Anda Pengunjung Ke :

Rabu, 18 Desember 2013

Uang Parkir

Entah dari kapan, uang parkir di mall-mall naik semua. Cuman nonton di XXI kurang lebih 2,5 jam, uang parkir mobil udah kena 6000  aja. Gara-gara itu, sekarang uang parkir termasuk pengeluaran yang besar dalam sebulan.

-----

Hari ini aku dan 4 lainnya nonton 99 Cahaya di Langit Eropa jam 14.55 di Cinema XXI salah satu mall di Balikpapan. Aku tiba di mall sekitar jam 2, karena pada awalnya kita memang mau nonton jam 2, tapi berhubung pada telat, akhirnya kami nonton jam berikutnya. Habis nonton kita sholat Ashar lanjut makan di KFC yang lagi diskon 50%. Jadilah aku baru keluar dari mall jam 6 kurang yang artinya kena uang parkir untuk 4 jam.

Aku sudah nyiapin 3000 rupiah untuk uang parkir motor hari ini. Uang itu dan karcisnya saya pegang di tangan kiri dan saya menuju palang keluar tempat bayar parkir. Sendiri. 2 temanku yang lain, yag juga memakai motor tadi, lebih memilih parkir gratis di depan mall, sedangkan aku parkir di parkiran dalam yang berbayar.

Begitu aku menyerahkan karcis dan bersiap menyerahkan uang 3000 rupiah tadi, mba nya bilang “4000 rupiah de”. Mati. Aku hanya menyiapkan 3000 untuk parkir. Jadilah aku mengais-ngais tas kali ada uang seribu dan hasilnya ......nihil. Dalam hati mikir ini uang parkir gabisa ditawar kah ya cuman kurang 1000 aja. Lalu aku iseng ngeraba kantong celana eh ada uang!!!!! Aku berharap itu uang 1000 atau 5000 an. Ternyata uang dikantongku 1 lembar uang 100.000-________-

Sempet mikir ini enaknya nawar uang parkir atau bayar parkir pake 100ribuan ya. Akhirnya kupuskan membayar parkir sebesar 4000 rupiah dengan uang selembar uang 100ribu. Aku paling gasuka mecah uang 100ribu, soalnya jadi cepet habisnya. Tapi mecah uang lebih baik daripada ngutang parkir. Lumayan lama aku nunggu mba nya nyiapin kembalian dan dibelakang sudah lumayan banyak motor yang nunggu. Kembalianku semuanya uang 10.000an atau 5000an dan 1 koin 1000 yang ditotal sampai 96.000. Agak malu juga kalo diliat aku kayak tukang palak dikasih uang sebanyak itu-_-

Yah intinya bijak-bijaklah dalam berlama-lama di mall dan jangan lupa sisihkan uang jajan untuk parkir....

Minggu, 17 November 2013

Lokasi Kelas

Sejak naik kelas 3, atribut seragam sekolah ditambah lagi yaitu lokasi kelas dibawah lokasi sekolah. Kalo diliat jadi kayak alay gitu nah ada lokasi kelasnya. Atribut sebelumnya aja aku belum lengkap udah disuruh nambah atribut baru. Tapi sisi positifnya ya kelas 3 nya makin berasa (?) Aku dari dulu paling malas pasang atribut seragam lengkap, sampai kelas 3 ini, semua seragamku ga ada namanya, dan ada 1 seragam putih yang polos sama sekali.____.v

Agak gak guna gitu pasang atribut kebanyakan, soalnya aku sekolah pakai kerudung jadi semua atribut2 wajib tadi ketutupan. Sampai sekarang Alhamdulillah belum pernah kepergok guru pake baju polos sama sekali atau yang gak ada namanya wkwk.

Tapi semenjak awal kelas 3 peraturan diperketat dan sialnya wali kelas perhatian banget sama atribut seragam. Hampir tiap upacara seragam diperiksa dan yang galengkap dapet hukuman. Udah 2 kali dapet teguran, aku belum juga mau pasang lokasi kelas di seragam putih. Sampai wali kelas kasih peringatan terakhir baru akhirnya aku pasang lokasi kelas, tapi cuman di satu baju..... haha. Berharapnya pas ada rajia seragam aku lagi pake yang ada lokasi kelasnya. Sayangnya aku sial-___- 2 kali rajia pas aku lagi gak pake seragam yang ada lokasi kelasnya. Sekali sempet lolos itu pas UTS, wakepsek dateng ke kelas-kelas ngecek murid-murid yang seragamnya gak lengkap. Untung bajuku ketutup kerudung jadi bapaknya gak bisa liat atributku lengkap atau gak waha.

Ternyata gak cuman aku sendiri yang malas pake lokasi kelas. Anak-anak yang lain juga banyak yang lokasi kelasnya cuman tempelan.....

Kamis, 31 Oktober 2013

Ilmu Harus Dicari


“Tuhan akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu diantara kamu”

Jangan mau jadi orang bodoh. Jangan mau jadi orang tertinggal. Jangan mau jadi orang malas. Saat orang lain berlomba mencari ilmu, jangan diam dan berharap ilmu itu akan datang padamu. Apa yang bisa dikerjakan oleh seorang manusia tak berilmu?


Ingat, ilmu itu luas. Ilmu tak hanya pelajaran membosankan di kelas. Cari dan gali ilmu sedalam-dalamnya agar kamu kaya. Terus memperkaya ilmu itu dengan membagikannya kepada orang lain yang belum tahu, agar ilmu tersebut tak pernah putus J

Selasa, 29 Oktober 2013

Menulis

“Kenapa kamu terus menulis jika kamu merasa tulisanmu tidak menarik?”
“Karena aku menyukainya...........”

Itu adalah renungan kecil beberapa hari yang lalu sebelum tidur. Seperti biasa, malam itu insomnia menyerang. Sambil berusaha biar ngantuk, aku iseng buka blog ku sendiri dan membaca postingan 2 tahun lalu. Iuh jibang gak banget. Itu kesan pertamaku saat membacanya. Bagaimana bisa saat itu aku mempublikasikan tulisan seperti itu dan meminta orang lain untuk membacanya. Tulisan itu sangat sederhana, banyak terdapat kesalahan pengetikan, dan banyak kalimat sumbang tiap paragrafnya.

Aku mulai menulis blog pada Januari 2009, saat itu aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama kelas 1. Setiap hari yang kukerjakan hanya bermain dengan blogku. Dalam sebulan bisa sampai 10 postingan yang hampir semuanya tidak penting. Tapi biarpun begitu, aku terus menulis sampai sekarang. Tanpa tahu untuk apa dan apa manfaatnya untukku.

Oktober 2013 ini adalah tahun kelima-ku menulis di blog ini. Sampai sekarang aku merasa tulisanku masih tidak enak dibaca. Tapi sampai sekarang pula tidak ada niat untuk berhenti menulis di blog ini. Malam itu aku sedikit memikirkan alasannya. Ternyata begitu sederhana, aku terus menulis karena aku menyukainya, karena aku suka bercerita, dan karena aku baru sadar kalau merangkai kata dan kalimat adalah kelemahanku.

Lalu aku bertanya pada diriku sendiri. “Bagaimana bisa kamu mengatakan kamu suka menulis tapi kamu terbatas dalam merangkai kalimat?”
Ternyata aku menjawab, “Aku harus mengatasi keterbatasan itu.”

Dulu (mungkin sampai sekarang) aku adalah seorang pemalu yang susah menempatkan diri pada tempatnya, yang mudah kehabisan kata-kata, serta tidak cakap dalam menulis dan berbahasa. Semua itu karena keterbatasanku dalam merangkai kalimat demi kalimat yang harus kuucapkan. Rasanya perlu persiapan khusus setiap aku harus tampil di depan umum. Untuk maju kedepan kelas setiap tugas bahasa Indonesia pun rasanya beraaaaaat, ketakutan tak bisa berbicara. Keterbatasan ini sangat tidak nyaman untukku.

Aku terus menulis tanpa tau apa tujuannya. Aku bersyukur aku tidak berhenti menulis saat SMP.  Tidak pernah terpikir olehku sebelumnya, sampai beberapa hari yang lalu aku membaca sebuah artikel yang intinya mengatakan bahwa menulis artikel dan bercerita dapat melatih otakmu untuk berpikir. Dengan menulis rutin, tanpa kamu sadari, otakmu akan terbiasa dalam merangkai kalimat menjadi suatu bacaan yang baik.

Prinspiku adalah 1 postingan setiap bulan, boleh lebih tidak boleh kurang dan prinsip itu kupegang sampai sekarang, kurang lebih sudah 4 tahun. Selama 4 tahun tanpa sadar aku terus berlatih dan bermain dengan kalimat, aku berlatih untuk menciptakan sebuah bacaan dan cerita yang layak untuk dipublikasikan, dan aku berlatih menempatkan diriku dalam setiap artikel yang kutulis. Alhamdulillah, aku merasa keterbatasan itu mulai menghilang. Walaupun tulisanku belum bisa dikatakan bagus, setidaknya kurasa ia menjadi lebih baik tiap bulannya.

Aku pun mencoba menghilangkan sifat pemaluku. Aku ikut organisasi, tampil didepan umum setiap ada kesempatan dan bersosialisasi dengan orang-orang dengan berbagai tipe kepribadian. Tidak sepenuhnya berhasil tetapi tidak sepenuhnya gagal juga. Tetapi, keterbatasan bahasaku mulai hilang. Kurasa hal itu ada hubungannya dengan rutinitas menulis setiap bulannya.

Aku akan terus menulis, insya Allah. Aku semakin menyukainya ketika tahu menfaatnya begitu besar. Aku punya cita-cita menjadi seorang yang cakap berbahasa. Susah dan memakan waktu yang sangat lama pastinya karena kenyataannya aku terbatas dalam hal itu. Tapi bukan berarti tidak mungkin, kan?
.Aku membiasakan diri untuk hal yang menurutku baik untukku. Keterampilan berbahasa (berbicara dan menulis) sangat penting untuk kedepannya. Karena aku sadar pentingnya 2 hal itu, aku tidak bisa pasrah dengan keterbatasanku. Bukan berarti aku tidak menerima kekuranganku, aku hanya mencoba mengatasinya.

Terakhir, terus lakukan hal yang kamu suka, jika kamu merasa hal itu baik dan bermanfaat untukmu nantinya.

“Jika kau terus melakukan hal yang kau sukai, setidaknya ada satu orang yang menyukainya”


Bukan Plin-Plan

“People are people that sometimes we change our mind”

Heran juga kenapa anak muda sekarang (mungkin aku salah satunya) gengsi banget ngubah pendapat atau mengakui pendapat orang lain lebih baik. Untuk mengubah pendapatnya misalnya, mereka takut banget dibilang plin-plan atau labil. Padahal dalam berpendapat kita harus menyampaikan apa yang terbaik menurut kita.

Plin-plan itu manusiawi kok. Itu tandanya kita berpikir lagi untuk sesuatu yang lebih baik. Kalau memang gak kuat dikatain labil, atau super gengsi untuk mengubah pendapat, lebih baik dipikir matang-matang dulu deh. Hehehe

Selasa, 15 Oktober 2013

Idul Adha


Selamat Hari Raya Idul Adha sahabat-sahabat muslim diseluruh dunia dan selamat ulang tahun raja assist, Mesut Oezil^^

Siapapun setujua kalau suasana hari raya adalah yang paling ngangenin. Suasana yang cuman bisa dirasain 2 kali dalam setahun. “Alunan takbir bergema disetiap sudut kota, bersatu bersama kicauan burung dan ayam yang saling bersahutan... Harmoni alam.” -@akbarrisme

Selain takbir, hari raya juga selalu dikaitkan dengan berkumpul bersama keluarga. Bersyukur sejuta kali dihari ini masih memiliki keluarga lengkap yang masih bisa saling bermaafan, saling berbagi senyum, dan merasakan bahagianya makan masakan buatan mama di rumah. Idul Adha tahun ini kakakku sempetin pulang ke Balikpapan, jadi keluargaku lengkap ber-enam^^

Pagi-pagi buka twitter banyak kakak kelas yang ngetweet tentang Idul Adha pertama mereka tanpa bersama keluarga. Pasti beda banget suasananya, yang biasa pergi sholat Ied bareng-bareng, harus pergi sendiri, yang biasa dibikinin masakan enak, cuman makan seadanya di kosan. Ngebayanginnya aja udah gaenak. Alhamdulillah aku belum pernah ber-hari raya tanpa keluarga. Belum sanggup bayangin kalau harus pisah dari abah-mama.....

Cerita asal mula Qurban juga salah satu kesukaanku. Cerita nabi yang paling kuhafal mati dari SD. Sampai sekarang masih merinding tiap ingat betapa taatnya Nabi Ismail kepada Allah dan orang tuanya sampai ia rela disembelih saat tau Allah memerintahkan hal itu pada ayahnya. Luar biasa pula ketaatan Nabi Ibrahim pada Allah ketika ia diperintahkan untuk menyembelih putranya. Tapi Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba. Maha Suci Allah SWT.

Gak kebayang kalau Nabi Ibrahim jadi menyembelih putranya, maka sampai sekarang berapa banyak ayah yang tega menyembelih anaknya sendiri dan berapa banyak ayah yang melanggar perintah Allah untuk menyembelih anaknya.

Jadi berqurbanlah dengan ikhlas, qurbankan hewan terbaikmu. Mereka akan mendoakan kebaikan untukmu di surga. Aku pengen juga ikut berqurban, tapi belum punya penghasilan sendiri haa-___-

Selamat Idul Adha sekali lagi, teman-teman. Maaf ya kalo postingan ini jadi nyambung kemana-mana, lagi gak konsen gara-gara kepikiran makanan di luar.
.....
"Lebaran... Bukan berarti lebarin badan"

Eh tertohok-___-

Senin, 14 Oktober 2013

Mini Galeri



Ini dinding kamarku yang cukup sukses kucoret-coret belakangan ini. Entah konsepnya dapet atau gak, ceritanya dinding kamarku adalah Mini Gallery lukisanku dengan nama Gallery Pebiart. Ini semacam obsesi yang belum kesampaian. Sekarang baru bisa bikin galeri-galeri-an aja di kamar. Nanti kalau sudah pro dan ada rejeki, InsyaAllah bakal punya galeri yang beneran. Aamiin.

Aku seneng banget pas dibolehin nyoret-nyoret dinding sama mamah, tapi syaratnya coretannya harus bagus. Agak takut gitu pas liatin ke mama dan alhamdulillah mama suka. Untuk “nyoret” 1 sisi dinding kamar aku perlu waktu seharian dan itupun belum selesai gara-gara tinta hitamnya habis-____- Kalau disuruh gambar aja tahan ngerjain seharian, tapi kalau disuruh baca biologi, aku perlu paksaan + motivasi berlapis-lapis. Sempet kepikir buat jadi pelukis aja nantinya, tapi orang tua pasti gak setuju dan prospek kerjanya kurang....

Tapi.... siapa sih yang gak senang kalau digaji untuk hal yang disukai? Haha