Anda Pengunjung Ke :

Senin, 14 Desember 2015

Tentang Dia dan Hujan

13 November 2015
Sebelumnya, terimakasih hujan.
Rasanya aku tak pernah selepas itu menceritakan semuanya pada seseorang.
Cerita-cerita bahagiaku yg biasanya kusimpan sendiri. Cerita-cerita yang biasanya kupikir orang lain tidak akan pernah tau sisi bahagianya. Cerita-cerita yg kuyakin sangatlah sederhana dan membuat siapapun yg mendengarnya merasa telah membuang waktunya untuk mendengarkanku..
Tapi, tanpa aku sadari cerita-cerita itu mengalir begitu saja dihadapannya.
Kutaktau dia masih mendengarkanku atau tidak saat itu. Kutaktau apakah ia terpaksa mendengarkanku karena hujan menjebaknya tak bisa kemana-mana. Aku tidak tahu apakah dia menganggap cerita-cerita itu sampah atau tidak. Aku tidak tahu dan aku tidak peduli.
Kami duduk di sebuah toko buku, mengenakan kaos yg sama -kaos hadiah dari sebuah acara- sama sama memandang kedepan dan berbicara tanpa saling melihat. Sesekali aku memperhatikannya, melihat keluar jendela dan dalam hati berharap hujan agar turun lebih deras, agar turun lebih lama.
Padahal bisa jadi dia semakin membenciku setelah itu.
Satu lagi, apakah semua kejadian itu benar-benar terjadi?

Tidak ada komentar: