Anda Pengunjung Ke :

Senin, 14 Oktober 2013

Koyo


Kemaren super super banget capeknya. Hari Jum’at-Sabtu ada acara training di SMA 6, Minggunya lanjut acara Anti Corruption Film Festival di STIE Madani. Hari Minggu disuruh dateng jam 7 dan aku baru bangun jam 6-_____- akhirnya cuman mandi dan gasempet sarapan. Di STIE Madani ternyata gerah banget, mungkin gara-gara kebanyakan orang ditambah lagi acaranya sampe sore dan disana jadi MC dadakan. Capek badai tapi as usual, tetap seru :D

Aku pulang ke rumah sekitar jam 5 dengan badan sudah pretelan dan langsung diajakin makan malem sama mamah gara-gara di rumah gada lauk. Pulang makan pegel semua mulai kepala sampai kaki-_____-

Tiba-tiba aku inget pas acara AIIG bulan Juli kemaren, itu lebih-lebih lagi pegelnya. Bayangin aja lagi puasa, seharian keliling-keliling GBK dan hampir gada duduk sama sekal, kaki udah gada rasanya lagi saking pegelnya. Pas itu Hani ngasih aku koyo Salonpas dan itu adalah pertama kalinya aku nyobain pakai koyo. Rasanya agak panas dan menggigit(?) Besoknya kakiku gak pegel lagi. Asli kagum banget sama koyo.....

Sejak AIIG itu aku jadi suka pake koyo. Haha-____-v

Sabtu, 12 Oktober 2013

Cari Duit

Tadi siang adlah hari terakhir acara Training Kader Bangsa oleh Tim Starnas Universitas Gadjah Mada di SMAN 6 Balikpapan. Kegiatan hari ini full outdoor dan super banget capeknya. Kegiatan terakhir hari ini adalah yang paling menarik menurutku. Nama kegiatannya adalah “Cari Duit Untuk Makan”. Untuk bisa makan siang, tiap peserta harus cari duit minimal 50.000 untuk membeli makan. Untuk memperoleh uang segitu yaaaaaa kita harus bekerja.

Kita udah ngebayangin bakal disuruh jualan atau tambal ban atau jadi pemulung gitu soalnya kegiatan sebelumnya kita kunjungan ke pabrik tahu, bengkel tambal ban, dan pemulung. Disitu kita harus bantu-bantu kegiatan yang disana.

Ternyata bukan disuruh jualan atau tambal ban. “Uang 50.000 maksudnya dalah kupon yang kalau ditotal mencapai 50.000, sedangkan “bekerja” itu maksudnya kita diberi banyak tantangan dengan 3 aspek berbeda, tiap berheasil melewati tantangan, kita kan diberi kupon  yang berbeda-beda nominalnya.

Aku memilih 3 dari 4 aspek yang ada; ibadah fisik dan seni. Untuk fisik aku memilih tantangan untuk berlalri mengelilingi lapangan sebanyak 4 putaran dimana tiap putaran diberi kupon 5000. Jadi dari tantangan keliling lapangan aku udah dapet 20.000. Untuk aspek ibadah aku pilih sholat dhuna, Alhamdulillah aku udah sholat Dhuha pas istirahat pagi, jadi langsung dapet kupon 10.000 hehe. Untuk aspek seni, aku milih melukis 2 gambar yang tiap gambarnya bernilai 5.000, jadi dari menggambar aku dapet 10.000. Alhamdulillah aku udah dapet 50.000 sebelum batas waktu penukaran kupon habis.

Ternyata gak semuanya bisa dapet 50.000. Kupon sudah habis sebelum batas penukaran ditutup. Jadi ada yang dapet duit sampai 90.000 dan ada juga yang gak dapet duit sama sekali. Ternyata gak main-main, yang gak bisa dapet sampai 50.000 gak dapet makan siang.

Permainan ini berkesan banget. Kita jadi tau cari uang memang gak gampang dan hidup kadang tidak mengenal toleransi. Dari permainan ini aku belajar untuk bertahan hidup, kita harus kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas. Jangan suka menyia-nyiakan waktu, karena Tuhan saja bersumpah demi waktu, sombong sekali kalau kita menyiakan waktu.


Terimakasih juga kepada penyelenggara Training Kader Bangsa 2 hari ini. Training yang mengasah dan meningkatkan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Acaranya luar biasa^^

Kamis, 10 Oktober 2013

Di Sekolah

“I used to hide and watch you from a distance, and I knew you realize...
                I was looking for a time to get closer, at least to say Hello...”

Kangen. Kangen ngeliatin kelasnya diujung lorong tiap ada kesempatan. Kangen buru-buru keluar kelas pas istirahat cuman buat liat dia jalan ke musholla. Kangen ngintip-ngintip dari celah pintu kelasnya yang hampir selalu tertutup rapat. Kangen diem-diem ngeliatin ternyata ketahuan. Kangen senyum-senyum sendiri tiap diolokin teman-temannya. Kangen. Iya. Kangen.


“Aku kangen kamu. Tapi.... kamu pasti gak baca ini.” -@landakgaul

Tantangan Menulis Setiap Hari

Kali ini mencoba tantangan blog yang lebih ekstrim lagi, yaitu Tantangan Menulis Setiap Hari. Namanya aja udah berat kayaknya. Aku dan Mayasti, mungkin nanti ditambah beberapa orang lagi, ikut, lebih tepatnya bikin tantangan ini. Jadi kita harus memposting minimal 1 postingan di blog masing-masing dan tiap postingan minimal 1 paragraf atau 5 kalimat. Kalau ada yang gak ngeposting, siap-siap kena sanksi. Entah sanksi nya apa....

Kalau dipikir kayaknya gamungkin ya bisa jalanin tantangan yang ini, tapi dicoba aja dulu, diliat dapetnya semana. Yang jadi tantangan sebenarnya itu bukan “setiap hari” nya, tapi topik apa yang harus kita tulis, karena biasanya  orang lebih suka menulis dengan tema yang sudah ditentukan dibandingkan dengan tema bebas

Berhubung tantangan ini gak pakai topik khusus, jadi mohon maaf mungkin postingan-postingan setelah ini agak random dan singkat. Insya Allah, kalo sanggup di Tantangan Menulis Setiap Hari ini, otak jadi terlatih untuk berpikir, imajinasi jalan, dan bisa curhat random tiap hari.
Motto untuk tantangan ini adalah.....

“Sampaikanlah walau hanya 1 paragraf”

Fighting!!! Semoga ‘Tantangan Menulis Setiap Hari”  ini bisa berubah menjadi “Gerakan Menulis Setiap Hari” ^^


Kamis, 12 September 2013

Pekerjaan Pekerja yang Bekerja Keras

Beberapa minggu lalu hari Senin pagi, masih awal masuk semester lima, masih dengan adaptasi pulang jam 4 sore, tanpa semangat aku berangkat ke sekolah diantar abah. Pagi itu masih belum bisa menerima kenyataan kalau ternyata sudah Senin lagi dan seperti biasa, di mobil kami mendengarkan siaran radio. Tidak ada yang khusus dari siaran radio pagi itu sampai aku mendengarkan sebuah iklan  atau semacamnya.

“Saya Rini. Kemarin saya bertemu dan berbincang dengan atasan atasannya atasan atasan atasan atasan atasan atasan ... atasannya saya. Dia adalah bos besar perusahaan berbasis internasional tempat saya bekerja. Saking jauhnya jabatan antara kami, mungkin dia tidak tau ada orang seperti saya bekerja di salah satu cabang perusahaannya di Indonesia. Adalah suatu kehormatan besar untuk saya bisa berbincang dengannya.

Dia bercerita kalau di Eropa, tidak dibenarkan untuk datang bekerja terlalu pagi dan pulang terlalu larut. Waktu bekerja disana rata-rata dimulai pukul 8 pagi dan selesai pukul 17 sore. Begitu pukul 17 sore, semua pegawai harus menghentikan pekerjaannya dan pulang ke rumah. Hari bekerja hanya sampai hari Jum’at, pegawai memiliki waktu libur selama 2 hari.

Bagaimana dengan Indonesia? Bos saya bertanya kepada saya.

Disini (Indonesia) rasanya tidak mungkin bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum jam 5 sore, hal itu menyebabkan kami (pekerja di Indonesia) memerlukan tambahan waktu atau lembur untuk menyelesaikannya. Tak jarang kami pulang larut malam dan datang pagi buta untuk bekerja. Apalagi kalau ingin mendapatkan promosi, kami bekerja habis-habisan menghabiskan waktu di kantor, bahkan kami rela mengorbankan hari libur kami untuk bekerja.”

Bisa dilihat bedanya? Pekerja di Indonesia adalah “pekerja keras”

Lalu ada pertanyaan,
Kenapa Indonesia tidak lebih maju dari negara-negara di Eropa padahal SDM nya mampu bekerja begitu kerasnya?

Di Indonesia kita dididik dengan ungkapan Siapa yang Bekerja Lebih Keras, maka akan Sukses. Anggapan ini gak sepenuhnya salah, hanya saja perwujudan kata “bekerja lebih keras” ini dilakukan dengan bekerja lebih lama. Semakin lama waktu yang digunaka untuk bekerja, semakin keras pula usahanya. Tidak tanggung-tanggung, pekerja di Indonesia rela menghabiskan 7 hari dalam seminggu dan 24 jam dalam sehari yang mereka miliki untuk bekerja, bekerja, dan bekerja. Tidak ada kegiatan lain selain bekerja.

Bekerja terus-terusan membuat mereka cepat jenuh dan menyebabkan tingkat produktifitas menurun, parahnya lagi mereka bahkan bisa membenci apa yang mereka lakukan. Pekerja yang tidak produktif tidak akan menciptakan inovasi dan kemajuan di tempatnya bekerja.

Pekerja-pekerja di Eropa tidak mau mengorbankan seluruh waktunya untuk bekerja. Setelah jam kerja selesai, mereka kembali ke rumah, bertemu keluarga, dan menggunakan hari libur mereka dengan baik, melupakan sejenak pekerjan di kantor.

Pekerja Indonesia memiliki jam kerja lebih banyak dibandingkan Eropa. Tetapi itu bukan jaminan kalau Indonesia akan menjadi lebih maju. Biarpun jam kerjanya lebih sedikit, tetapi pekerja di Eropa mampu menggunakannya seproduktif mungkin. Waktu bekerja yang sedikit tersebut benar-benar digunakan untuk bekerja sebaik mungkin. Pekerja-pekerja itu mampu melakukan suatu hal pada tempat dan waktunya masing-masing. Jam bekerja untuk bekerja, selesai jam kerja mereka melakukan hal-hal lain untuk melepas penat dari pekerjaannya. Hal itu membuat mereka memiliki tingkat kejenuhan lebih kecil dibandingkan pekerja Indonesia yang bekerja sangat keras.

Rasanya aku belum pantas memberikan komentar tentang para pekerja tersebut, karena aku sendiri masih berstatus sebagai pelajar. Tapi semua orang setuju pelajar dan pekerja di Indonesia tentu tak jauh beda.

“Kerja keras itu tak selalu berarti bekerja lebih lama, tetapi bekerja dengan cerdas, dan cerdas tidaklah dengan curang


Bersenang-senanglah dengan waktu, jangan salahkan kodratnya. Ada saatnya bekerja, bermain, dan istirahat.

Make your work as a PART of your life, but not your WHOLE life :)

Sabtu, 24 Agustus 2013

Kamis, 01 Agustus 2013

AIIG 2013: Lautan Gooners


Sesuai kesepakatan, rombongan AIS BPN gak balik ke bus dan kita buka puasa sendiri. Bener aja baru jam 6 halaman GBK udah penuh dengan orang-orang berbaju Arsenal home. Merah. Mungkin pas itu peserta AIIG 2013 yang lain lagidi bus nungguin buka puasa, kita malah di bunderan GBK dengan gada malunya duduk lesehan ditengah-tengah ngebentuk lingkaran buat makan. Habis kita duduk lesehan ternyata banyak yang ikut-ikutan lesehan haha-_-

GBK is red

Suasana GBK pas itu bener-bener Arsenal banget. Semua berkat supporter yang dateng + para penjual pernak-pernik arsenal dari gerbang masuk sampe masuk masuknya. Ada bule yang  jualan syall Arsenal biar kesannya ori dari Inggris kali ya. Ada yang jual stiker, jasa tato wajah, dan yang paling menarik perhatian adalah penjual topi yang bentuknya asli kreatif banget. Mulai dari topi tabung, topi bentuk bola, topi landak, ada juga topi yang ada meriamnya bisa diputer-puter.


Sambil nunggu buka puasa

Ternyata kak .... ngambilin kotakan dari bus, kali aja ada yang belum beli makan. Tapi bisa ditebak semuanya pada gamau makan makanan dari panitia, alhasil lebihan banyak banget kotakannya. Berhubung masih sisa banyak, kotakan tadi akhirnya dibagiin ke penjual-penjual yang ada disitu. Selain buat amal, juga buat dokumentasi kegiatan AIS BPN, aku sama Hani yang jadi modelnya.

Selesai makan dan brak bruk brak bruk nya, ketua rombongan langsung nyuruh ngantri ke gate 8 SUGBK. Entah karena terlalu semangat atau gimana, semuanya cepet-cepet kesana dan jadinya mencar. Aku, Hani, sama Ka Indri tetap bareng ngikutin salah satu dari rombongan. Supaya bisa ke gate –gate SUGBK, kita harus ngelewatin 1 gerbang dulu dan parah banget gerbangnya cuman bisa kebuka kecil, jadilah desak-desakan. Banyak yang milih manjat pagar, tapi kakak-kakak AIS BPN tetap antri. Mungkin mereka pengen manjat pagar juga, tapi berhubung ada 3 cewek yang ngekor jadinya gajadi kali ya.

Aku sama Hani takut kejepit pas itu, badan kita kecil, semuanya rebutan ngelewatin gerbang yang cuman muat dilewatin 2 orang. Tapi kakak-kakak kece tadi berdiri di ujung pagar yang kebuka sambil nyuruh yang cewek masuk duluan utata. Setelah ngelewatin gerbang-gede-tapi-kecil-kebukanya, kita masih harus ngantri di gate 8. Tapi kita gabisa langsung antri. Ka Nico nyuruh tungguin yang lain dulu, prinsipnya mending telambat daripada mencar. Kita di cek satu-satu sama Ka Nico masih ada yang kurang atau gak. Koordinator kita memang paling keren.

Ignore my face. Yang paling kiri alumni smala nih #teruskenapa

Habis semuanya lengkap kita mulai ngantri. Belum jam 7 antrian udah mulai nguler. Kita gak terlalu jauh antrinya, tapi padat banget, takut kegencet. Aku Hani sama Ka Indri sengaja di taruh di tengah-tengah, jadi depan belakang kanan kiri kakak-kakak kece semua hohoho. Biar gabosen ngantri, semuanya nge-chants “Arsenal FC” sama “We Love You Arsenal We Do” . Kayaknya pas itu didalem SUGBK juga udah rame, chants nya kedengaran sampe luar. Gileee. Antrian makin deket, orang-orang dibelakang makin gasabaran, makin desak-desakan. Ada juga yang yang coba-coba nyerobot tapi Ka Nico jagain diluar barisan, marahin yang mau nyerobot. Makin kedepan makin ngerasa kejencet, akhirnya Ka Nico bediri di samping pagar teriak “Buka jalan, cewek masuk duluan.” Beneran dibukain jalan wah wah.

Akhirnya semua rombongan udah lewat antrian gate 8 SUGBK. Kasian peserta AIIG yang dari bus pada baru dateng dan kali ini antrian beneran udah nguler. Ada untungnya juga gak ngikutin panitia, yang penting ngikutin Ka Nico. Gak pake buang buang waktu, kita langsung masuk ke SUGBK. Ternyata beneran udah mulai rame di bagian tribun sama kategori 2. Belum saatnya takjub, di belakang masih ribuan orang berbaju merah yang antri. Ka Nico langsung nyariin tempat duduk yang pewe dan rombongan gaboleh misah. 

Gak dibolehin misah sama Ka Nico waha

Alhamdulillah kita dapet kursi disebelah pagar VIP, dan lapangan keliatan jelas banget dari situ.
Match masih 45 menit lagi dan SUGBK perlahan berubah menjadi lautan merah. Lautan Gooners. Sumpah itu kereeeeeeeeeen bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet. Sambil nunggu match chants gak berhenti-berhenti dinyanyiin.

Begitu pemain masuk ke lapangan, chants “ArsenalFC” makin menjadi jadi dan gak kerasa aku juga kuikut teriak nge-chants Arsenal FC. Parah. Keren banget. Yang gak kalah bikin merinding adalah pas menyanyikan lagu Indonesia Raya. Secinta apapun orang-orang disitu dengan Arsenal, mereka tetap lebih cinta dengan bangsanya.

Lautan Gooners!!

Jadi aku baru tau rasanya sensasi nonton bola di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Biarpun muka para pemainnya gak keliatan jelas sejelas nonton di tv, tapi kamu bisa ngerasain suasananya.  Supporter kompak berdiri setiap bola berada depan gawang, meneriakkan dan menyanyikan chants untuk para pencetak gol, meneriakkan Arsenal dan Indonesia dengan bergantian sampai tenggorokan kering. Tapi kakak-kakak kece selalu siap siaga biar kita gak kehausan. Tas ransel Ka Edoz isinya air putih semua buat dibagi-bagi haha-_-

Kami semua bermuka dua malam itu. Mengenakan baju berbelang merah putih, tapi mencium lambang Arsenal di dada. Bersorak mendukung Arsenal, tapi meneriakkan Indonesia disela-selanya. Semuanya serba amazing dan bikin merinding. Sayang ada yang merusak suasana; asap rokok. Bzzz.

Beberapa menit sebelum match berakhir, sampai pemain Arsenal membawakan tulisan “Terima Kasih Atas Dukungan Anda”, gooners menyanyikan Everlasting Chant..

We love you Arsenal, WE DO!
We love you Arsenal, WE DO!

We love you Arsenal, WE DO!
Ooh ARSENAL WE LOVE YOU! 
Lebih dari 30 kali dengan kompaknya. Keren. Gooners keren.

Habis itu langsung lanjut chants “Arsenal Till I Die”. Chant ini harus dimulai dengan 1 orang yang teriak..

ARSENAL TILL I DIE!!!!!!
I’m Arsenal Till I Die
I know I am and I’m sure i am
I’m Arsenal till I die

Itu chants yang paling keren. Menurutku. Merinding untuk yang kesekian kalinya. Gooners bener-bener luar biasa.

Gooners Balikpapan mana suaranya??

Lapangan SUGBK udah kosong, chants sudah gak kedengaran lagi. Tiba-tiba Ka Nico teriak “Balikpapaan!” Akhirnya yang lain jadi ngikutin “Ba-lik-pa-pan!!! Ba-lik-pa-pan!!! Ba-lik-pa-pan!!” Supporter lain langsung ngelirik semua tapi gada yang peduli tetap nyanyi mumpung masih di GBK. Kelakuan =))

Keluar dari GBK harga pernak-pernik Arsenal turun drastis. Kakak-kakak langsung pada borong. Aku juga akhirnya kesampean beli topi yang lucu-lucu. Habis itu semua pesera AIIG 2013 tekapar capek tapi dengan wajah-wajah puas. Aku kenalan dengan beberapa orang dari regional lain. Ternyata fans Arsenal juga macem-macem karakternya. AIIG 2013 juga meresmikan beberapa regional Arsenal Indonesia Supporter baru, salah satunya Ternate, si regional baru yang punya banner paling gede. Dengan selesainya match 14 Juli malam itu, AIIG 2013 resmi berakhir. Terimakasih Arsenal dan AIIG 2013 sudah menjadikan 14 Juli 2013 sebagai salah 1 hari paling mengesankan, terimakasih juga sudah memperkenalkan keluarga besar Arsenal Indonesia.

Numpang ngeksis di akun @kotabalikpapan :p

Terimakasih yang paling gede untuk kakak-kakak cowok AIS Balikpapan udah take care selama disana padahal kita kenalnya baru-baru aja, Ka Heru yang udah bantuin ngurus macem-macem, Ka Ipit  yang paling perhatian, dan Ka Indri yang selalu nemenin jadi ceweknya gak cuman Hani sama aku. Maaf kalau udah banyak ngerepotin kakak-kakak semua.

Oh iya terimakasih lagi udah dibilangin “pemanis” hehe :p