sepanjang jalan. “Pokoknya aku gaboleh bête dihari spesialnya orang, jangan mengacaukan suasana, jangan nangis Peb..” kataku berulang-ulang dalam hati.

Akhirnya aku sampai di rumah Nisa. Maksain senyum dan ngetok pintu. “Loh Peb, ngapain?” kata Nisa.
“Kan mau belajar bareng Nis. Mana Defri?” kau mau noleh kearah Mayasti tapi saking betenya sampai gajadi-__-v “Manada Defri kesini..” Kata Nisa.
Aku bingung, tadi kata Defri dia sudah masuk ke rumah Nisa.

Tiba-Tiba…

Defri masuk dari pintu, bawa kue sambil boiling “HAPPY BIRTHDAAAAAAAAY” waaah aku dibohongin, ternyata mereka belum ngasih kejutannya ke Nisa. Moodku langsung berubah. Alhamdulillah masih sempet ngasih kejutan ke Nisa. Gajadi marah sama Defri & Mayasti.

Aku ikutan nyanyi “Happy birthday Nisa, Happy Birthday Nisaaa” Nisa sama sekali gak nyangka pasti kita bakal ngasih kejutan ke dia malem-malem, padahal besoknya PRA UN Fisika-B.Ing.

Tapi ada yang lebih gak disangka-sangka lagi…

Pas aku liat tulisan di kuenya:  “HAPPY BIRTHDAY NISA DAN PEBI”
Ya ampuuuuuuuuuuun gak nyangka sama sekali mereka bakal ngasih kejutan ke aku juga, soalnya ulang mtahunku tanggal 24 Feb, dan itu sudah 4 Maret. Mau nangis tapi gengsi huehe. Ternyata Mulai dari ban pecah sampai ketahuan mamanya Nisa semuanya skenarionya Defri sama Mayasti. Tapi rencana mereka berdua gak berjalan lancar soalnya aku gamau disuruh masuk kerumah Nisa duluan. Jadilah Mayasti terpaksa masuk ke rumah Nisa buat mancing aku kesana.

Sukses banget mereka bikin aku bête. Kejutan sederhana hari itu…. Gak bakal lupa :'D





Selamat ulang tahun Nisa, terimakasih Defri dan Mayasti buat kejutannya, what a day banget hari itu ditambah ada cowok gajelas yang ngikutin haha.

Rencana dalam Rencana (part 1)

Alhamdulillah Ujian Nasional sudah selesai, biarpun gak lancar ngerjainnya tapi sudahlah, biarlah berlalu. Lupakan.
No post buat bulan Maret ya haha, Maret sibuk ujian macem-macem.

Awal Maret lalu, aku PRA UN (atau try out ya-__-). Tanggal 4 (itu masih pra un) salah satu temen baikku, Nisa, ulang tahun ke 18. Aku, Defri, Mayasti, sebagai teman geng belajarnya Nisa yang paling sering ngerepotin berencana ngasih surprise ulang tahun ke Nisa. Kukira Defri & Mayasti gamau, soalnya besoknya PRA UN Fisika, tapi mereka mau haha, katanya biar sekalian belajar di rumah Nisa habis ngasih surprise. Rencananya kita ngasih kejutannya tanggal 4 malem-malem. Kue dll nya sudah diurus sama Defri & Mayasti. Aku gabut…

Pas tanggal 4 habis PRA UN Kimia kita bertiga ngumpul mastiin rencana biar fix. Dari kita bertiga, rumahku yang paling jauh dari rumah Nisa, jadi aku ngajakin Defri sama Mayasti buat belajar bareng aja di kosan Defri sambil nunggu maghrib. Tapi Mayasti bilang dia mau ke dokter sama ada acara sebentar dan Defri mau ke nganter bareng dan ngururs ATM nya. Mereka bilang janjian aja di depan jalan belokan ke rumah Nisa jam 7 habis maghrib. Aku paling parno sama gelap, apalagi sendirian gelap gelap-___- kita bertiga bikin perjanjian gabakal ngaret.

Habis sholat Maghrib aku langsung cus ke rumah Nisa racing pake motor. Ngebut pun bisa setengah jam lebih baru sampai. Rumah Nisa masuknya jauh badai dari Gunung Empat, mana itu malem-malem, akhirnya aku dzikir sepanjang jalan.

Jam 19.00 aku sudah sampai di belokan dekat rumah Nisa. Hening. Gelap. Gada siapa-siapa, Defri sama Mayasti belum dating. Habis nulis “aku sudah sampai nih, kalian buruan yaa” di multiple chat, aku mutusin buat nunggu mereka berdua sampai setengah 8. Lagi asik nunggu, samar-samar aku liat ada yang dateng, cowo dari arah depan. Aku buang muka pura-pura gak liat, pas aku noleh lagi, cowok itu udah gak ada. “Oh paling belok ke salah satu rumah” kataku dalam hati.

Aku parkir motor agak jauh di belakang pohon gede daerah situ. Sudah kayak orang frustasi nungguin Defri sama Mayasti gak dateng-dateng. Iseng iseng noleh kea rah pohon gede ternyata ada orang. Laki laki yg tadi.. Sembunyi atau entah ngapain disitu. Aku mencoba tetap positive thinking (halah-_-). Tapi laki-laki tadi ngeliatin aku, ngintip dari balik pohon. Asli aku takut banget. Disana sama sekali gada orang, aku takut kalo itu maling gimana. Aku nyalain motor dan mundur dari tempatku parkir tadi sambil terus liat ke pohon, laki-laki tadi masih disana, masih ngeliatin aku. Sumpah ngeri banget.

Lagi tegang-tegangnya, Defri nelpon (atau aku yang nelpon Defri ya-__-) bilang kalau dia agak telat. “Halo Peb, maaf banget ya aku agak telat. Ban motorku bocor, kuenya udah kuambil, aku lagi di tambal ban masih jauh dari rumah Nisa, ini masih ngantri tapi kalo udah selesai aku langsung kesana, maaf banget Peb.” Kasian banget Defri sampai mau nangis gitu, lalu aku telpon Mayasti “May, kamu dimana? Cepat sini nah ada orang yang ngikutin aku…” “Peeeeeb, aku masih di Klandasan nah urusan bapakku belum selesai. Maaf Peb bentar lagi aku kesana…”.

Sial banget aku kayaknya. Rumahku paling jauh, aku yang paling bela-belain ngasih kejutan ke Nisa, tapi mereka….. Yasudah, ban kemps sama urusan ortu bukan kemauan mereka juga.
Lagi bengong antara bête, takut, sama kasian, tiba tiba ad ayang datengin aku “Pebiiiiiii” katanya. “KAMU SIAPAAA?!” Aku teriak saking syoknya, kukira cowok gak dikenal tadi. Ternyata bukan, itu temenku, cewek, yang ternyata rumahnya dekat situ. Dia heran aku ngapain nunggu diujung jalan sendirian. Kubilang aja lagi nunggu temen. Lalu dia bisik-bisik ke aku “Peb, itu ada cowok dibelakang pohon, temanmu kah? Daritadi disitu liatin kamu”. “Iya gimana nih aku takut banget” “Kamu jangan nunggu sini, serem banget….”
Aku ikutin saran temenku itu. Kebetulan juga udah adzan Isya. Defri sama Mayasti nyuruh aku ke rumah Nisa aja daripada nunggu disitu. Tapi aku gamau, masa iya aku ke rumah Nisa, terus bilang apa ke Nisa….. Terus rencananya gagal gitu…..

Aku mutusin Sholat Isya dulu di mesjid gede lumayan jauh dari  rumah Nisa. Jadi sambil nunggu Defri sama Mayasti aku belajar fisika di masjid. “Kalau kalian sudah di jalan dekat rumah Nisa, telpon aku ya, aku di mesjid sholat dulu” kataku di multiple chat. Yap ternyata Mayasti sudah selesai urusannya di Klandasan, dia otw rumahnya. Tinggal Defri yg gabisa dihubungin, mungkin baterainya habis…

b e r s a m b u n g

Jumat, 28 Februari 2014

Menghitung Mundur UN

Ujian nasional sebentar lagi...
H-100... H-80.... H-60... dan sekarang sudah H-40an...

Menghitung mundur 3 hari penentuan lulus SMA atau tidak...
Menghitung mundur 3 hari penuh perjuangan...
Menghitung mundur 40% nilai pertimbangan SNMPTN Undangan...
Menghitung mundur hari-hari terakhir bersama teman-teman...

Sudah H-40an Ujian Nasional masih berasa beban. Kemaren-kemaren kemana aja, Peb?
Nembak univ dan jurusan dengan passing grade tinggi, untuk UN aja masih belum berani pasang target tinggi. Sombong banget, Peb.
Berharap diberi keberuntungan tapi usahanya masih gitu-gitu aja. Ya gak bakal dikasih, Peb.

T_T

Minggu, 19 Januari 2014

You Are Not Ugly, Girl :)

“You’re not ugly. It’s just a bad looking day” –Yesmine Sarifuddin

To all the girls out there:
Please don’t feel ugly because you’re not! You’re one of the luckiest girl.
I mean you have health, education to be able to have future, a house to keep you warm and comfy, a bed to sleep in comfortably, a family who takes care of you and loves you, friends to count on, eyes to see, nose to breath and smell, mouth to talk and eat, ears to hear, hands to help you in practically everything, legs and foot to walk/run/jump/gambol, a heart that’s still beating, a brain that works, and so on.
Just don’t forget how much you’re blessed and believe me you’ll realize how pretty you are.

Of course we all have those days when we loose self confidence and we feel ugly, it’s normal.
But don’t take those bad days as an argument to convince yourself that you’re ugly.
Like I like to say: Good or bad, day pass by.
Learn from your mistakes and built yourself up stronger than yesterday.

Strengthen yourself and you’ll be able to go through your bad days without complaining.
You will even feel blessed because you will realize that someone out there is going through something worse than just having a “bad looking” day. They might’ve been taking their last breath or fighting to stay alive. They might’ve lost a child, a parents, a relative, or a good friend. They might’ve been freezing to death outside...... alone.

You know you’re just blessed, so am I. Let’s be realistic; we’re human,
we do complain but only we forgot how blessed we are.

So before complaining, take a step back and realize how blessed you are and afterwards
you’ll not be able to find any good reasons to complain.

Friendly advice. Hopefully it will help you all, in shaa Allah J



@muslimteenquotes

Selasa, 14 Januari 2014

Sadarlah

Every girl has their own type of guy
but....
They all love KIM TAN.

Desember 2013, muncullah sebuah drama roman di SBS yang berjudul The Heirs. Hasil baca resensi dan rekomendasi temen, akhirnya drama ini jadi yang teratas di list drama yang harus ditonton setelah semesteran.

Dari cover dramanya aja sudah dihiasi dengan wajah tampan Lee Min Ho dan Kim Wo Bin. Wajah-wajah yang bikin kita mikir gapapa-kok-kalo-ceritanya-gak-rame. Lee Min Ho mau dirombak kayak apa juga tetap ganteng. Biar di kriting gagal kayak di BBF juga ganteng kok. Di drama ini, Lee Min Ho memerankan tokoh utama pria, KIM TAN!

Lee Min Ho dan kriting gagalnya di BBF...

Bener aja, The Heirs jadi tontonan wajib dan jadi bahan gosipan terhangat cewek-cewek di sekolah. Rata-rata pada bicarain Kim Tan. Kata mereka gantengnya sampai bikin nangis. Gak salah juga sih....
Kim Tan adalah tipe cowok idaman hampir semua cewek-cewek. Kaya raya, kaya raya, kaya raya, ganteng, ganteng, ganteng, dan unyuuuuwuwuwuwu.

Kim Tan :*

The Heirs memang drama yang sangat sangat menawarkan keindahan hidup dalam drama korea. Alur ceritanya sengaja banget dibuat unyuu untuk menarik perhatian cewek-cewek dan membuat mereka semakin bermimpi untuk hidup seperti tokoh wanita dalam drama korea (tokoh wanita utama di The Heirs namanya Eun Sang). Tokoh wanita digambarkan sebagai gadis miskin yang pintar (ini drama banget), hidup bersama mamanya yang bisu dan menjadi pembantu pemilik perusahaan terbesar di Korea, yang tak lain dan tak bukan adalah ayah dari si tokoh pria. Setelah itu mereka saling jatuh cinta, tapi ayah si cowok tak merestui hubungan mereka dan berusaha mengusir si cewek (ini juga drama banget), tapi si cowok rela melakukan apapun untuk melindungi si cewek *kyaaaaaaaaaaaaaa* (ini drama parah)

Kita semua tersihir oleh sosok Kim Tan di drama ini, bermimpi suatu saat akan berjodoh dengan pria semacam ini. Dasar cewek.
Tapi mimpi itu dipadamkan oleh seseorang yang memposting sebuah foto di Path..

"Tapi, sadarlah, teman.....


PRIA INI HANYA ADA DI DALAM 
DRAMA KOREA"

T.T