Anda Pengunjung Ke :

Jumat, 03 Februari 2017

Ekspedisi Nosarara Nosabatutu


Perjalanan 11 hari melewati 3 provinsi di Pulau Sulawesi.
Berangkat dengan keadaan akomodasi dan transportasi yang belum jelas. Membawa segudang semangat yang harus disebarkan. Berbekal rencana perjalanan, persiapan, do'a teman-teman, dan keyakinan akan dimudahkan.
Alhamdulillah segala persiapan, kerja keras, waktu, tenaga, dan segala hal yang dikorbankan terbayar lebih selama pelaksanaannya walaupun harus menyaksikan bukti nyata tidak meratanya pendidikan dan kesejahteraan di bangsa ini.
Kami mencoba membuka harapan murid-murid SMA disana untuk berani menempuh pendidikan yang lebih tinggi untuk kehidupan yg lebih layak, untuk mengabdi pada keluarga, masyarakat, dan tanah air. Menegaskan pada mereka bahwa siapa saja memiliki hak yang sama untuk pendidikan dan hidup yang lebih baik, bahwa segala permasalahan negeri ini menjadi tanggung jawab kita dan mereka nantinya dan ilmulah yang harus menjadi bekal utama yang harus dimiliki.
Antusiasme, semangat, mimpi, cita-cita, dan harapan mereka adalah pengisi ulang semangat kami setiap harinya dan merupakan oleh-oleh yang kami terima dan kami bawa untuk diceritakan pada teman-teman, khususnya teman-teman yang sekarang memiliki kesempatan lebih untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi dengan harapan agar ilmu dan kesempatan tersebut tidak disia-siakan, agar ilmu tersebut digunakan untuk kebaikan masyarakat bangsa ini, agar ilmu tersebut tidak membuat kita semakin angkuh dan memikirkan diri sendiri, melainkan semakin merasa bahwa ilmu tersebut adalah amanah, adalah tanggung jawab kita untuk setidaknya memperbaiki 1 dari sekian banyak permasalahan di negeri ini.
Selamat berjuang para pejuang pendidikan dimanapun dan kapanpun, selamat mengabdi untuk Tuhan dan bangsa ini.
Salam,
Ismail Faruqi, Isma Aini, Rifki Putra, dan Pebriani Artha

Tim Nosarara Nosabatutu,
Ekspeditor Sulawesi AMI 2017

Selasa, 30 Agustus 2016

Mimpi Besar Anak-Anak Talegong

Masih tentang KKN...

3 minggu tinggal bersama warga Desa Mekarwangi, membawa misi pendiidkan untuk anak-anak disana.

Membuka wawasan mereka bahwa dunia lebih luas dari batas-batas desa mereka..

Meyakinkan mereka bahwa mereka juga berhak bermimpi tinggi dan memperjuangkannya..

Video singkat tentang semangat dan keceriaan anak-anak Desa Mekarwangi, Kecamatan Talegong


Terimakasih Adik-Adik Talegong

Cerita ini ditulis pada awalnya hanya untuk memenuhi laporan akhir KKN, tapi pas nulisnya malah baper sendiri. Sedikit sharing aja tentang KKN ku beberapa waktu lalu.
Sedikit tentang banyak pembelajaran hidup yang kudapat selama 3 minggu. Hehe

Perasaan takut dan ragu beberapa hari menjelang eksekusi KKN. Kepikiran apakah selama disana aku bisa beradaptasi? Bagaimana dengan warga disana.. Apakah akan baik padaku.. Bagaimana dengan makanku selama disana.. Bagaimana dengan kegiatanku disana, apakah akan bermanfaat nantinya. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu cukup menggangguku. Namun aku tau, superteam Tema Pendidikan sudah berusaha mempersiapkan yang terbaik agar selama disana baik-baik saja. InsyaAllah.

Perjalanan kesana tidaklah menyenangkan, harus menggunakan mobil tentara entah apa itu namanya. Mual luar biasa sepanjang perjalanan sehingga aku memutuskan untuk tidur atau sekedar memejamkan mata. Aku berharap keberjalanan KKN ini tidak seburuk perjalanan kesana.
Sampai di lokasi kami semua disuguhi pemandangan luar biasa indah sepanjang perjalanan. Aliran sungai, hutan, hamparan gunung-gunung, dan sawah warga menemani perjalanan mendaki kami yang tidak singkat. Tapi kami tak bisa langsung beristirahat karena ada beberapa masalah mengenai masalah penempatan rumah yang cukup pelik ternyata. Jadilah beberapa dari kami masih merasa digantungkan mengenai massalah tempat tinggal, walaupun paada akhirnya kami dicarikan tempat tinggal sementar.

Aku dan beberapa teman yang serumah alhamdulillah menempati rumah sesuai dengan yang direncanakan. Rumah salah satu kepala RW disana, rumah Bapak Encar dan keluarga. Rumah ini tampak biasa-biasa saja dari luar, kami cukup terkejut karena rumah ini tidak memiliki penerangan memadai dan tidak memiliki kamar mandi. Kami sempat kebingungan dan mengeluhkan hal tersebut pada awalnya. Untuk mencapai kaamar mandi terdekat kami harus berjalan cukup jauh dulu. Ditambah lagi ada beberapa kami yang terserang penyakit diare semakin sulit dengan tidak adanya kamar mandi. Tapi lama kelamaan hal tersebut menjadi tidak masalah. Kami pun mulai terbiasa dengan hal tersebut. Bangun sebelum subuh untuk ke kamar mandi dan tidur agak malam karena saling menunggu satu sama lain untuk mandi.

Sambil beradaptasi dengan kondisi disana, kami tetap harus menjalankan program kami membawa misi pendidikan di Kampung Gandasoli dan sekitarnya. Dengan segala persiapan yang matang kami berharap program dapat berjalan sesuai yang kami inginkan.

Sudah menjadi rutinitas di rumah kami, kebetulan rumah yang saya tempati merupakan pusat logistik, sehingga kami serumah merangkap sebagai staf logistik untuk menyiapkan segala kebutuhan program setiap harinya. Kami melakukannya dengan senang karena kami semua memiliki niat dan tujuan yang sama, InsyaAllah.

Minggu pertama disana, kami berkenalan dengan sekolah-sekolah yang ternyata untuk menuju kesana memakan waktu yang cukup lama dengan medan jalanan yang tidak mudah. Kami harus melewati perjalanan mendaki, berbatu, hutan rimba, ditambah licinnya jalanan di minggu pertama akibat hujan setiap harinya. Kami kelelahan karena belum terbiasa. Tapi itulah yang harus dilalui anak-anak disana untuk mencapai sekolah mereka. Rasanya malu kalau harus mengeluh terus.
Perasaan kagok saat pertama kali menyapa adik-adik. Gugup. Panik. Takut. Tapi seiring berjalannya waktu, semua perasaan jelek itu kalah dengan perasaan bahagia kami mengajar dan bermain bersama mereka. Rasa lelah pun sudah tidak lagi kami rasakan, semua terbayar dengan tawa dan kelakuan mereka.

Tim Pendidikan memang bertugas untuk mengajar disana. Semakin kesini rasanya ssudah tidak bisa dibilang kalau selama KKN pekerjaan kami hanyalah mengajar. Menurutku justru kamilah yang banyak belajar dari anak-anak itu. Aku jath cinta dengan segala kesederhanaan mereka, aku jatuh cinta dnegan senyum dan cerita mereka, aku jatuh cinta dengan kejujuran dan ketulusan mereka dalam berucap maupun bertindak.

Dari mereka aku belajar betapa indahnya dunia dengan rasa syukur, bersyukur atas apa yang Tuhan berikan, Lapangnya hati dengan senantiasa bersyukur. Bersyukur ditengah segala keterbatasan. Walaupun serba sederhana bahkan kekurangan mereka tetap tersenyum dan bahagia. Hal kedua yang aku pelajari adalah kesederhaan dalam berbahagia. Bahagia tidak perlu mahal, bahagia bisa didapat dimana-mana. Bahagia itu sederhana. Bermain bersama teman, mengetahui hal-hal baru, bermain layangan, makan bersama keluarga, kedatangan teman baru.. Bahagia sesederhana itu.
Aku juga belajar tentang kasih sayang dan ketulusan. Inilah yang paling aku sukai dari mereka. Hidup dengaan kasih sayang berlimpah, hubungan yang baik antar satu sama lain, dan lingkungan yang gemar bergoting royong. Semuanya dilakukan dengan ketulusan yang terpapar jelas di wajah mereka.


Terimakasih Talegong, terimakasih KKN Tematik ITB. Mengambil mata kuliah ini adalah pilihan yang tidak salah dan merupakan pengaalaman terbaikku selaama aku berkuliah di ITB. Aku belajar tentang indahnya mengabdi pada masyarakat. Indahnya hidup jika kita bisa bermanfaat untuk sesama. Terlebih jika hidup yang tidak panjang ini didedikasikan untuk kesejahteraan masyarakat banyak.Perasaan takut dan ragu beberapa hari menjelang eksekusi KKN. Kepikiran apakah selama disana aku bisa beradaptasi? Bagaimana dengan warga disana.. Apakah akan baik padaku.. Bagaimana dengan makanku selama disana.. Bagaimana dengan kegiatanku disana, apakah akan bermanfaat nantinya. Pertanyaan-pertanyaan seperti itu cukup menggangguku. Namun aku tau, superteam Tema Pendidikan sudah berusaha mempersiapkan yang terbaik agar selama disana baik-baik saja. InsyaAllah.

Perjalanan kesana tidaklah menyenangkan, harus menggunakan mobil tentara entah apa itu namanya. Mual luar biasa sepanjang perjalanan sehingga aku memutuskan untuk tidur atau sekedar memejamkan mata. Aku berharap keberjalanan KKN ini tidak seburuk perjalanan kesana.
Sampai di lokasi kami semua disuguhi pemandangan luar biasa indah sepanjang perjalanan. Aliran sungai, hutan, hamparan gunung-gunung, dan sawah warga menemani perjalanan mendaki kami yang tidak singkat. Tapi kami tak bisa langsung beristirahat karena ada beberapa masalah mengenai masalah penempatan rumah yang cukup pelik ternyata. Jadilah beberapa dari kami masih merasa digantungkan mengenai massalah tempat tinggal, walaupun paada akhirnya kami dicarikan tempat tinggal sementar.

Aku dan beberapa teman yang serumah alhamdulillah menempati rumah sesuai dengan yang direncanakan. Rumah salah satu kepala RW disana, rumah Bapak Encar dan keluarga. Rumah ini tampak biasa-biasa saja dari luar, kami cukup terkejut karena rumah ini tidak memiliki penerangan memadai dan tidak memiliki kamar mandi. Kami sempat kebingungan dan mengeluhkan hal tersebut pada awalnya. Untuk mencapai kaamar mandi terdekat kami harus berjalan cukup jauh dulu. Ditambah lagi ada beberapa kami yang terserang penyakit diare semakin sulit dengan tidak adanya kamar mandi. Tapi lama kelamaan hal tersebut menjadi tidak masalah. Kami pun mulai terbiasa dengan hal tersebut. Bangun sebelum subuh untuk ke kamar mandi dan tidur agak malam karena saling menunggu satu sama lain untuk mandi.

Sambil beradaptasi dengan kondisi disana, kami tetap harus menjalankan program kami membawa misi pendidikan di Kampung Gandasoli dan sekitarnya. Dengan segala persiapan yang matang kami berharap program dapat berjaalan sesuai yang kami inginkan.

Sudah menjadi rutinitas di rumah kami, kebetulan rumah yang saya tempati merupakan pusat logistik, sehingga kami serumah merangkap sebagai staf logistik untuk menyiapkan segala kebutuhan program setiap harinya. Kami melakukannya dengan senang karena kami semua memiliki niat dan tujuan yang sama, InsyaAllah.

Minggu pertama disana, kami berkenalan dengan sekolah-sekolah yang ternyata untuk menuju kesana memakan waktu yang cukup lama dengan medan jalanan yang tidak mudah. Kami harus melewati perjalanan mendaki, berbatu, hutan rimba, ditambah licinnya jalanan di minggu pertama akibat hujan setiap harinya. Kami kelelahan karena belum terbiasa. Tapi itulah yang harus dilalui anak-anak disana untuk mencapai sekolah mereka. Rasanya malu kalau harus mengeluh terus.
Perasaan kagok saat pertama kali menyapa adik-adik. Gugup. Panik. Takut. Tapi seiring berjalannya waktu, semua perasaan jelek itu kalah dengan perasaan bahagia kami mengajar dan bermain bersama mereka. Rasa lelah pun sudah tidak lagi kami rasakan, semua terbayar dengan tawa dan kelakuan mereka.

Tim Pendidikan memang bertugas untuk mengajar disana. Semakin kesini rasanya ssudah tidak bisa dibilang kalau selama KKN pekerjaan kami hanyalah mengajar. Menurutku justru kamilah yang banyak belajar dari anak-anak itu. Aku jath cinta dengan segala kesederhanaan mereka, aku jatuh cinta dnegan senyum dan cerita mereka, aku jatuh cinta dengan kejujuran dan ketulusan mereka dalam berucap maupun bertindak.

Dari mereka aku belajar betapa indahnya dunia dengan rasa syukur, bersyukur atas apa yang Tuhan berikan, Lapangnya hati dengan senantiasa bersyukur. Bersyukur ditengah segala keterbatasan. Walaupun serba sederhana bahkan kekurangan mereka tetap tersenyum dan bahagia. Hal kedua yang aku pelajari adalah kesederhaan dalam berbahagia. Bahagia tidak perlu mahal, bahagia bisa didapat dimana-mana. Bahagia itu sederhana. Bermain bersama teman, mengetahui hal-hal baru, bermain layangan, makan bersama keluarga, kedatangan teman baru.. Bahagia sesederhana itu.
Aku juga belajar tentang kasih sayang dan ketulusan. Inilah yang paling aku sukai dari mereka. Hidup dengaan kasih sayang berlimpah, hubungan yang baik antar satu sama lain, dan lingkungan yang gemar bergoting royong. Semuanya dilakukan dengan ketulusan yang terpapar jelas di wajah mereka.

Terimakasih Talegong, terimakasih KKN Tematik ITB. Mengambil mata kuliah ini adalah pilihan yang tidak salah dan merupakan pengaalaman terbaikku selaama aku berkuliah di ITB. Aku belajar tentang indahnya mengabdi pada masyarakat. Indahnya hidup jika kita bisa bermanfaat untuk sesama. Terlebih jika hidup yang tidak panjang ini didedikasikan untuk kesejahteraan masyarakat banyak.

Jumat, 24 Juni 2016

Kamis, 23 Juni 2016

Rabu, 22 Juni 2016

Selasa, 21 Juni 2016

Senin, 20 Juni 2016

#Day15 Dory

Sangat excited pengen nonton Finding Dory udah dari jaman kapan ada berita bakal ada filmnya.
Pas nonton Finding Nemo emang udah greget banget sama ikan pelupa satu ini, kerjanya cuman ngerancuin urusan Papa Nemo haha.

Kalau dipikir pikir, aku ngeliat Dory ini mirip banget sama aku.
Sering banget kelupaan macem-macem, dari hal-hal sepele sampai kadang lupa tujuan hidup. Wkaka gadeng. Secara langsung atau gak langsung, terkadang orang-orang sering kesel juga menghadapi sifat "Dory" ini.

Sering merepotkan orang lain karena kelalaiannya sendiri, tidak bisa ditinggal sendiri, dan sering hilang arah. Aku kayak liat diri sendiri versi ikan haha. Beruntung Dory tidak sendiri, ia punya Nemo dan Papanya yang selalu mengerti.

"I-suffer-from-short-term-memory-loss"

Sebenarnya hal tersebut sudah cukup bisa jadi alasan untuk memaklumi Dory. Tapi ternyata tidak semua orang bisa menerima itu.

Dory mengajarkan untuk menerima kondisi dirinya sendiri walaupun ia tidak menyukainya. Dory mengajarkan bahwa kita tidak akan pernah  melupakan sesuatu yang sangat berharga dalam hidup, dan Dory mengajarkan bahwa sesuatu yang berharga itu harus diperjuangkan.

Dory pun mengajarkan bahwa ada kalanya kita harus berjuang sendiri. Teman-teman dan keluarga tidak bisa selalu bersama kita. Rasanya sulit untuk seseorang yang terbiasa bergantung pada orang lain pada suatu kondisi ia hanya bisa bergantung pada dirinya dan keyakinannya.
Hal tersebut tidak mudah bagi mereka (dan aku) yang bahkan sering tidak meyakini diri sendiri untuk bisa.
Yap, tapi tujuan hidup dan segala sesuatu yang mebuatnya tetap hidup setidaknya bisa membuat jalannya terarah, bisa membuatnya yakin bahwa dirinya mampu melakukannya, bahwa dirinya berhak mendapatkannya..
The power of tekad kuat singkatnya.

Satu lagi yang diajarkan Dory...
Keluarga akan selalu menjadi alasan untuk kembali,

Keluarga adalah mereka yang selalu ada untukmu, tidak pernah meninggalkanmu, selalu menerima apapun keadaanmu, dan mungkin satu-satunya yang mengharapkanmu.

Ayah dan Ibu. Selalu menjadi alasan bagi anaknya untuk terus berjuang dan  menjadi orang baik.
Tidak ada orang lain yang mempercayaimu dan mencintaimu lebih dari mereka.
Ayah-Ibu nya Dory, selalu yakin bahwa anaknya akan pulang. Tidak hentinya setiap hari mereka membuatkan penunjuk arah ke rumah agar Dory tidak tersesat.
Begitulah orang tua, selalu mengarahkan anaknya pada tujuannya. Membiarkan anaknya menentukan jalan dan pilihannya sendiri.

Hiks jadi baper.. wkaka
Btw masih tentang Finding Dory, nemu ginian nih di grup


Kalo Finding Doi mah sampai sekarang belum nemu-nemu, 20 years and still counting.

Menu berbuka hari ini gak di post soalnya beli di luar hehe.
Mama gak nyiapin apa-apa gara-gaara ikutan nonton Finding Dory haha

Minggu, 19 Juni 2016

Sabtu, 18 Juni 2016

#Day13 Rendang



Ini nih makanan yang sempat menjadi makanan terlezat di seluruh dunia.
RENDANG.

Emang bener banget sampai sekarang saya gak bosen bosen makan rendang dan kalo kuliah sering banget minta dikirimin rendang haha.

Kata mama tiap orang punya selera rendangnya masing-masing dan tampilannya bisa beda-beda juga. Orang-orang bilang yang buatan orang Minang rendangnya paling enak Emang bener si wkakak.
Ini rendang versinya orang Banjar, gak kalah enak dengan buatan orang Minang, walaupun lada dan lomboknya dikurangi gara-gara gak terlalu suka pedas ^^

Menu Ramadhan Day 13: Rendang, Terong Goreng, dan Kuah Santan

Jumat, 17 Juni 2016

Kamis, 16 Juni 2016

#Day11 Apa Sebenarnya Kita Sama Buruknya?

Saya menemukan postingan ini di timeline line tadi pagi.
Sebuah opini yang sangat menarik mengenai sikap anak jalanan yang -biasanya kita menyebutnya- tidak tahu terimakasih. Saya kutip kesini, yak ceritanya. Sangat worth untuk dibaca ^^

Rabu, 15 Juni 2016

#Day10 Pemakan Semua


-----cerita masih di draf--------



#Day9 Hati


Menu berbuka di hari ke-9.
Hati.

Hati bukan untuk dimakan, tapi dilindungi dan dijaga.
Hati menjagamu dan membentengi tubuhmu di semua bagian yang kau jaga.


Lah kok isinya jadi gini? Hahaha

Selasa, 14 Juni 2016

#Day8 Tanpa Aji =Tanpa Ayam



Hari ini berbuka puasa tanpa si usil Aji, Aji sedang ikut pesantren Ramadhan di sekolahnya dan harus menginap 1 malam. Gengsi sih bialngnya, tapi sepi juga sebenernya gada Aji di rumah, gada yang bisa diajak berantem hahaha.

Karena Aji gak terlalu suka ikan, biasanya mama bikinin ayam goreng yang khusus buat Aji, Di gorengnya cuman 1 atau 2 potong aja soalnya yang makan ayam goreng cuman Aji, kita makan menu yang lain.

Ada yang kurang rasanya di meja kalau mama gak masak ayam goreng. Biasanya sebelum aku sibuk berantem sama Aji nyuruh dia biar mau makan ikan-ikanan. Tapi Aji sudah jatuh cinta sama ayam goreng mama sepertinya..

Menu berbuka hari ini, hari ke-8 Ramadhan ada PEPES PATIN dengan bumbu pepes terenak sedunia, bukan mau lebay tapi bumbu pepes yang ini memang enak banget dibanding pepes-pepes yang lain, ada sayur sof tanpa bakso dan daging, daaaaaaaam ikan asin kuah asam!

Aku sebenernya gak terlalu suka makanan berbumbu, termasuk pepes. Tapi untuk pepes emak yang 1 ini pengecualian ya. Aku gada campur tangan sedikit pun dalam proses pembuatan bumbu pepes ini (semuanya mama yang ngerjain) guna menjaga cita-rasa alami masakan mama.

Senin, 13 Juni 2016

#Day7 Susu Putih atau Coklat?



Tak terasa sudah seminggu berpuasa berarti sudah seminggu juga berbuka. Krik.
Kebetulan pisang di rumah udah mateng, kita bikin pisang goreng dan pisang-susu-keju-gula untuk ta'jil. Kalau di foto bisa diliat di kanan atas agak ketutup. Haha.

Pas mau nuangin susu aku kaget kok mama nyuruh nuang susu kental manis coklat, selama ini aku taunya pisang begitu pakai susu kental manis putih. Pakai acara debat dulu cuman buat nentuin pake susu apa. Aku kekeuh mau susu putih, mama maunya susu coklat. Gak cuman susu, kita juga perdebatin pakai gula palem atau gausah. Cukup memebuang waktu ternyata menentukan toping yang pas untuk pisang goreng.

Akhirnya kita menemukan win-win solution. Separo pakai susu coklat, separonya lagi pakai susu putih. Untuk gula aku ngalah akhirnya semua pisangnya dikasih gula. Padahal pas buka puasa aku makan dua-duanya. Sama-sama enak mau pakai susu coklat atau susu putih. Atau pengaruh lapar aja kali, ya?

Menu di hari ke 7 Ramadhan ini ada udang sambal merah, sayur sop dengan bakso dan daging, tempe goreng, dan pisang goreng.

Sedang Terjebak

Saya sedang berada di penjara zona nyaman.
Sudah berhari-hari terjebak didalamnya.
Bahagia yang seakan tidak mau dilepas.
Segala hal yang selalu terpenuhi.
Hari-hari yang berlalu tanpa target pasti.

Aku mencoba berhitung, berapa banyak waktu yang sudah terbuang?
Aku coba berpikir, apakah aku sebenernya mempunyai tujuan?

Minggu, 12 Juni 2016

#Day6 Menu Jomblo


Menu berbuka di hari ke-6 Ramadhan.
Hari ini berbuka sendiri di rumah. Abah, mama, Aji, Aira buka di sekolahan Aji dan saya gabisa ikutan huhu. Aku paling gasuka makan apalagi buka puasa sendirian. Sepi banget gada yang diajak ngobrol dan kerasa banget jomblonya.

Jadilah berbuka puasa hari ini dengan menu jomblo, pake bahan makanan sisa kemaren-kemaren dengan porsi sedikit karena yang makan memang cuman 1 orang.
Ada tempe kering, sayur bening bayam, dan kesukaan aku, cumi-cumi! ^^

Sabtu, 11 Juni 2016

#AyoSekolah untuk Desa Mekarwangi dan Mekarmulya

Mereka berkata:

"Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China."

"Gantungkan cita-citamu setinggi langit!" Lanjutnya.

Beribu kali kita begitu sering mendengar kata-kata tersebut, beberapa memaknainya sepenuh hati, beberapa merasa termotivasi, dan beberapa lagi hanya menganggapnya sebagai angin lalu.

Beruntunglah kita diberi kesempatan untuk merasakan indahnya pendidikan, merasakan nikmatnya ilmu dan belajar apapun yang kita inginkan. Berkesempatan membuka jalan dan melihat cerahnya masa depan, bermimpi, bercita-cita, kemudian menggantungnya dan memperjuangkannya.

Lantas nikmat tadi terkadang membuat kita menjadi angkuh dan lupa bahwa ternyata masih banyak saudara kita yang belum merasakannya. Boro-boro menuntut ilmu sampai ke Negeri China, melanjutkan sekolah pun enggan, tidak ada motivasi belajar, dan bahkan ada hidup tanpa bercita-cita.

Buka mata kita, lihat sekeliling kita, ada banyak cara untuk membantu mereka. Berbagi motivasi dan semangat untuk mereka, semangat belajar dan menuntut ilmu setinggi-tingginya, semangat untuk bercita-cita dan memperjuangkannya, berbagi indahnya dunia dengan ilmu pengetahuan.
Kita sepakat baahwa semangat belajar dan menuntut ilmu harus ditanamkan sejak dini, bukan?


----------------------------------------------------------------------------------

Tentang Kuliah Kerja Nyata-Tematik Institut Teknologi Bandung 2016

Kuliah Kerja Nyata Tematik ITB merupakan kegiatan berbasis pengabdian masyarakat yang berlandaskan pada Tri Dharma Perguruan Tinggi poin ketiga. KKN Tematik ITB diselenggarakan sebagai salah satu wujud implementasi ilmu yang diperoleh dari kegiatan pendidikan dan penelitian di kampus Institut Teknologi Bandung. Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi suatu solusi untuk permasalahan yang ada di masyarakat, sehingga peran mahasiswa sebagai kaum intelektual dapat terealisasi dalam bentuk pengabdian. Terdapat 4 tema yang diusung pada KKN Tematik ITB 2016, yaitu Infrastruktur, Air, Energi, dan Pendidikan.

Kuliah Kerja Nyata-Tematik ITB tidak hanya sekedar mata kuliah dan formalitas. Peserta kuliah dan panitia pelaksana diseleksi dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Semua kegiatan disusun berdasarkan data, survey, dan disesuaikan dengan kebutuhan, termasuk didalamnya persiapan bagi peserta yang dilakukan dengan serius agar terbentuk mahasiswa-mahasiswi yang peka dan berempati dengan kondisi masyarakat di sekitarnya.

KKN-T ITB tahun ini kembali mengangkat tema Pendidikan sebagai salah satu tema inti dalam pelaksanaannya. Tema ini diangkat berdasarkan hasil survey permasalahan dan kebutuhan di lokasi tempat dilaksanakannya KKN-T ITB 2016, yaitu Desa Mekarwangi dan Desa Mekarmulya yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Tentang Desa Mekarwangi dan Desa Mekarmulya



Desa Mekarwangi merupakan hasil pemekaran dari Desa Selaawi. Letak Desa Mekarwangi termasuk paling jauh dari pusat Kecamatan Talegong. Desa ini berjarak kurang lebih tiga kilometer dari Desa Selaawi. Kontur Desa Mekarwangi juga pegunungan sebagaimana desa-desa lainnya di Kecamatan Talegong. Desa Mekarwangi terdiri dari 3 kadusunan, 6 RW, dan 19 RT. Warga Desa Mekarwangi berjumlah 2248 orang dalam 822 Kepala Keluarga.

Sementara Desa Mekarmulya terletak di areal pegunungan. Desa Mekarmulya terdiri atas 1088 KK yang tersebar di empat kadusunan, yaitu Dusun Cikaramat, Cigembong, Cibaliung, dan Datar Salam. Keempat kadusunan ini menyatu, tidak terpisah jauh seperti di Desa Sukamulya. Di desa tersebut terdapat banyak areal persawahan.

Kedua Desa ini terletak dipinggir Kabupaten Garut dan cukup sulit untuk mencapainya. Mata pencaharian utama warganya adalah berkebun. Penduduk di kedua desa ini sebagian besar berkomunikasi menggunakan bahasa Sunda.

Masalah Pendidikan di Desa Mekarwangi dan Mekarmulya


Masalah utama di daerah ini adalah mengenai masih kurangnya motivasi dan semangat belajar anak-anak. Masih banyak anak-anak yang memutuskan untuk tidak melanjutkan sekolah ke tahap yang lebih tinggi dikarenakan tidak adanya motivasi, dukungan orangtua, dan sarana-prasarana pendidikan yang memadai.
Masih banyak anak-anak yang memutuskan untuk langsung bekerja begitu lulus SD, dan lebih parah bebera diantaranya memutuskan untuk menikah. Hal tersebut bahkan mendapat dukungan dari kedua orangtuanya. Mereka beranggapan tidak perlulah sekolah tinggi-tinggi, lebih baik membantu orangtua bekerja mencari uang di kebun. Kebetulan daerah tersebut memang memiliki potensi alam berupa perkebunan aren yang cukup besar.



Selain anak-anak yang kurang termotivasi dan kurangnya dukungan orangtua untuk melanjutkan sekolah, pendidikan di dua desa ini diperparah dengan fasilitas, sarana, dan prasarana pendidikan yang kurang memadai.

Sarana-prasarana yang dimaksud diantaranya gedung sekolah yang kecil, kotor, dan gersang; madrasah yang sempit dan digunakan bergantian; tidak adanya buku pelajaran baik untuk pendidikan formal maupun informal; alat-alat praktikum yang sangat terbatas dan seadanya; tidak adanya alat peraga penunjang pelajaran; dan lain-lain.

Program yang Akan Dilaksanakan


Berdasarkan kondisi, masalah, dan kebutuhan pendidikan di Desa Mekarwangi dan Mekarmulya tersebut, tim KKN-T ITB Tema Pendidikan mempersiapkan program-program yang akan dilaksanakan pada 17 Juli - 9 Agustus 2016. Kegiatan kami akan terpusat dibeberapa lokasi, yaitu Madrasah Ganasoli, Masjid Ganasoli, Rumah Belajar (Rumah Comdev), Masjid Cipait, SDN Mekarwangi 1, SDN Mekarwangi 2, SMP Ma'Arif, Taman Kanak-Kanak, dan pusat Desa Mekarmulya. Program-program tersebut diantaranya:
  • Penyediaan perlengkapan belajar-mengajar untuk Rumah Comdev yang akan dibangun oleh tim KKN-T ITB Tema Energi,
  • Penyediaan alat peraga penunjang pendidikan untuk sekolah,
  • Penyediaan buku pelajaran dan buku agama,
  • Diskusi cerdas dengan guru tentang memotivasi anak dalam belajar dan bersekolah,
  • Kelas Inspirasi dan motivasi untuk anak-anak,
  • Lomba-lomba dan aktivitas outdoor dengan para pelajar,
  • Penghijauan di sekitar tempat belajar-mengajar,
  • Sosialisasi kepada warga khususnya orangtua mengenai pentingnya melanjutkan sekolah,
  • Ngariung dan diskusi cerdas dengan warga desa,
  • Pentas seni.

Kegiatan tersebut telah dikonsep dengan baik dengan mempertimbangkan kondi simasyarakat Desa Mekarwangi dan Mekarmulya. Semua donasi yang masuk sepenuhnya akan digunakan untuk pelaksanaan program, terutama untuk pemenuhan kebutuhan buku pelajaran dan perlengkapan kegiatan belajar-mengajar.

Doa dan dukungan teman-teman sangat berarti untuk mewujudkan program dan semua kegiatan yang telah disusun dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Semoga semangat menuntut ilmu bagi saudara-saudara kita di Desa Mekarwangi dan Mekarmulya dapat berkobar dan memacu mereka untuk berani bermimpi dan mewujudkannya.

Kami mengajak teman-teman semua untuk berdonasi di www.kitabisa.com/kkntayosekolah
Apabila ada yg kurang jelas atau ada pertanyaan tentang kegiatan ini, teman-teman dapat menghubungi:
Sofya (089629734870) / Pebi (085246201109)
Foto: Dokumentasi survey Lokasi KKN-T ITB 2016


Salam Semangat,


Tim KKN-T ITB 2016 Tema Pendidikan

#Day5 Es Buah Leci



Menu berbuka di hari kelima puasa.
Ikan nila kesukaan saya dan Aira, dibikin acar kuning dan digoreng biasa.
Ditambah es buah khasnya mama, esbuah yang dicampur dengan susu dan sirup leci.
Gada niatan mau bikin, buahnya aja cuman melon sama semangka, tapi berhubung pada gasuka melon, jadinya dibikin es buah aja biar melonnya dimakan hehe.