Tentang dia yang tak baik sikapnya
Tentang dia yang selalu meletakkan amarah di segala perbuatannya
Tentang dia yang selalu terlihat menakutkan
Begitulah kesan pertamaku ketika melihatnya. Tak ada niat ingin berteman sedikit pun dengannya. Wajah yang tak menyenangkan dan kata-kata yang sama sekali tak ramah.
Karena lelucon bodoh teman-temanku, aku tak sengaja memperhatikannya. Aku melihat ia berusaha melawan dirinya yang pemalu. Dia menutupi kelembutan hatinya karena tak ingin terlihat lemah. Dia kelelahan menghadapi masalahnya dan tanpa sadar emosi dan caci maki keluar dari mulutnya. Dia mengemban amanah besar dan hampir kewalahan menjaganya.
Dia berusaha mengenal dirinya. Dia mengakui semua kekurangannya, bersedia menerima saran masukan, dan bertekad memperbaiki dirinya. Dia tak mau menyerah. Keadaan mulai merubahnya menjadi sesorang yang pantas menjadi panutan.
Aku tak kenal siapa dia dan dia juga tak mengenalku. Aku hanya tak sengaja memperhatikannya...
Anda Pengunjung Ke :
Jumat, 12 Desember 2014
Rabu, 10 Desember 2014
Sabtu, 01 November 2014
Mager
Mager alias malas gerak adalah suatu keadaan dimana kamu harus melakukan sesuatu tapi badan susah banget buat bangun...
Ini nih penyakit lama yang baru muncul lagi pas kuliah.
Kalau udah duduk apalagi tiduran, susaaaaah bangeeeet buat bangkit. Jadi sebisa mungkin pantat gak boleh nempel mana-mana.
Penyakit mager ini diperparah dengan temen-temen deket aku yang kurang lebih sama magernya.
Misalnya aku sama temen-temen aku lagi duduk, trs aku bilang "Ayo ke kampus" tapi tetap aja kita masih duduk. Gatau itu kursi ada lemnya atau gimana, kita paling gak perlu setengah jam buat bangkit dari duduk. Gara-gara ini penyakit, aku jadi sering telat sama mepet gitu kalau janjian. Padahal siap-siapnya bisa dari 1 jam sebelumnya.
Bisa jadi sebenernya mager ini setan yang ada di badan. Menghalangi setiap aktivitas dan niat yang baik untuk ngerjain tugas. Atau bisa juga mager ini adalah penyakit kelelahan dari penatnya kuliah dan kurangnya istirahat.
Entah.
Btw ada yang punya obat buat ngilangin atau paling gak ngurangin efek penyakit mager gak?
Minggu, 12 Oktober 2014
KB
Baru kerasa bener makna quote "Jangan pernah sendirian di ITB"..
Yaa intinya jangan pernah melakukan apapun sendirian dan jangan pernah merasa sendiri.
Amat terangat sangat penting punya teman-teman baik yang selalu ada disaat stres, sedih, dan seneng.
Aku yang masih belum biasa sama kerasnya kehidupan kampus ngerasa beruntung banget punya temen-temen dekat buat berbagi senang dan susah.
Kami dipertemukan dengan tidak sengaja di sudut kampus pas ngerjain kitab suci kalkulus, gatau gimana caranya jadi deket dan ngerasa cocok haha.
Baru berapa bulan kuliah udah berasa dekeeeeeet bangeeeeet sama makhluk makhluk bernama Kiki, Pravita, Devita, dan Alivan. Saking seringnya bareng, kami punya sebutan buat kami berlima haha.
Sebut saja KB..
Kependekan dari Kelompok Belajar, Kelompok Bermain, Kelompok Bercanda, Kelompok Bersedih, dan Keluarga Bahagia. Kepanjangan dari KB disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Alhamdulillah.
:)
Sabtu, 20 September 2014
#Q
“Kehidupan ini seimbang, Tuan. Barangsiapa hanya memandang pada keceriannya saja, dia orang gila. Barangsiapa memandang pada penderitaannya saja, dia sakit.
(Anak Semua Bangsa, h. 199)”
― Pramoedya Ananta Toer
WINDOWS
Asalamua'alaikum wr. wb.
Mau pamer undangan Windows dari Muslim STEI nih haha
Alesan dateng gara-gara kepo liat teaser nya di youtube. Tapi gak nyesel sama sekali udah ikutan windows perdana minggu lalu. Asik.
Jumat, 15 Agustus 2014
Dari Mana, Neng?
Ini kejadian pas pertama kali naik angkot di Bandung.
Hari itu aku janjian sama Lilis mau jalan ke mall, sekalian ngafalin rute angkot. Kita janjian ketemuan habis dzuhur di ITB. Lilis nunjukin angkot apa aja yang harus aku naikin. Pertama harus naik Kalapa Dago sampai Pasar Simpang Dago, terus cari angkot Caringin. Sebenernya gampang aja, tapi itu pertama kali aku naik angkot sendirian dan sama sekali gak tau jalan jadi agak takut gitu kalau kesasar-__-
Masih gak biasa gitu kalau mau berhenti harus bilang "Kiri 'aa", soalnya kalau di Balikpapan bilangnya "Stop, bang!!". Alhamdulillah hari itu sukses besar naik angkot sampai tujuan. Udah berasa kayak perantau sukses hahaha-__-
Orang-orang bilangnya kalau merantau jangan keliatan kayak orang bingung, bisa-bisa jadi sasaran kejahatan. Okesip, aku ngerasa sukses gak keliatan bingung. Begitu turun dari angkot kedua, supir angkotnya nanya "Dari mana, neng?" Dalam hati mikir ini supir hebat banget bisa tau kalau aku bukan orang Bandung, berarti keliatan banget ya kalau aku kayak orang bingung. Aku bengong sebentar terus supirnya nanya lagi "Dari mana, neng?" "Oh, saya dari Balikpapan..." "Haaaah? Bukan, maksudnya tadi eneng naik angkotnya dari mana?"
ASTAGAAAA parah malu bangeeeeet. Ternyata maksud supirnya nanyain tadi aku naiknya darimana, bukan nanya aku dari daerah mana. Sama sekali gak kepikiran hahaha-__- Langsung aja aku jawab "Dari simpang", terus kasih uang 5 ribu ke supirnya, terus cepet-cepet pergi dan ternyata aku lupa ambil kembalian. Sudah malu, 3 ribu pun melayang.
Kacau euy.
Langganan:
Postingan (Atom)


