Anda Pengunjung Ke :

Rabu, 23 Juni 2010

Semua Orang Punya Kelebihan..... dan Kekurangan

Dari dulu aku suka banget liat orang orang yang nunjukin bakat atau kelebihannya di depan umum, paling suka liatin orang lagi nyanyi, modeling, dan tentu saja orang orang terkenal yang biasa jadi pembawa acara dimana mana. Aku liat mereka itu kagum banget, dan selalu ngerasa, kurang apa orang orang tadi? They are perfect. Gara gara anggapan ini, aku jadi minder sendiri, karena menurutku aku ga punya kelebihan yang menonjol.

Hari ini, aku gak sekolah gara gara salah kostum, aku bener bener lupa hari ini hari rabu, kukira hari kamis, jadi aku pakai batik. Parah. Akhirnya mama ngajak aku nonton fashion show busana muslim modern, kebetulan adekku ikut kategori TK. Untungnya hari ini aku bawa baju ganti, jadi ganti baju di mobil, dan nonton acaranya itu. Pas aku dateng acaranya udah mulai, yang kategori TK, lucu banget anak kecil lenggak lenggok di panggung. Ada yang tegang, sampai gak bisa gerak dan gak tau mesti ngapain, itu adekku. Pinter banget deh masih kecil gitu udah biasa tampil di depan umum, berani, dan aku iri pasti. Baju yang mereka pakai bener bener gaun muslim, untuk yang cewe, semuanya di make up, dan memasang senyum paling manis.

Aku ambil tempat duduk di belakang, kebetulan di barisanku aku Cuma sendiri, terus dateng ibu ibu bareng 2 anaknya, mereka bertiga duduk disebelahku, persisnya anaknya yang perempuan disebelahku, yang laki laki disebelah yang perempuan, lalu ibu tadi di sebelah anak laki lakinya. Kalo liat dari pakaian, sudah pasti 2 anak ibu ini ikut fashion show, kategori SMP tapi. Yang perempuan cantik banget pakai gaun warna merah, dengan dandanan yang pas dan senyum yang baik, yang cowok apalagi, berbusana muslim hitam, dan senyum yang... manis, putih lagi dua duanya. Uuuu, beruntungnya ibu ini punya anak yang cantik-ganteng, dan berani tampil. Yaa seperti biasa aku anggep 3 orang disampingku ini, orang yang... perfect.

Sesekali aku liat ke arah mereka, mereka juga liat ke aku, tapi aku langsung buang muka, malu. Tapi karena sering liat liatan, akhirnya aku sapa cewek disebelahku. “Hey, ikut kategori apa mba?” aku pura pura gatau, cewek  ini bukannya jawab, malah senyum aja ke arah aku. Aku bales senyum lagi, mungkin dia gak denger aku ngomong apa. Lalu aku tanya sekali lagi, dan dia senyum lagi, aneh nah dia. Terus mamanya nengok ke aku, aku kaget, terus mamanya nyolek aku, kata beliau, anaknya itu tuna wicara alias bisu. Astaga, aku jadi ga enak, daritadi ngajak ngobrol, rupanya dia juga tuli. Dan aku gak berani ngajak dia ngobrol lagi. Lalu anak cowok disebelahnya ngajak dia kemana gitu aku gatau, jadilah tinggal aku sama ibu mereka. Akhirnya kami ngobrol. Ternyata 2 anak ibu tadi saudara kembar, dan dua duanya tunawicara. Astaghfirullah dalam hati.

Dan memang bener, mereka berdua jadi pusat perhatian di acara itu, berkomunikasi dengan gerakan tangan dan ekspresi wajah, banyak juga yang memoto mereka. Aku bangga aku duduk disebelah mereka berdua. Haha. O iya mamanya juga ada bilang ke aku “Tapi mbak, biar mereka tidak bisa berkomunikasi dengan baik, saya gamau nyerah sama keadaan mbak, saya mencari bakat mereka, dan Alhamdulillah mereka cukup berprestasi loh di bidang modeling.” Kata ibu tadi dengan sangat bangga.

Dan dari situ, aku liat contoh langsung, kalau setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing, jangan nyerah dengan keadaan, dan yang paling penting itu BERSYUKUR, kita masih diberi kesempurnaan fisik dan kelebihan. Temukan dan kembangkan kelebihan itu, pergunakan sebaik baiknya nikmat itu. Wahaha, sok jadi motivator deh aku disini.
Oh iya pas disana pada liatin aku loh, atau perasaanku aja aku gatau. Pada liat tulisan di kaosku. Tulisannya = “INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2010” . Ada yang nyapa aku tanya umurku berapa, aku bialng “umur saya 14 tahun bu.”  “Ah masa sih? Kok muda banget?” kata seorang ibu ga percaya. Dalam hati aku mikir emang aku keliatan tua sampai ibu tadi gak percaya aku 14 rahun, aku mikir bentar, ternyata gara gara aku pake kaos ITB. Tau gitu aku bilang ke ibu tadi “Saya Profesor 14 tahun, bu.” Haha -----

Sabtu, 19 Juni 2010

Surat Untuk Om Dani

Tanggal 18 kemaren om dani, guru les, pindaaaaah, semuanya sedih, aku juga. Sebelum pindah kita sempetin bikin kerikatur ama surat buat om dani. agak lebay sih, pasti pada beranggapan kalo cuma guru les aja loh yang pindah ngapain di kasih kenang kenangan. tapi kami gak pernah anggap itu lebay. oke, ini isi suratnya :


To : Om Dani
Hari ini, tanggal 17 Juni 2010, satu hari sebelum guru les kami tercinta pindah ke Yogyakarta. . . .
Rasanya sedih banget kalau harus pisah dengan orang yang sudah dekat dengan kita. Itu pula yang kami rasa saat tau kalau Om Dani harus pindah ke Yogya. Kami masih ingat, pertama kali om memberitau kabar sedih ini pada tanggal 18 Mei 2010. Kami semua kaget dan terus menerus memaksa om dani agar tidak pindah. Awalnya kami tidak percaya dan lebih tepatnya tidak terima. Tapi lama kelamaan kami mulai ngerti.

Masih ingat juga dulu saat pertama bertemu om dani. Kesannya hanya seperti guru les biasa saja, guru yang ramah, dan tentu saja baik pada muridnya. Kesan pertama yang wajar karena kami belum dekat.

Akhirnya lama kelamaan kami mulai dekat dan “berani” pada om dani, om dani juga seperti itu. Kami mulai saling mengenal dan bercanda ringan setiap kali les. Dan semakin lama lagi, kami juga semakin dekat lagi dengan om dani, dan kami jadi rajin les karena kami rasa om dani menyampaikan meteri ke kita dengan baik dn menyenangkan.

Karena sudah saling kenal dan mulai saling mengerti, om dani dan kita jadi sering sekali bercanda, saling sindir, dan saling olok satu sama lain. Tidak ada rasa canggung sama sekali. Dan pasti yang tak akan dilupakan itu cerita alimah dan kiki, rachel dan anggara, serta ihsan dan titam. Tak ada pula yang tersinggung jika kita bercanda, menyindir, bahkan mengolok. Itu pula yang membuat suasana les di artha 4 sangat menyenangkan, dengan guru yang profesional seperti om dani, dan anak anak yang profesinal pula seperti kita :p.

Om dani juga sering banget menyiptakan kosa kata baru buat kita, gurauan sederhana tetapi kocak, rumus rumus cepat, dan cerita pengalamannya sewaktu kuliah yang sangat menarik dan membuat semua yang mendengarnya tertawa.

Pernah saat om dani tidak mengajar selama seminggu, dan kami digantikan dengan guru lain. Sama sekali beda dengan om dani. Guru tadi kesannya seperti membiarkan kita mau ngapain aja. Ada yang main hape, cerita ribut nyanyi sama sekali tidak ditegur, beda dengan om dani yang selalu memperhatikan apakah kita sudah mengerti atau belum, selalu menjawab semua pertanyaan yang kami berikan, dan kesannya bagi kami om dani akan menjelaskan pelajaran pada kami dengan bahasa yang nyaman di dengar, simpel dan membuat kami paham dengan cepat semua pelajaran. Saat satu minggu om tidak mengajar kami, hari terakhir dalam minggu itu, kelas kami sepi, saat ditanya pada anak anak yang lain kenapa tidak mau les semuanya menjawab sama “kami Cuma mau les kalau sama Om dani.” Itu kami katakan lama sebelum kami tau om dani harus pindah ninggalin kami.

Kami pun sering sekali saat disekolah ngebanggain om dani, contoh: “anaknya om dani dong nilainya tinggi tinggi” atau “mau pintar? Les sama om dani!” kocak mengingatnya. Semuanya setuju mengatakan om dani itu seru, profesional, baik, lucu, humoris, gaul, rame, kadang kalau marah serem juga, tapi kami tau maksud om dani marah itu baik, dan yang paling beda, kami ngerasa om dani bisa ngajar apa aja, semua yang kami tanya dijawab dengan jawaban yang tepat dan tentu saja logis, tapi kadanga kadang ga logis juga. Om dani selalu bisa membawa suasana kelas menjadi tidak tegang, pelajaran yang sulit pun terasa mudah setelah dijelaskan oleh om dani.

Itulah beberapa alasan yang membuat kami tidak ingin om dani pindah. Karena kami akan kehilangan satu orang yang mempunyai warna berbeda di hidup kami. Seseorang yang memperhatikan kami walaupun kami bukan anaknya, seseorang yang sering mendengarkan cerita panjang kami, dan seseorang yang sering memberi kami inspirasi dari cerita cerita yang lontarkannya.

Kalau harus mengingat om dani akan pindah, sampai hari ini pun kami sangat sedih, kami harap om dani tidak pernah lupa dengan kami, kami anak anak yang sering dikatakan sebagai anak anak kelainan oleh guru guru kami, anak anak yang sering kurang ajar sama om dani, anak anak yang cerewet dan hanya bisa bikin om dani marah. Jangan pernah lupa dengan kami. Kami harap, kami bisa bertemu om dani lagi kapan kapan, berbagi cerita lagi, bercanda lagi, dan saling mengolok lagi. Dan om dani harus tau WE LOVE YOU, 3 kata sederhana yang memiliki arti luar biasa bagi yang mengucapkan dan yang diucapkan.

Sekian kata terakhir dari kami,

-Artha 4 kelas 8 RSBI tahun ajaran 2009/2010-