Anda Pengunjung Ke :

Selasa, 29 September 2009

Aduhaii Mas Ajii


Hhhh, punya adek balita itu sangat menyebalkan. Udah suka ngambek, cempreng, ga bisa apapa, suka ngikutin orang lagi. Ih, dan sayangnya aku masuk orang tidak beruntung yang punya adek balita. Walopun gitu adek balita kadang gampang dijadiin budak. Suruh aja, “Deek, bersihiin eek kakak dong!!” Pasti dibersihin (entah apa yang dia lakukan).

Lepas dari sifat balita yang amat menjengkelkan, kadang mereka lucu juga loh. Lugu, polos, gampang ditipu dan percaya apa saja yang diucapkan kakaknya, aku beruntungnya ya jadi kakak. Nah, minggu lalu aku ma keluargaku kan pada mudik ke Banjar tuh, wii ngumpul kaya kebo sepupu sepupuku. Kebetulan adekku punya sepupu sejenis, sama sama balita. Tuh anak cewe, adekku cowo, umurnya Cuma beda setahuun. Sering betengkar, tiap hari. Dan biasanya adekku yang kalah.

Ada pas mereka lagi rukun, rukun kea suami istri, nempel. Mereka ngobrol berdua. Nama adekku Aji, sepupunya namanya Sasa.

Sasa: “Mas Aji Lebaii.”
Aji: “Gak, Aji gak lebaii, kamu tuh yang lebaii.”
Sasa: “Sasa gak lebaii, sasa kupu-kupu” (Dia kira lebaii=lebah)
Aji: “Aji juga gak lebaii, aji buaya, sasa juga buaya.”
Aku: “?????”

Tiba-tiba berantem tuh anak bedua pas mamanya Sasa bawa balon dua buah. Aji milih balon yang bisa terbang, yang isinya gas itu loh, sasa milih balon yang bisa bunyi. Awalnya Asik main bedua, terus tiba tiba..

Sasa: “mama, sasa mau balon yang itu” (bilang ke mamanya sambil nunjuk balon Aji)
Mama Sasa: “Gak boleh, itu punya Mas Aji”
Aji: “Iya, sasa gak poleh pegang”
Sasa: “Sasa mauuu”
Mama Sasa: “Mas Aji kasi pinjem dong.”
Sasa: “Sini, sini” (sambil ngerebut balonnya)
Aji: “GAK BOLEH, hueeeee, huaaaa, hueee”
Sasa: (Sasa yang bingung ngikutin aji nangis) “Hueeeeee, huaaaa, hueeee”

Ini sudah dikit contoh dari kelakuan anak kecil, dan berkat sasa manggil aji pake “mas”, akhirnya aku juga ikutan manggil adekku sendiri yang masih 4 tahun pake Mas Aji, dan dia dengan kurang ajrnya manggil aku tidak pake kata “kakak”, Cuma pebi ato kadang biah.
Mas Aji, Mas Aji..

_Pebi_

Minggu, 27 September 2009

Obsesi Gila Anak SBI 4


"Pebi, kalo gede mau jadi apa?"
"Tentu aja mau jadi dokter" kataku.
"Oooooh, cuma itu??"
"Iyaaaaa" kataku lagi.

Tapi setelah dipikir-pikir, selain jadi dokter aku juga punya obsesi laen. Pas awal kelas 8, tiba-tiba aja aku obsesi banget buat jadi ROSSA. Habiiiis, rossa GIGINYA RAPI dan SUARANYA BAGUS, beda banget ama aku. Tiap hari aku mikirin rossa muluu.

Gak cuma Rossa obsesi aku, aku juga sekarang obsesi jadi CG di marching. Iri gitu liat anak CG lincah-lincah. Beberapa akhir ini, aku dan beberapa anak yang juga obsesi CG, melakukan latian rutin dikelas, dengan pelatih si Alimah yang dalam marching posisi sesungguhnya itu terompet.

Bisa beberapa gerakan, makin ngebuat aku ma anak obsesi CG laennya makin pengen jadi CG. Bermodal karton sebagai pengganti bendera, kami selalu menari bak CG, tapi yang ini not real CG.
Anak anak obsesi CG itu udah pasti aku, Farras, alimah, Indi, Azizah, dll.

Dan secara penglihatanku, hampir semua anak dikelas punya obsesi masing-masing....
Amat: Obsesi gitaris Avenged gunain sapu sebagai pengganti gitar)
Alimah: Obsesi CG (padahal posisinya terompet)
Arni: obsesi fitri tropica (mirip deh)
Edwin: obsesi kim bum (huehe, kidding win)
Indi: obsesi CG (hidup cg)
Farras: Obsesi CG dan Acha Septriasa (suka menari dan nyanyi dengan suara kea acha? uekss. hehe, kidding)
Hani: Obsesi ketemu afgan (hafal semua lagu afgan loh)
Kiki: obsesi main di Opera van Java (semua kegiatannya dihubungkan dengan opera van java)
Arum: obsesi ngelupain orang (keanya susah rum, ngelupain ****)
Erya: obsesi jadi pria sejati (habis erya sering dipanggil mbak eryawati)
Fiqi: obsesi shinchan (ma, **** mau makan ma)
Mail: Obsesi David Archuleta (merasa mirip ama archie mulu)
Anggara: obsesi kevin vierra
ghondur: obsesi jadi atlet (si kecil jago olahraga)
Dita: obsesi komikus (gambarnya itu loooh, keren)
Sarah: obsesi manohara, cg, dan penyanyi (sarah suka ngebahas manohara, sering nari gaya Cg, dan berat kuakui, suaranya gak jauh beda ama aku, ga kok, suara sarah paling top.)
Rachel: obsesi bintang iklan shmpoo (kibasan rambutnya manteeep)
ody: obsesi penyanyi (jujur od, aku iri denger kamu nyanyi. hehe)
Farhan: obsesi pembuat bahasa baru (cuta cumi, babaalibaba, bomamu)


Dan obsesiku ada buaaaanya k ternyata: obsesi CG, Rossa, pengen ktemu ungu, obsesi dokter, obsesi MC, obsesi artis, dan obsesi pengen tambah kurus.
Sekian saya Pebi Rossa, mohon pamit.

Itu tuh yang diteritip


Adaaa aja yang dibikin ama anak-anak SBI 4. Kami juga punya hobi bersama; nyambung kata. Entah hobi bodoh ini muncul mulai kapan, tapi udah lumayan lama kok. Dan pelopornya KIKI, si anak yang terobsesi abis ama opera van java. Nyambung kata ini juga kita lakukin kapan aja, dimana aja, dan ama siapa aja.
Salah satu contoh Nyambung kata yang dilikukan pada saat yang kurang tepat itu pas pelajaran agama. Kiki dimarain ama pak nachrowi (pak sesaaat), masih sempet main sambung kata.


Pak Nacrowi: "Kamu ini pas pelajaran ngobrol aja kerjanya."
Kiki:"eeeeeee"
Pak nachrowi: "Kalo mau ngobrol itu di.."
Kiki: "Di kebun pak."
Pak nachrowi: "Orang yang suka ngobrol itu seperti khammar (bahasa arabnya keledai), tau khammer itu apa?"
Kiki: (dengan santainya) "khammer itu kan yang diikutin arum pas di sukabumi.. khammer hijau kan??"
Yang laiin: "Itu kemah hijau ki."
Pak Nachrowi: (Sangat marah) "Heh, jangan main-main!!"

Dan contoh lainnya, kalo ini dilakuin pas kita lagi iseng.
Misal :

a: "Eh, sini nah bukuku!!"
b: "buku itu kan yang buku asmat."
Serempak: "itu suukuuu."
b: "Suku itu kan misalnya uang suku."
Serempak: "Itu saku."
b: "Saku itu kan misalnya daganganku saku banget."
Serempak: "itu laaaakuuu."
b: "laku itu kan persamaannya saya.."
Serempak: "itu akuuuuu."
b: "aku itu kan yang biasanya di paluuuu."
Serempak: "itu pakuuuu."
b: "paku itu kan misalnya ih, paku banget sih gayanya."
Serempak: "itu kakuuu."
b: "Kaku itu kan misalnya kaku ulin itu bagus ya.."
Serempak: "itu kayuuuu."
b: "kayu itu kan yang biasa dipake kalo pegel.."
Serempak: "itu koyoooo."

Kadang kalo nggak dihentikan, bakal berlanjut terus dan gak bakal ada habisnya. Dan guru lesku yang cakep dan baik, pak dani ngajarin kita cara ngebuat orang berhenti main sambung mirip kata.
Jadi Pak Dani bilang, kalo misalnya udah mau berhenti, langsung sambungin ama teritip. Pak Dani sendiri bingung kok bisa nyetopin main sambung kata hanya gara-gara teritip.
Contoh, kita lanjutin percakapan diatas ya..:
Serempak: "itu koyoooo"
c: "koyo itu kan yang ada di teritiiip"
Serempak: "eeeeeeeeeee..."
dan tiba-tiba main sambung kata terhenti.. Ckck, kok bisaaaa......

Kalo kalian perhatiin percakapan diatas, yang selalu memberi pertanyaan adalah seseorang bernama b, kalo dikelasku, anak itu adalah KIKI NUR AZAM KHOLIL, hebat baget deh main sambung katanya. Selalu tiap hari kita main sambung kata, dna gak bakal seru kalo rajanya sambung kata gak ikut.
Sekiaaan.

_Pebi_