Anda Pengunjung Ke :

Minggu, 31 Mei 2015

Ca2C


Saya belakangan senang menggunakan stiker Line klub sepakbola Barcelona. Bukan karena saya penggemar dari tim tersebut, tapi karena stiker klub bola favorit saya belum tersedia di toko stiker Line.

Saya: *mengirimkan stiker barcelona*
Seseorang: Jadi demen Barca gini. Ca2C nih wkwk
Saya: Ca2C apaan?.__.

Saya sama sekali tidak terpikir Ca2C itu apa. Tiba-tiba saya terpikir itu adalah senyawa. Tapi saya masih tidak bisa menemukan hubungan antara senyawa dengan dengan penggunaan stiker Barcelona.
Sambil menunggu seseorang menjawab Line dari saya, saya pun iseng mencari nama senyawa Ca2C di google agar setidaknya saya tau arah pembicaraan ini kemana. Ternyata Ca2C adalah senyawa kalsium karbid. Beberapa saat setelah itu, seseorang membalas chat saya

Seseorang: Kalsium Karbid. Karbitan maksudnya.

Sebelum seseorang itu membalas, aku sudah menemukan maksud karbitan yang ingin disampaikannya melalui Ca2C.

Esoknya….

Saya sedang dalam perjalanan bersama seseorang itu, kemudian saya asik menceritakan sesuatu dan ingin memperlihatkan sebuah blog padanya. Saya pun membuka browser pada smartphone saya. Begitu saya ingin mengetikkan alamat blog tersebut, tampilan depan browser saya masih hasil pencarian google "Ca2C compound name" seperti pada gambar di awal tulisan ini.
Dia melihatnya dan menertawakan saya.

"Peb, niat banget sampai di google"

Saya malu sekali saat itu. Bukan malu karena saya terlihat begitu bodoh, saya malu seseorang itu tahu bahwa saya selalu tertarik dengan apapun yang disampaikannya. Bahwa saya begitu menyukai semua jokes nya.


Tol Cipularang, pagi-pagi cerah, perjalanan ke Bekasi.

Senin, 25 Mei 2015

Bila Tidak Ada Pertemuan

Pernahkah satu waktu dalam hidupmu kamu bertanya-tanya. Mengapa kita harus bertemu. Mengapa kita tidak sengaja berpapasan. Hingga entah siapa yang pertama kali menyapa.

Bila pertemuan kita mengandung rahasia. Maka, rahasia seperti apakah kiranya yang Dia sembunyikan?

Karena darimu aku belajar tentang Tuhan. Darimu pula aku belajar tentang kehidupan. Kau mematahkan keraguan-keraguanku tentang keadilian-Nya. Kau memaksaku dengan buku-buku. Aku membencinya tapi aku tidak pernah bisa menolakmu. Karena aku selalu ingin mematahkan pendapatmu.

Tapi, setiap kali bertemu aku hanya diam saja mendengarkanmu. Lalu, aku mengiyakannya. Kau membuatmu mengenal sesuatu yang asing sebelumnya.

Menarik sekali kiranya bila aku tahu. Apakah gerangan yang hendak Tuhan sampaikan. Apabila dia mengirimmu hanya untuk membuatku jatuh cinta, aku rasa aku tidak memerlukan semua ini. Bila Tuhan hanya mengirimu untuk duniaku, aku tidak membutuhkannya. Aku hanya bertanya-tanya, kiranya apa yang akan terjadi bila hingga hari ini kita tidak pernah bertemu. Bila kita tidak pernah berpapasan dan tidak pernah ada sapa. Dan kita tidak pernah saling mengenal.

Apakah kiranya Tuhan akan tetap mempertemukan kita?

oleh kurniawangunadi

Kemenangan

"Mengapa lelah? Sementara Allah selalu menyemangati dengan Hayya 'alal Falah. Bahwa kemenangan hanya berkisar antara kening dan sajadah"

Rabu, 20 Mei 2015

Bintang Bawah Langit

Hari itu saya sangat lelah tapi perasaan saya begitu bahagia. Hari itu saya merasakan nikmatnya melihat kebahagiaan dan tawa teman-teman saya. Hari itu saya tidak menyesal telah berlelah-lelah. Tuhan membayarnya lebih dari cukup.

Hari itu dia pun terlihat sangat lelah. Tapi saya bisa melihat ada kepuasan di wajahnya yang datar itu. Sepertinya dia merasakan hal yang sama dengan saya saat itu.

Tiba-tiba matahari sudah hampir tenggelam. Saya, dia, dan tim kami yang lain memutuskan untuk segera pulang meninggalkan tempat yang cukup jauh dari kota itu.

Langit senja saat itu begitu indah, walaupun mendung cukup berhasil menutupi pemandangan matahari tenggelam yang kami nantikan. Seperti orang-orang pada umumnya, saya selalu terpesona dengan langit. Dia fokus mengendarai motornya, sementara saya masih terpana dengan gradasi warna langit senja..

Dia memutuskan menghentikan motornya disuatu lapangan luas. Rupanya dia begitu penasaran dengan pemandangan langit malam hari yang tidak biasa ditempat itu. Saya sebagai penikmat langit dan sebagai penumpang tentu mengiyakannya.

Senja pun berganti malam, pemandangan malam yang kami tunggu itu perlahan terlihat. Langit gelap dengan bintang bintang bertaburan. Yang membuatnya berbeda adalah bintang-bintang itu ada di bawah. Bintang-bintang itu adalah lampu lampu perkotaan yang tersusun rapi seperti gugus bintang jika dilihat dari bukit tempat saya dan dia berdiri.

Saya dan dia hanya diam saat itu. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Dia mungkin sedang menikmati langit malam itu. Ngomong-ngomong tentang langit....

"Begitulah naik gunung. Kamu harus nyobain kapan-kapan. Saat mendaki memang berat dan lelah luar biasa. Tapi ketika kamu sudah sampai dipuncak, kamu dibayar dengan pemandangan yang luar biasa indah. Dengan bintang-bintang bertaburan, dan rasa lelahmu terbayar" terangnya.

Kapan-kapan saya harus mencoba naik gunung, lagi-lagi hanya untuk menikmati langit. Pikirku.

Dia kembali menatap bintang-bintang bawah langit, aku melihat dirinya sesekali. Bahagia sekali.

12 Mei 2015, perjalanan menuruni Bukit Moko, Bandung.

Jumat, 08 Mei 2015

Sampah yang Dipungut Kembali

Semua orang punya definisi bahagianya masing-masing...
Mungkin kita bahagia saat berhasil mencapai sesuatu, saat diberi hadiah oleh orang tercinta, atau saat kita berhasil membuat kedua orangtua kita bangga.
Tapi, belakangan ini aku baru sadar, ada satu saat dimana aku merasa sangat senang, bahagia, dan semacamnya apapun namanya. Momen itu adalah saat aku merasa dibutuhkan oleh orang lain. Ternyata bahagia.... sesederhana itu. Karena aku bisa sebahagia itu, aku akan melakukan apapun semaksimal mungkin untuk membantunya walaupun kadang aku sendiri tidak yakin aku bisa.

Perasaan saat aku tau ternyata masih ada yang membutuhkanku disaat aku merasa hidup aku sampah banget. Membuatku teringat bahwa Tuhan memang menciptakan semua maklukhNya dengan suatu tujuan, mungkin sekarang aku belum menemukan tujuan itu dan masih terus mencarinya.

Terimakasih kepada siapapun kamu yang membuatku merasa kembali dipungut dari tempat pembuangan sampah. Ternyata sampah kecil ini masih bisa bermanfaat untukmu.
Selamat, kamu memungut sampah yang tepat, sampah kecil ini tidak akan mengecewakanmu.

:)