Anda Pengunjung Ke :
Senin, 28 Desember 2015
Intermezzo di Hari Sabtu
Bermain Waktu (Part 2)
Bermain Waktu (Part 1)
Minggu, 20 Desember 2015
Kebaikan
Sabtu, 19 Desember 2015
#random
18 Desember 2015
Ternyata kegelapan, kesunyian, dan dinginnya malam tidak selalu buruk.
Tertanda sesorang yang baru pertama kali ke sisi timur jauh kampusnya.
Rabu, 16 Desember 2015
Siapa Dia?
Senin, 14 Desember 2015
Tentang Dia dan Hujan
Sebelumnya, terimakasih hujan.
Rabu, 02 Desember 2015
Cuanki
Kemarin adalah hari yg sangat melelahkan. Mungkin hanya untukku karena malam sebelumnya aku tidak tidur untuk menyelesaikan tugas besar dan hari sebelumnya badanku sudah cukup remuk karena harus melakukan perjalanan keluar kota seharian.
Pukul 5 sore adalah waktu yg kutunggu, setidaknya untuk menyandarkan kepalaku sejenak. Langit gelap seperti biasa. Angin bertiup membawa suasana yang sangat nyaman untuk tidur.
"Dingin - dingin gini enaknya makan bakso Cuanki" kata salah satu temanku, mengajak untuk makan bakso Cuanki di depan kampus. Tanpa pikir panjang aku mengiyakan saja. Lumayan sebagai penghangat untuk hari itu.
Jadilah Aku, Kiki, Nindy, dan Atika memutuskan untuk makan Cuanki sore itu. Begitu sampai di gerbang depan kampus, langit gelap tadi mulai merintikkan hujan. semua orang bersiap mengeluarkan payung mereka. Tanganku yg sejak pagi menenteng kardus perkakas tugas besar membuatku cukup rempong untuk mengeluarkan raincoat tas dan payung dari dalam tas. Rempong seperti biasanya.
Hujan ternyata tidak mengurungkan niat teman-temanku untuk makan bakso Cuanki. Setelah beres denagn raincoat dan payung, kami nenuju tempat bakso Cuanki itu.
sambil menunggu A'a nya nyiapin pesanan kita, kita duduk dibawah pohon besar dekat Salman. Hujan semakin deras dan tempat itu mulai terasa tidak nyaman karena basah. Tapi kurasa tidak masalah saat itu.
Pesanan kami sudah siap. Kami tidak beranjak dari tempat kami duduk tadi. Dengan beralaskan pastik, memegang payung, ditemani hujan dan udara dingin sore itu, kami menyantap bakso Cuanki tanpa peduli apapun.
Pemandangan yg cukup unik kukira. Duduk emperan makan bakso sambil payungan. Orang-orang yg berlarian menghendari hujan mungkin keheranan melihat kita lebih memilih untuk hujan-hujanan. Diliatin orang-orang yang melintas masuk dan keluar Salman yg mungkin beberapa adalah teman kami.
Kami hanya tertawa dan sesekali menunduk untuk menutupi wajah kami. Lelahku hari itu rasanya benar-benar hilang. Kombinasi tawa hangat sahabat-sahabatku dan udara dingin saat itu membuat bakso Cuanki yang kumakan terasa nikmat sekali.
Salah satu dari kami, baru saja terkena musibah yabg membuatnya sangat bersedih. Aku senang melihatnya ikut tertawa lepas saat itu. Tentu bukan karena ia tak bersedih lagi, tapi setidaknya ia lupa kalau ia sedang bersedih.
Hujan-hujanan makan bakso Cuanki bareng sahabat. Lagi lagi, bahagia sesederhana itu.
:)
Minggu, 22 November 2015
Kucing GKU Barat
Kamu bisa menemukan banyak kucing di ITB. Tidak hanya di kantin, kucing-kucing di ITB pun sering berkeliaran ke ruang kelas. Beberapa teman yang takut kucing sangat merasa tertanggu dengan hal tersebut dan beberapa lainnya yang menyukai kucing bisa dengan mudahnya terdistraksi di tengah pelajaran. Rasanya kucing sudah menjadi bagian hari-hari di kampus Ganeca.
Masih sering kutemui mahasiswa-mahasiswi yang berlaku kasar pada kucing-kucing di kampus. Ada yang menendangnya, mengusirnya, menyiramnya, mempermainkannya, dan hal-hal tidak menyenangkan lainnya. Memang terkadang keberadaan kucing-kucing tadi sangat mengganggu, terutama di kantin. Gak jarang kantin jadi heboh gara-gara kucing yng mengganggu pengunjung kantin.
Pagi itu aku kuliah pagi di Gedung Kuliah Umum Barat. Aku datang terlalu pagi dan memutuskan untuk membeli beberapa gorengan di sekitar GKUB. Dari balik pintu tempat aku membeli gorengan, aku melihat seorang bapak petugas kebersihan GKUB berjalan pelan menuju salah satu sudut GKUB sambil membawa sepiring penuh berisi makanan. "Mungkin bapak itu belum sarapan", pikirku saat itu.
Begitu sampai di salah satu sudut tersebut, bapak itu mengeluarkan suara "ckckckckckckckckckckc" dan aku melihat kucing-kucing berlarian ke arahnya. Bapak itu meletakkan piring penuh itu ke lantai dan kucing-kucing semakin banyak yang datang kearahnya. Kucing-kucing itu makan dengan lahapnya dan kulihat sesekali bapak itu mengelus kucing-kucing yang kelaparan itu. Setalah memastikan kucing-kucing penghuni GKUB makan, bapak itu kembali ke ruangannya.
Aku melihat sebuah contoh dari menyayangi semua makhluk Tuhan. Rasanya kita sering melupakan hal yang satu ini, bahwa tumbuhan dan hewan pun sebenarnya juga makhluk Tuhan yang harus kita perhatikan. Yang menarik perhatianku saat itu adalah, disaat orang-orang lain sibuk mengeluhkan kucing-kucing kelaparan yang mengganggu makan mereka, bapak itu memastikan kucing-kucing kelaparan tadi makan dengan lahap.
Selasa, 17 November 2015
They Have Power
"Too often we underestimate the power of a touch, a smile, a kind word, a listening ear, an honest compliment, or the smallest act of caring, all of which have the potential to turn a life around" -Leo BuscagliaBermuka masam, sarkas, menghina, mengejek, menyela....
Sadarkah kadang kita begitu jahat pada orang-orang terdekat kita, pada orang-orang di sekitar kita?
Walaupun niatnya hanya bercanda, tahukah kita kadang kita menyakiti mereka?
Disenyumin, dipuji, didengarkan, diperhatikan...
Betapa sederhananya kebahagiaan seseorang. Betapa mudahnya kita berbuat kebaikan.
Tapi, kenapa kita sering melupakan hal-hal kecil seperti itu?
Sadarkah kita, hal-hal kecil yang kita lakukan bisa mengubah hidup mereka?
Hidupku adalah contohnya.
Jumat, 13 November 2015
Ia akan Kembali
Dia
09
Terimakasih padanya sudah terlahir di dunia. Terimakasih padanya yang sudah menjadi bagian dari dunia seseorang.
Terimakasih padanya yang sudah ...........
sudah menjadi dirinya sendiri.
Seseorang menyukainya apa adanya.
Mungkin... seseorang itu aku.
Jumat, 16 Oktober 2015
Let Me Try
At some point you will realize that you have done too much for someone or something, that the only next possible step to do is to stop. Leave them alone. Walk away. It's not like you're giving up, and it's not like you shouldn't try. It is just that you have to draw the line of determination from desperation. What is truly yours would eventually be yours, and what is not, no matter how hard you try, will never be.
Senin, 17 Agustus 2015
Mentor OSKM ITB 2015
"Langit malam ini menjadi saksi lahirnya teladan-teladan baru, yang bersinar"
Hati ini bergetar mendengarnya. Menyadari bahwa tanggung jawabku ternyata cukup berat.
Aku haruslah yang selalu terlihat bahagia di depan mereka, Aku haruslah menjadi seseorang yang bisa menjawab semua rasa keingintahuan mereka. Aku haruslah memastikan mereka selalu dalam keadaan yang paling baik.
Yang membuatku takut adalah aku harus menjaga mimpi-mimpi indah mereka. Aku tau sedikit kesalahanku dalam berkata akan menghancurkan mimpi-mimpi mereka, merubah pandangan mereka, dan menyebabkan mereka berada dalam jalan yang salah.
Yang membuatku bergetar adalah ketika aku menyadari bahwa tanggung jawab terbesarku adalah menjadi teladan bagi mereka. Sanggupkah?
Saya, Pebriani Artha, mentor OSKM ITB 2015, Lascaya Andamarsa
Sabtu, 15 Agustus 2015
Sapa
15 Agustus 2015
Apakah sangat berat untukmu untuk sekedar membalas sapa dan senyum dari seseorang yang sangat senang karena tidak sengaja bertemu denganmu?
Kalau kau memang tidak mau menyapanya terlebih dahulu, setidaknya kau tidak membuang mukamu saat ia menyapamu.
Sabtu, 08 Agustus 2015
Ada Obatnya
Apa kau tau cara menyembuhkan batuk dan pilek yg tak kunjung hilang selama sebulan?
Apa kau tau cara menghilangkan sesak didada dan sakit dikepalamu?
Apa kau tau cara agar tertidur pulas di malam hari?
Apa kau tau cara untuk melupakan semua kesedihanmu?
Apa kau tau cara untuk tersenyum dan bersemangat setiap waktu?
Apa kau tau aku menemukan jawabannya hari ini?
Jawabannya adalah...... rahasia. Aku tak akan memberitahukannya padamu karena jawaban itu hanya berlaku untukku. Semoga.
Kamis, 06 Agustus 2015
Tangent
"Tangent lines who had one chance to meet and then parted forever." I said.
then someone replied, "Tangent curve, which brings to infinity and suddenly fall to negative infinity."
Selasa, 30 Juni 2015
Kamu dan Sebuah Lagu
Kau tau lagu teratas yang ada di playlist paling-sering-diputar ku?
Lagu itu bukan lagu tentangmu. Bukan pula lagu yang mewakili perasaanku padamu (aku bahkan tak tau bentuk perasaanku padamu seperti apa). Bukan pula lagu tentang hidupku.
Tapi lagu itu... Kau pernah terlihat begitu menikmatinya.
Sampai pagi hari ini pun, aku masih memutar lagu itu.
Bandung yang selalu dingin di pagi hari yang cerah
Kamis, 25 Juni 2015
Memaafkan
"Memaafkan adalah makanan terbaik bagi rasa benci dan rasa cinta–yaitu agar si benci tenang, agar si cinta menang.
memaafkan serupa dengan menyiramkan air. Tanah yang kering menjadi lunak. Tanah yang subur menumbuhkan benihnya."
kemudian, maafkanlah saja.
Rabu, 24 Juni 2015
Menutup dan Menunduk
Rasanya sulit sekali berbicara dengan orang lain tanpa melihat wajahnya..
Rasanya aneh sekali menggunakan masker sepanjang hari untuk menutupi bagian bawah matamu yang bengkak..
Rasanya aneh tidak ada satupun yang menyapamu karena kamu menundukkn wajahmu selama berjalan..
Tapi..
Rasanya menyenangkan kamu bisa diam-diam memperhatikan gerak gerik orang lain tanpa takut mereka melihat kearahmu dan mengenalimu..
Selalu ada hikmah dibalik musibah, aku harus menggunakan masker karena wajahku bengkak dan mataku merah tanpa alasan jelas.
Jadi begini rasanya menyembunyikan wajah dan menundukkan pandangan. Menenangkan.
Sore hari menjelang buka puasa di Mesjid Salman.. Sendirian.
Selasa, 23 Juni 2015
Penting
Dia yang menghubungimu karena ada waktu luang, dan dia yang sengaja meluangkan waktunya untuk menghubungimu.
Yang Terbaik
Senin, 15 Juni 2015
911-zone
Rabu, 10 Juni 2015
Sabtu, 06 Juni 2015
Si Manusia Malam Hari
...
Laptop ku sedang dalam kondisi yang kurang baik. Dia bersedia memperbaikinya dengan sukarela. Sudah beberapa hari laptopku menginap ditempatnya. Dia mengatakan laptopku tidak mengalami masalah serius dan sudah bisa diambil. "Laptopmu suka sama aku, Peb. Dia senang aku ajak main dan gak kenapa-kenapa." Katanya.
Percakapanku dan dia beberapa hari kemudian,
"Sepertinya liburan membuatku jadi nokturnal." Kataku padanya.
"Kok bisa jadi nokturnal kalau gak ada laptop? Laptop kan kafeinnya." Tanggapnya.
"Karena kamu. Karena kamu manusia malam hari. Karena hanya di malam hari aku bisa menemuimu". Jawabku dalam hati.
"Kan ada pensil dan buku gambar yang menemani." Jawabku. Otakku berusaha menutupi hati.
Syukurlah dia tak menanggapi dan kami beralih ke topik lain.
Aku tidak sepenuhnya berbohong malam itu, aku memang menghabiskan malam-malamku dengan pensil dan buku gambarku. Tapi dia bisa jadi lebih dari buku dan pensil-pensil itu.
Malam hari, 04 Juni 2015
Kamis, 04 Juni 2015
Mother
"She who can take the place of all others, but whose place no one else can take"
Tiba-tiba saja saya sangat merindukan mama. Sosok yang hanya dengan melihatnya saja sudah sangat melegakan, hanya dengan melihatnya saja tubuh ini seperti dikuatkan. Sosok yang kujadikan teladanku dalam semua hal. Ciptaan Tuhan paling sempurna yang pernah saya temukan.
tiba-tiba terpikir.....
Ketika saya menjadi seorang ibu nantinya, mampukah saya menjadi sosok mengagumkan itu?
Bandung tengah malam, demam menyerang
Minggu, 31 Mei 2015
Ca2C
Selasa, 26 Mei 2015
Senin, 25 Mei 2015
Bila Tidak Ada Pertemuan
Bila pertemuan kita mengandung rahasia. Maka, rahasia seperti apakah kiranya yang Dia sembunyikan?
Karena darimu aku belajar tentang Tuhan. Darimu pula aku belajar tentang kehidupan. Kau mematahkan keraguan-keraguanku tentang keadilian-Nya. Kau memaksaku dengan buku-buku. Aku membencinya tapi aku tidak pernah bisa menolakmu. Karena aku selalu ingin mematahkan pendapatmu.
Tapi, setiap kali bertemu aku hanya diam saja mendengarkanmu. Lalu, aku mengiyakannya. Kau membuatmu mengenal sesuatu yang asing sebelumnya.
Menarik sekali kiranya bila aku tahu. Apakah gerangan yang hendak Tuhan sampaikan. Apabila dia mengirimmu hanya untuk membuatku jatuh cinta, aku rasa aku tidak memerlukan semua ini. Bila Tuhan hanya mengirimu untuk duniaku, aku tidak membutuhkannya. Aku hanya bertanya-tanya, kiranya apa yang akan terjadi bila hingga hari ini kita tidak pernah bertemu. Bila kita tidak pernah berpapasan dan tidak pernah ada sapa. Dan kita tidak pernah saling mengenal.
Apakah kiranya Tuhan akan tetap mempertemukan kita?
oleh kurniawangunadi
Kemenangan
"Mengapa lelah? Sementara Allah selalu menyemangati dengan Hayya 'alal Falah. Bahwa kemenangan hanya berkisar antara kening dan sajadah"
Rabu, 20 Mei 2015
Bintang Bawah Langit
Hari itu saya sangat lelah tapi perasaan saya begitu bahagia. Hari itu saya merasakan nikmatnya melihat kebahagiaan dan tawa teman-teman saya. Hari itu saya tidak menyesal telah berlelah-lelah. Tuhan membayarnya lebih dari cukup.
Hari itu dia pun terlihat sangat lelah. Tapi saya bisa melihat ada kepuasan di wajahnya yang datar itu. Sepertinya dia merasakan hal yang sama dengan saya saat itu.
Tiba-tiba matahari sudah hampir tenggelam. Saya, dia, dan tim kami yang lain memutuskan untuk segera pulang meninggalkan tempat yang cukup jauh dari kota itu.
Langit senja saat itu begitu indah, walaupun mendung cukup berhasil menutupi pemandangan matahari tenggelam yang kami nantikan. Seperti orang-orang pada umumnya, saya selalu terpesona dengan langit. Dia fokus mengendarai motornya, sementara saya masih terpana dengan gradasi warna langit senja..
Dia memutuskan menghentikan motornya disuatu lapangan luas. Rupanya dia begitu penasaran dengan pemandangan langit malam hari yang tidak biasa ditempat itu. Saya sebagai penikmat langit dan sebagai penumpang tentu mengiyakannya.
Senja pun berganti malam, pemandangan malam yang kami tunggu itu perlahan terlihat. Langit gelap dengan bintang bintang bertaburan. Yang membuatnya berbeda adalah bintang-bintang itu ada di bawah. Bintang-bintang itu adalah lampu lampu perkotaan yang tersusun rapi seperti gugus bintang jika dilihat dari bukit tempat saya dan dia berdiri.
Saya dan dia hanya diam saat itu. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Dia mungkin sedang menikmati langit malam itu. Ngomong-ngomong tentang langit....
"Begitulah naik gunung. Kamu harus nyobain kapan-kapan. Saat mendaki memang berat dan lelah luar biasa. Tapi ketika kamu sudah sampai dipuncak, kamu dibayar dengan pemandangan yang luar biasa indah. Dengan bintang-bintang bertaburan, dan rasa lelahmu terbayar" terangnya.
Kapan-kapan saya harus mencoba naik gunung, lagi-lagi hanya untuk menikmati langit. Pikirku.
Dia kembali menatap bintang-bintang bawah langit, aku melihat dirinya sesekali. Bahagia sekali.
12 Mei 2015, perjalanan menuruni Bukit Moko, Bandung.
Jumat, 08 Mei 2015
Sampah yang Dipungut Kembali
Minggu, 19 April 2015
Live Your Life
"Hidup jangan sekedar mengalir, tetapi mengalirlah deras seperti arus. Hidup jangan sekedar tenggelam, tetapi menyelamlah, maka kamu akan melihat indahnya samudra dan dasar laut" -Kang Ahmad Sofwan EL '10Quote penutup mentoring hari ini. Sederhana, tetapi mengena. Tentang sebuah pesan agar manusia hidup tak hanya sekedar hidup. Hidup haruslah punya tujuan, hiduplah dengan gambaran jelas dirimu akan menjadi apa kemudian. Sangat membuka mata saya yang sepertinya menjalani hari-hari tanpa tau untuk apa hal-hal yang saya kerjakan setiap harinya. Saya mulai melukis hidup saya lagi. Kali ini dengan garis-garis tegas dan warna-warna nyata.

